Peta Penyebaran Agama Hindu Budha di Indonesia
Ilustrasi peta penyebaran agama hindu budha di indonesia
Agama Hindu dan Budha berasal dari anak benua India. Agama Budha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Sedangkan Agama Hindu berkembang di India sekitar 1500 SM. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda.
Kedua Agama tersebut dengan cepat menyebar ke daerah di sekitar India termasuk ke Indonesia. Hal tersebut dikarenakan posisi geografis Indonesia yang terletak di jalur perdagangan yang ramai pada masa itu. Lantas, seperti apa sebenarnya peta penyebaran agama Hindu Budha di Indonesia itu?
Pintu Masuk Penyebaran Agama Hindu-Budha
Berdasarkan bukti sejarah, ada beberapa pintu masuk penyebaran agama Hindu-Budha ke Indonesia, salah satunya adalah Selat Malaka. Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan laut yang ramai menyebabkan para bangsa asing, termasuk India, menjadikan Pulau Sumatra sebagai tempat persinggahan, sekaligus tempat perdagangan.
Oleh karena itu, para ahli sejarah berpendapat bahwa penyebar pertama Hindu dan Budha di Indonesia adalah para pedagang yang berasal dari India. Pendukung pendapat ini adalah N.J. Krom.
Namun, pendapat tersebut dibantah oleh F.D.K. Bosch yang berpendapat penyebar agama Hindu adalah para raja-raja melalui misi diplomatiknya. Sedangkan Van Leur berpendapat para pendeta dari golongan Brahmanalah yang terjun langsung meyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
Siapa pun yang menyebarkan agama ini ke Indonesia, namun faktanya dengan cepat agama Hindu dan Budha diterima masyarakat dan dijadikan agama resmi kerajaan-kerajaan Nusantara pada masa itu.
Kerajaan Sriwijaya misalnya, bukti-bukti sejarah mencatat agama Budah telah sampai di sini pada abad ke -7, dan sejak saat itu Budha dijadikan agama resmi kerajaan Sriwijaya sampai akhirnya Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya menjadi Kerajan Budha paling kuat di Asia Tenggara.
Selain di Selat Malaka/ Pulau Sumatra, jejak masuk agama Hindu-Budha terdapat pula di Pulau Sulawesi, tepatnya Sulawesi Selatan berupa arca perunggu Buddha di daerah Sempaga. Bila dilihat dari bentuk dan ukirannya, arca ini mirip dengan arca yang berada di Amarawati (India) dari abad 2 - 5 Masehi.
Selain itu banyak pula ditemukan prasasti tua dalam bahasa Sanskerta dan Melayu kuno di sana. Daerah Jember (Jatim) dan Kota Bangun, Kutai (Kaltim) juga termasuk salah satu pintu masuk penyebaran agama Hindu-Budha. Hal ini terlihat adanya peninggalan berupa arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara).
Beragam dan luasnya penyebaran agama Hindu-Budha pada akhirnya meninggalkan banyak peninggalan sejarah dan budaya di Indonesia seperti: bahasa, bangunan, dan sistem pemerintahan.

