logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya Jawa    Pidato Bahasa Jawa Krama

Belajar Pidato Bahasa Jawa Krama

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Di tengah era modern seperti sekarang ini, budaya merupakan sebuah hal yang sangat langka. Tidak banyak orang yang mau melestarikan kebudayaan, khususnya kebudayaan daerah dengan alasan takut terlihat kuno. Akibatnya, kekayaan budaya daerah menjadi sulit dijumpai di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pidato bahasa Jawa krama.

Pidato bahasa Jawa Krama sendiri kini hanya bisa dijumpai pada acara tertentu saja. seperti pada saat upacara pernikahan yang menggunakan adat Jawa. Atau juga pada beberapa kegiatan kebudayaan misalnya pada acara di kraton atau upacara adat Jawa lainnya.

Pada upacara pernikahan pun, tidak semua acara yang dilangsungkan menggunakan pidato bahasa Jawa Krama sebagai pengantarnya. Biasanya, penggunaan bahasa ini hanya dilakukan pada bagian tertentu, seperti pada saat kedua pengantin mengadakan acara temu pengantin atau juga pada saat keduanya hendak berjalan menuju kursi pelaminan.

Di luar kedua acara tersebut, penggunaan bahasa Jawa krama digunakan juga untuk menyampaikan makna atas simbolisasi upacara pernikahan. Seperti pada saat kedua pengantin melaksanakan prosesi sungkeman kepada kedua orang tua pengantin. Di sini, pembawa acara akan menyampaikan seluruh makna dari prosesi yang sedang dilakukan oleh kedua mempelai tersebut.

Dari kondisi yang ada tersebut menjadikan pidato bahasa jawa krama menjadi identik dengan upacara adat Jawa. Padahal, dalam prakteknya bahasa Jawa krama bukan hanya bisa digunakan pada ritual upacara pernikahan semata. Lebih jauh, bahasa tersebut merupakan salah satu jenis bahasa pengantar untuk menjalin komunikasi antara dua pihak yang saling menghormati.

Hal ini karena bahasa Jawa krama tersebut terdiri dari beberapa tingkatan bahasa yang menunjukkan pembedaan status antara pihak yang berkomunikasi. Di mana pada ajaran bahasa daerah ini, setiap kalimat yang disampaikan akan bisa menunjukkan dengan siapa seseorang berbicara.

Seperti misalnya, seorang anak yang akan berbicara dengan orang tuanya, tentu akan berbeda tata bahasanya jika seseorang bicara dengan lawan bicara yang sederajat. Seperti kata “dahar” adalah sebuah ucapan yang berarti makan yang disampaikan kepada orang yang dianggap lebih tua. Baik tua secara usia, maupun dari status sosialnya. Sementara jika orang yang lebih tua hendak menyampaikan makna yang sama, disampaikan dengan kata “maem”. Inilah yang menunjukkan bahwa bahasa Jawa memiliki keunikan sendiri.

 

Fenomena

Di sisi lain, perkembangan kebudayaan dunia yang demikian pesat didukung dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu hal penyebab pergeseran budaya. Salah satu hal yang termasuk dalam kategori pergeseran budaya di masyarakat Jawa adalah mulai hilangnya penggunaan bahasa Jawa krama sebagai media komunikasi. Baik komunikasi dengan orang yang sebaya maupun dengan mereka yang lebih tua atau lebih dihormati.  

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan contoh. Diantaranya adalah begitu sulitnya menemukan seorang anak yang menjadikan bahasa krama sebagai bahasa pengantar berkomunikasi dengan orang  tuanya. Pada saat ini lebih banyak ditemui sebuah keluarga dari masayarakat Jawa yang memilih mengguanakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Atau juga, lebih ekstrem lagi mereka menggunakan bahasa Jawa ngoko atau bahasa Jawa kasar sebagai bahasa sehari-hari di keluarga mereka.

Hal ini berdampak pada hilangnya kemampuan seorang anak dan keluarga dalam memahami bahasa Jawa krama yang pada jaman dahulu dianggap sebagia salah satu tolok ukur sifat dan kepribadian seseorang. Mereka yang mampu menggunakan bahasa Jawa krama dengan baik, dianggap sebagai orang yang memiliki sikap sopan dan tata krama yang baik dalam hubungannya dengan orang lain. Sebaliknya, seseorang yang tidak mampu berbahasa krama dalam komunikasinya, akan cenderung dianggap sebagai orang yang kurang memiliki adab baik dalam bergaul. Selain itu, orang yang demikian ini, akan dikucilkan dari pergaulan karena dianggap tidak bisa menghormati orang lain, khususnya mereka yang lebih tua atau tokoh masyarakat.

 

Penyebab

 

Memudarnya penguasaan bahasa Jawa krama di tengah kehidupan masyarakat akhir-akhir ini, tidak terjadi begitu saja tanpa ada penyebabnya. Jika ditelaah lebih lanjut, ada beberapa hal yang dianggap menjadi penyebab semakin sedikitnya orang yang mampu berbahasa Jawa krama, termasuk di dalamnya dalam proses penyampaian pidato bahasa Jawa krama.

Beberapa hal yang menjadi penyebab tersebut diantaranya adalah :

  1. Adanya anggapan dari sebagian orang, bahwa bahasa Jawa krama adalah sebuah bahasa masyarakat kelas pinggir. Sehingga mereka yang ingin dianggap sebagai masayarakat modern lebih memilih menggunakan bahasa lain sebagai bahasa pengantar komunikasi mereka, khususnya dalam lingkungan keluarga. Bahasa yang kemudian banyak dipilih adalah bahasa Indonesia dan juga bahasa asing seperti bahasa Inggris.
  2. Semakin sedikitnya sumber yang bisa dijadikan acuan bagi seseorang untuk bisa belajar bahasa Jawa krama secara baik dan benar. Sumber tersebut misalnya seperti buku pelajaran atau juga bacaan lain seperti majalah atau media massa yang menggunakan bahasa Jawa krama.
  3. Terbatasnya waktu pelajaran bahasa Jawa di sekolah yang menjadikan materi pelajaran kurang mampu digunakan secara optimal oleh guru. Akibatnya siswa hanya menerima materi secara dangkal tanpa mampu menguasai secara mendalam yang berdampak pada terbatasnya kemampuan yang dimiliki oleh siswa terkait dengan ketrampilan berbahasa Jawa krama tersebut.
  4. Kurangnya media yang bisa menjadi tempat bagi seseorang untuk mengaplikasikan kemampuan mereka dalam berbahasa Jawa krama. Selama ini, bahasa Jawa krama hanya diidentikkan dengan prosesi pernikahan adat Jawa saja. Sementara untuk kegiatan resmi lain, lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dengan berbagai alasan.

 

Solusi

 

Sebagai salah satu kekayaan budaya nasional, bahasa Jawa krama harus tetap dilestarikan. Jangan sampai pada nantinya, generasi penerus tidak lagi mengerti dan memahami bahasa Jawa krama dan menganggapnya sebagai bahasa asing.

Oleh karena itu, harus dilakukan langkah nyata untuk menyelamatkan kekayaan budaya nasional, khususnya penguasaan bahasa Jawa krama ini. Sehingga pada nantinya, bangsa Indonesia tidak perlu belajar ke negara asing hanya untuk belajar suatu kebudayaan yang sebenarnya berasal dari Indonesia sendiri. Ada beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan terkait dengan pelestarian budaya bahasa Jawa krama tersebut. Beberapa langkah konkrit tersebut diantaranya adalah :

  1. Menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Jawa krama dengan memulainya sejak di rumah. Biasakanlah menggunakan bahasa Jawa krama sebagai bahasa komunikasi antara setiap keluarga, sehingga menjadi sebuah identitas dan kebanggan tersendiri bagi mereka yang menggunakannya.
  2. Meningkatkan frekwensi jam belajar di sekolah yang mempelajari bahasa Jawa krama. Dengan demikian akan memupuk kemampuan siswa dalam berbahasa Jawa krama secara baik dan benar.
  3. Menciptakan media yang mampu menjadi sumber pengetahuan bagi mereka yang ingin belajar bahasa Jawa krama dengan baik. Di antaranya adalah membuat majalah khusus berbahasa Jawa atau juga menyisipkan rubrik berbahasa Jawa pada surat kabar di hari tertentu. Bisa pula dengan menyediakan forum acara khusus bahasa Jawa krama pada media elektronik. Atau pula memperbanyak kegiatan yang menggunakan bahasa Jawa krama sebagai bahasa pengantar, seperti pagelaran wayang atau ketoprak.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Gambuh: Tembang Jawa yang Sarat Makna
  • Cerita Rakyat Berbahasa Jawa, Media Melestarikan Bahasa Jawa
  • Upacara Adat Jawa, Tedhak Siten
  • Asmaradhana, Filosofi Pernikahan Adat Jawa
  • Menguak Budaya Jawa, Sungkeman
  • Membangkitkan Etos Kerja dengan Pepatah Jawa
  • Keris, Artefak Budaya Bernilai Tinggi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA