Serba-serbi Piala Dunia Afrika Selatan
Piala Dunia Afrika Selatan dan Piala Dunia lainnya merupakan salah satu moment yang akan selalu dikenang. Piala Dunia sepak bola merupakan kasta tertinggi dalam turnamen sepak bola antarnegara di dunia. Peserta yang berhak mengikuti kualifikasi Piala Dunia adalah negara yang tergabung dalam organisasi sepak bola dunia FIFA. Dalam babak kualifikasi yang diselenggarakan di seluruh dunia, hanya 32 tim yang berhak lolos mengikuti perhelatan akbar sepak bola yang diselenggarakan 4 tahun sekali ini.
Piala Dunia terakhir berlangsung pada 2010 di Benua Afrika, tepatnya di Afrika Selatan. Penyelenggaraan Piala Dunia Afrika Selatan ini merupakan Piala Dunia pertama kali yang diselenggarakan di Benua Hitam. Awalnya, penunjukan Afrika Selatan oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 sempat dipandang sebelah mata oleh dunia. Ternyata, Afrika Selatan menunjukkan kemampuannya sebagai negara berkembang di Afrika yang berhasil menyelenggarakan Piala Dunia 2010 dengan sukses.
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan diikuti oleh 32 negara dari 6 konfederasi. Konfederasi yang tergabung dalam FIFA berasal dari AFC (Asia), CAF (Afrika), OFC (Oseania), Conmebol (Amerika Selatan), Concacaf, (Amerika Utara), dan UEFA (Eropa). Perhelatan Piala Dunia Afrika Selatan sendiri telah diselenggarakan di 10 kota di Afrika Selatan.
Pemilihan Tuan Rumah Afrika Selatan
Pemilihan Benua Afrika sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 merupakan kebijakan baru FIFA untuk menggilir pelaksanaan Piala Dunia di antara konfederasi-konfederasi sepak bola dunia. Saat FIFA menetapkan Benua Hitam sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010, ada lima negara yang mengajukan pencalonan sebagai tuan rumah, yaitu Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan pencalonan tuan rumah bersama dari Tunisia dan Libya.
Karena keputusan Komite Eksekutif FIFA yang menetapkan tidak boleh ada tuan rumah bersama, Tunisia mengundurkan diri dari bursa pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2010. Komite Eksekutif FIFA pun memutuskan untuk tidak menerima pencalonan tunggal Libya karena tidak memenuhi seluruh ketentuan atau persyaratan resmi yang dikeluarkan FIFA.
Hasil pemungutan suara pun diumumkan oleh presiden FIFA Sepp Blatter di Zurich, Swiss. Hasil perolehan suara pun dimenangi oleh Afrika Selatan dengan 14 suara mengalahkan Maroko dengan 10 suara dan Mesir yang tidak memperoleh suara.
Terpilihnya Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 sempat dikhawatirkan oleh beberapa pejabat eksekutif FIFA. Kekhawatiaran itu muncul mengenai perencanaan, organisasi, dan kesiapan Afrika Selatan dalam menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Namun, petinggi-petinggi FIFA meyakinkan bahwa Afrika Selatan mampun menyelenggarakan perhelatan akbar sepak bola di dunia itu.
Persiapan Piala Dunia Afrika Selatan
Untuk menyukseskan Piala Dunia 2010, Afrika Selatan membangun 5 stadion baru dan merenovasi 5 stadion lama. Biaya untuk membangun dan merenovasi stadion diperkirakan mencapai 1 miliar dollar Amerika. Selain itu, Afrika Selatan memperbaharui infrastruktur penunjang lainnya, seperti transportasi dan jaringan jalan raya.
Afrika Selatan pun memberlakukan peraturan khusus yang menjamin keselamatan dan keamanan sessuai persyaratan standar FIFA. Contoh dari peraturan khusus tersebut, yaitu pelarangan sementara penerbangan di wilayah udara sekitar stadion penyelenggara pertandingan. Akhirnya, 100 hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2010, Presiden FIFA Sepp Blatter memuji kesiapan Afrika Selatan untuk menyelenggarakan Piala Dunia Afrika Selatan.
Tempat Penyelengaraan Piala Dunia Afrika Selatan
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan diselenggarakan di 9 kota dengan 10 stadion. Kota-kota yang menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia 2010, yaitu Johannesburg (dua stadion), Cape Town, Durban, Pretoria, Port Elizabeth, Polokwane, Nelspruit, Bloemfontein, dan Rustenburg.
Sementara itu, stadion-stadion penyelenggara pertandingan Piala Dunia Afrika Selatan, yaitu Stadion Soccer City, Stadion Cape Town, Stadion Moses Mabhida, Stadion Ellis Park, Stadion Loftus Versfeld, Stadion port Elizabeth, Stadion Peter Mokoba, Stadion Mbombela, Stadion Free State, dan Stadion Royal Bafokeng.
Serba-Serbi Piala Dunia Afrika Selatan
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 memiliki maskot resmi yang bernama Zakumi. Maskot ini merupakan seekor macan tutul yang berwarna kuning, memiliki rambut nyentrik berwarna hijau, dan mengenakan kaus yang bertuliskan “South Africa 2010. Piala Dunia 2010 pun memiliki lagu resmi yang berjudul Waka-Waka (This Time for Africa). Lagu ini dibawakan oleh penyanyi berdarah Latin, Shakira.
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 menggunakan bola resmi FIFA yang bernama Jabulani. Bola ini dibuat oleh Adidas. Selain itu, Piala Dunia Afrika memiliki keunikan lainnya, yaitu kehadiran Vuvuzela di setiap laga Piala Dunia 2010.
Vuvuzela adalah alat musik tiup yang sering ditiupkan penonton saat pertandingan berlangsung. Meskipun bunyi yang dikeluarkan oleh vuvuzela ini sempat dikritik oleh banyak pemain dan official pertandingan, namun presiden FIFA tidak lantas melarang penonton membawa vuvuzela ke stadion. Vuvuzela dianggap sebagai bagian dari kebudayaan Afrika Selatan yan berhak ditampilkan selama perhelatan Piala Dunia dilangsungkan.
Hasil Akhir Piala Dunia Afrika Selatan
Hasil Akhir Piala Dunia Afrika Selatan menempatkan Spanyol sebagai kampiun dan Belanda sebagai
Runner-up. Sementara urutan ketiga dan ke empat berturut-turut diraih oleh Jerman dan Uruguay.
Penghargaan Piala Dunia Afrika Selatan
- Sepatu Emas: Thomas Muller (Jerman)
- Bola Emas: Diego Forlan (Uruguay)
- Sarung Tangan Emas: Iker Casillas (Spanyol)
- Pemain Muda Terbaik: Thomas Muller (Jerman)
- Tim Fair Play: Spanyol
Pengundian Akhir Piala Dunia Afrika Selatan
Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA menyetujui proses pengundian akhir Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dilaksanakan pada 2 Desember 2009. Pengundian terakhir sebelum perhelatan Piala Dunia 2010 digelar berdasarkan pada Peringkat Dunia FIFA Oktober 2009. Pada proses pengundian terakhir tersebut, tujuh tim terbaik bergabung bersama tuan rumah Afrika Selatan sebagai tim yang diundi untuk pengundian akhir. Dalam pengundian tersebut, tidak ada dua tim dari satu konfederasi yang sama berada di grup yang sama, yang diperbolehkan hanya dua tim dari Eropa dalam satu grup.
Pengundian terakhir tersebut menghasilkan 8 grup yang masing-masing berisikan 4 tim. Berikut ini pembagian grup pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010.
- Grup A: Afrika Selatan, Meksiko, Uruguay, dan Perancis.
- Grup B: Argentina, Nigeria, Korea Selatan, dan Yunani.
- Grup C: Inggris, Amerika Serikat, Aljazair, dan Slovenia.
- Grup D: Jerman, Australia, Serbia, dan Ghana.
- Grup E: Belanda, Denmark, Jepang, dan Kamerun.
- Grup F: Italia, Paraguay, Selandia Baru, dan Slowakia.
- Grup G: Brasil, Korea Utara, Pantai Gading, dan Portugal.
- Grup H: Spanyol, Swiss, Honduras, dan Chili.
Konfederasi Tim Peserta Piala Dunia Afrika Selatan
- AFC (Asia): Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Korea Utara.
- CAF Afrika): Afrika Selatan (Tuan Rumah), Aljazair, Ghana, Kamerun, Nigeria, dan Pantai Gading.
- Concacaf (Amerika Utara): Amerika Serikat, Honduras, dan Meksiko.
- Conmebol (Amerika Selatan): Argentina, Brasil, Chili, Paraguay, dan Uruguay.
- OFC (Oseania): Selandia Baru.
- UEFA (Eropa): Belanda, Denmark, Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Portugal, Serbia, Slovenia, Slowakia, Spanyol, Swiss, dan Yunani.
Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia Afrika Selatan
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 menghasilkan cukup banyak gol. Muncul nama-nama baru dalam daftar pencetak gol. berikut ini daftar pencetak gol pada Piala Dunia Afrika 2010.
- 5 gol: Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol), dan Diego Forlan (Uruguay).
- 4 gol: Gonzalo Higuain (Argentina), Miroslav Klose (Jerman), dan Robert Vittek (Slowakia).







