Pesta Pernikahan: Antara Gengsi dan Ibadah

Pesta pernikahan telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Biasanya, paket pesta pernikahan tidak hanya katering dan gedung, tetapi all in one. Mobil pengantin, pakaian pengiring, pendamping pengantin, dan panerima tamu. Biaya paketnya pun bisa menyesuaikan dengan permintaan konsumen.Namun, apakah setiap pernikahan harus dirayakan secara besar-besaran?
Dana Fantastis
Atas nama romantisme dan niatan luhur bahwa menikah kalau bisa hanya sekali, banyak orang yang dengan susah payah mempersiapkan pesta pernikahan sedemikian rupa hingga menghabiskan dana cukup fantastis. Kalau saja dana itu dijadikan modal usaha, rasanya sudah cukup untuk membuka sebuah CV. Bahkan, ada yang mengutang jutaan rupiah hanya untuk pesta pernikahan yang di dalamnya kadang-kadang penuh intrik.
Bukan rahasia lagi bahwa sering kali duri dalam pernikahan berawal dari sisa-sisa perdebatan dan perselisihan ketika mempersiapkan pesta pernikahan. Menyatukan banyak kepala memang tidak mudah. Banyak kepentingan dalam pesta pernikahan, termasuk rasa gengsi yang membawa-bawa nama dan martabat keluarga.
Mengadakan walimah itu sangat dianjurkan. Namun, bila tidak mampu, adakan saja walimah atau pesta pernikahan yang sederhana. Bahkan, bila keluarga pengantin dan pengantinnya sendiri miskin, yang bertanggung jawab mengadakan walimah atau pesta pernikahan adalah masyarakat sekitar tempat tinggal pengantin tersebut.
Bukankah pesta pernikahan yang sederhana itu tidak kalah syahdu dan berkesannya dari pesta pernikahan mewah?
Sederhana Sarat Makna
Bagaimanakah membuat pesta pernikahan sederhana, namun sarat makna?
- Kedua pengantin sepakat untuk membuat pesta pernikahan yang sederhana. Sampaikan niat ini dengan baik kepada pihak orang tua. Jelaskan alasannya dengan gamblang. Misalnya, uang untuk pesta pernikahan akan dipakai untuk membayar uang muka rumah atau uang tersebut lebih baik dibelikan kendaraan atau dibelikan emas untuk investasi dan sebagainya.
- Kedua belah pihak keluarga sepakat mengadakan pesta pernikahan yang tidak begitu wah. Biasanya, pihak orang tualah yang sangat ngotot untuk merayakan pesta pernikahan anaknya secara besar-besaran. Apalagi, bila yang menikah adalah anak tertua atau anak satu-satunya. Bila hal ini terjadi, memang agak repot dan mungkin alasan yang disampaikan pengantin untuk mengadakan pesta sederhana tidak akan diterima oleh orang tua.
- Sesederhananya atau semewahnya pesta pernikahan, jangan lupa mengundang anak yatim atau fakir miskin. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya.
- Usahakan menghidangkan makanan yang lezat walaupun sederhana. Ini untuk menghindari kemubaziran dalam pesta pernikahan. Bila perlu, pakai nasi kotak (beberapa teman penulis melakukan hal ini). Mereka takut sekali bila ada makanan yang mubazir. Agak sulit diterapkan pada masyarakat banyak, mungkin. Namun, kalau semakin banyak yang melakukannya, suatu saat cara ini akan diterima juga.
- Undangan untuk 100 orang sudah cukup sederhana. Bila pesta pernikahan ini diadakan di desa, biayanya bisa sampai Rp10.000.000,00. Namun, jika menggunakan jasa event organizer, biayanya bisa mencapai Rp50.000.000,00. Dalam hal ini, kata sederhana memang sangat individual sifatnya.
- Pre wedding tidak perlu diadakan. Ini hanya memboroskan uang, tenaga, dan pikiran. Lebih baik, uangnya dipakai untuk touring ke tempat bulan madu.
Simpulannya, dalam pesta pernikahan, utamakanlah ibadahnya bukan gengsi. Bila gengsi yang didepankan, semua hal yang dilakukan dalam pesta pernikahan itu menjadi sia-sia di hadapan Allah. Namun, jika mendapat sponsor dari mana-mana, pesta pernikahan menjadi ajang promosi.
Asalkan pihak pengantin diuntungkan dan tidak ada pihak yang merasa keberatan, tidak masalah menjadikan pesta pernikahan sebagai ajang promosi. Namun, niatan ibadahnya tetap harus nomor satu.






