logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Nonmedis atau Alternatif    Artikel Umum Nonmedis    Pijat Refleksi

Terapi Kesehatan dengan Pijat Refleksi

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Salah satu metode pengobatan atau penyembuhan penyakit secara tradisional adalah pijat refleksi. Pijat refleksi sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Metode penyembuhan ini banyak disukai orang karena khasiat dan biayanya yang terjangkau.

Karena termasuk metode penyembuhan tradisional dan murah, banyak bermunculan klinik pijat refleksi. Ternyata, pijat refleksi bisa dijadikan lahan bisnis yang mengutungkan.

Pijat refleksi di Indonesia berasal dari negeri Cina. Di negara asalnya, pijat refleksi termasuk pengobatan yang populer karena tidak ada efek samping yang ditimbulkannya. Teknik memijat refleksi yang berkembang di Indonesia ada dua macam.

Pertama, teknik memijat menggunakan jari tangan. Teknik ini berasal dari Taiwan. Teknik ini dilakukan dengan memijat daerah refleks memakai jari tangan.

Kedua, teknik memijat menggunakan alat. Teknik ini pertama kali dikenalkan oleh Benjamin Gramm. Alat bantu yang digunakan berupa tongkat kecil (terbuat dari kayu atau benda padat) untuk menekan zona refleksi. Teknik memijat dengan alat sangat membantu dalam menekan titik-titik refleks dan pijatan dapat tepat sasaran.

Selain itu, pijat refleksi dapat dilakukan dengan cara berjalan di atas batu kerikil atau batu-batu bulat yang kecil. Namun, cara pijat seperti ini hasilnya kurang maksimal. Bahkan, bisa terjadi luka di kaki jika ada bagian batu yang agak runcing.

Lebih Dekat dengan Pijat Refleksi

Pijat refleksi memang tidak langsung mengobati penyebab suatu penyakit, tetapi terapi pijat refleksi dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Pijat refleksi sebenarnya bertujuan memberikan rangsangan pada saraf yang berhubungan dengan organ tubuh yang mengalami gangguan/sakit. Dengan memberikan rangsangan pada saraf, sistem saraf akan mengaktifkan sistem kekebalan yang ada.

Menurut ilmu kesehatan tradisional, tubuh dikuasai oleh dua organ utama, yaitu otak dan jantung. Otak menguasai sistem saraf dan jantung menguasai sistem peredaran darah.

Di dalam tubuh kita terdapat banyak jalur saraf yang berhubungan dengan organ tubuh. Semua jalur tersebut berujung atau melewati telapak tangan atau telapak kaki. Ujung-ujung tersebut biasa disebut dengan titik-titik saraf. Dengan demikian, pijat refleksi adalah usaha memberikan rangsangan pada titik saraf agar saraf yang bersangkutan menjadi aktif.

Organ tubuh yang mengalami gangguan akan berdampak pada daerah ujung syaraf, baik di telapak tangan maupun di telapak kaki. Dampak tersebut dapat dilihat dari perubahan pada telapak tangan atau telapak kaki, seperti rasa sakit, warna kuku lebih gelap, bengkak, dan lain-lain.

Terapi Pijat Refleksi

Terapi pijat refleksi dapat dilakukan pada telapak tangan atau telapak kaki. Untuk memberi kemudahan dan keakuratan pijatan, lebih baik memijat menggunakan alat bantu berupa tongkat kecil agar tekanan tepat pada titik refleks yang dituju. Tongkat pijat yang digunakan kedua ujungnya berbentuk bulat.

Sebelum memijat, oleskan balsem, minyak, atau lotion pada titik refleksi yang akan dipijat agar kulit tidak lecet sehabis dipijat. Lakukan pemijatan biasa pada kaki kiri terlebih dahulu, lalu kaki kanan.

Arah pijatan dari bawah menuju atas (jantung) mengikuti aliran darah. Pijatan ini berfungsi melancarkan aliran darah sebelum melakukan pijatan refleksi. Lakukan pijatan selama 10-15 menit.

Selanjutnya, lakukan pijatan refleksi menggunakan tongkat pada titik-titik refleks pada bagian telapak tangan atau kaki. Waktu pemijatan refleksi tidak boleh lebih dari 60 menit. Peroide pemijatan dilakukan 1-3 kali dalam seminggu. Terlalu banyak dipijat dikhawatirkan titik-titik refleks pada tubuh menjadi kebal.

Reaksi yang Terjadi Setelah Dipijat

Setelah dipijat, biasanya pada sebagian orang akan terjadi reaksi tertentu bergantung sakit yang diderita. Reaksi yang timbul seperti gatal-gatal, bengkak, kulit membiru, mencret, pusing, atau air seni menjadi keruh. Tidak perlu khawatir, ini adalah reaksi dari tubuh yang bersifat sementara dan tidak berbahaya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenal Khasiat Putih Telur
  • Manfaat Tanaman Kumis Kucing Sebagai Obat
  • Minyak Lintah untuk Memperbesar Penis, Benarkah?
  • Tanaman Obat: Kumis Kucing
  • Pengobatan Alternatif dengan Energi Kundalini Reiki
  • Titik Refleksi Tangan dan Kesehatan Anda
  • Khasiat Jeruk: Tidak Heran Ada di Mana-Mana!
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA