logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Psikologis

Meraih Pikiran Positif dengan Berhenti Menyalahkan Keadaan


Ilustrasi pikiran positif
Saat pikiran positif datang, darah akan mengalir lebih lancar dan semangat hidup akan membara lagi. Tidak mudah memang mendapatkan pikiran yang positif itu karena setan selalu bergentayangan menggoda terus-menerus hingga umat manusia terjerumus ke dalam pikiran negatif yang hanya akan mendatangkan amarah dan kelemahan jiwa. Itu baru digoda setan. Padahal setan itu hanya bisa menggoda dan tidak bisa menyesatkan. Kalau setan bisa menyesatkan, maka tidak ada lagi umat yang beriman.

Semua Terlahir Menangis

Tangisan pertama yang begitu diharapkan ketika sang bayi terlahir di dunia. Tangisan melengking yang seolah-olah tak ingin berpisah dengan kenyamanan surgawi dalam rahim. Setelah tangisan itu reda, sang bayi tertidur lelap dalam dekapan bunda yang masih harus berjuang memberikan makanan paling baik untuk bayinya. Indah bukan? Walaupun ada yang mengatakan kalau bayi menangis itu karena ia dipukul oleh setan.

Bukankah normalnya awal kehidupan begitu? Setelahnya, barulah otak dan hati bayi yang kosong tersebut terisi oleh hal-hal yang dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Tapi apakah kesusahan dan kesedihan yang sedang dihadapi saat ini harus menyalahkan keadaan? Apakah dengan segala bentuk permasalahan dunia, lantas manusia ingin cepat mati dengan bunuh diri? Setan memang menggoda terus.

Apapun yang dikatakan oleh orang, setan tetap saja tidak bisa menyesatkan manusia. Setan itu hanya bisa menggoda. Kalau setan bisa menyesatkan manusia, maka setan tak akan membiarkan satu orang pun yang masih beriman di dunia ini. Begitupun dengan manusia. Sebagai manusia, kita hanya bisa menyampaikan dan bukan yang memberikan hidayah. Kalau manusia itu bisa memberi hidayah, maka tidak ada manusia yang rusak dan manusia yang seperti setan di dunia ini.

Godaan setan itu lemah dan tidak berdasar. Sebenarnya lebih mudah untuk berbuat baik daripada berbuat salah. Misalnya, kalau melihat sebuah tablet dijual dengan harga tiga juta, mungkin kita akan berdecak kagum dan mengatakan bahwa tablet itu murah. Tetapi ketika akan berkurban dan harga satu kambing itu 2 juta, kita akan berkata mahal. Padahal, manfaat berkurban jauh lebih baik daripada manfaat membeli tablet. Darah kurban itu akan memberikan manfaat yang luar biasa baik ketika masih hidup maupun setelah kematian.

Namun, manusia lebih banyak memilih membeli tablet walaupun dengan cara kredit daripada menabung untuk berkurban pada tahun berikutnya. Ketika membaca koran bisa menghabiskan waktu berjam-jam, sebenarnya akan lebih mudah lagi membaca Al-Quran. Tetapi kenyataanya adalah bahwa membaca Al-Quran yang hanya 15 menit itu telah membuat rasa kantuk lebih cepat datang daripada kalau membaca koran.

Kalau begitu, berbuat baik itu lebih mudah dilakukan oleh orang-orang yang hatinya bersih. Kata Imam Ali, hati manusia itu akan bernoda sedikit demi sedikit. Kalau dibiarkan, lama-lama hati itu akan menghitam. Begitupun dengan hati yang bening. Hati yang bening itu tidak serta merta didapatkan. Prosesnya juga panjang. Ketika telah bening semua, maka hati itu akan cemerlang dan ia akan terhindar dari perbuatan yang sia-sia.

Hati yang bening ini pasti dimiliki oleh orang-orang yang berilmu. Hal ini karena hanya dengan ilmulah semua kehidupan baik yang di dunia maupun yang di akhirat, dapat diraih dengan mudah dan damai. Dengan ilmu orang bisa mempunyai pikiran yang positif dan tidak terlalu memikirkan hal-hal yang jauh diluar jangkauannya. Ia tidak akan menuduh atau berburuk sangka terutama kepada orang-orang yang baik. Ia tahu kalau ia berburuk sangka dengan orang baik, itu sama artinya dengan menzolimi orang tersebut. Sedangkan menghina orang yang mulia itu pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Dengan demikian, pikiran positif hanya bisa diraih kalau mempunyai ilmu. Dengan ilmunya orang akan berusaha memenuhi otak dan hatinya dengan hal-hal yang positif yang tidak akan menjadi informasi sia-sia di benaknya. Kalau ia terlalu banyak mengisi otak dan hatinya dengan hal-hal yang negatif, pikirannya pun akan negatif. Pikiran negatif ini akan merambat ke mana-mana hingga ke penyakit hati yang hanya akan membawa kerugian pada manusia. Selain itu, orang yang berpikir secara positif itu akan mencari teman yang juga berpikir positif.

Berhenti Menilai Keadaan

Memahami, meresapi, menangisi, menyesali kesusahan dan kesedihan sebagai akibat dari apa yang terjadi dan apa yang dilakukan dalam menyikapinya, boleh-boleh saja. Tapi, jangan lama-lama. Tak akan selesai suatu masalah dengan hanya memikirkannya. Tataplah wajah di cermin.  Pandanglah mata cekung setelah air mata keluar bercucuran, senyum getir mengingat kenestapaan, kerutan di wajah yang semakin jelas menggambarkan peta-peta kekerasan hidup yang harus dihadapi. Eluslah wajah yang semakin kendur itu. Sudah berapa lama tak menikmati wajah sendiri? Mungkin sudah lupa kalau tanda-tanda penuaan itu mulai tampak.

Tapi, semua itu bukanlah sesuatu yang harus dilawan. Tersenyumlah. Hadirkan sedikit rasa bersyukur. Tariklah napas dalam-dalam. Rasakan aliran oksigen memasuki hidung, kerongkongan, paru-paru, jantung hingga ke rongga diapragma. Tersenyumlah lagi. Tatap lagi wajah layu tadi. Masihkah sama wajah itu setelah berhias senyum syukur masih diberi udara kehidupan. Tidak mudah untuk memahami makna syukur. Tetapi kalau setiap dicoba untuk bersyukur, maka rasa syukur itu akan mengalir bagaikan air jernih dan menyejukan di dalam tubuh.

Berhentilah menilai keadaan. Ciptakan keadaan sendiri dan bangunlah keadaan yang diinginkan. Temuilah orang-orang yang bisa membantu membuat keadaan yang lebih baik. Kendalikanlah keadaan. Tapi apa-apa yang tak mampu lagi dikendalikan, lepaskanlah, perpasrahlah, ikhlaskanlah karena ada zat sang Mahapengendali yang akan mengontrol keadaan yang tak terkendali tersebut. Mengikhlaskan memang tidak gampang. Perlu waktu dan proses.

Hanya dengan terus berpikir bahwa proses itu harus dilalui, maka keikhlasan akan mudah didapatkan. Siapa yang bisa dengan mudah mengikhlaskan tanah, uang, kendaraannya diambil oleh orang yang pernah sangat dipercaya? Lalu orang itu mengkhianatinya. Tetapi kalau ia hanya berpikir tentang harta itu, ia hanya akan mendapatkan rasa sakit hati yang semakin mendalam. Sebaliknya bila ia mengembalikan semua keadaan kepada Tuhannya, ia akan tahu bahwa Tuhannya tak pernah tidur dan akan membalas dengan setimpal baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Awalnya mungkin ketika ia memikirkan harta yang telah diupayakannya selama bertahun-tahun dengan kerja keras itu, ia akan merasa sedih, menyesal, dan dadanya sesak. Dengan siraman air jernih keikhlasan, lambat-laun ia tidak akan merasa bahwa harta itu miliknya. Ia akan merasa bahwa harta itu telah diambil oleh Tuhannya dan akan diganti dengan harta yang lebih baik. Keikhlasan ini akan tumbuh seiring dengan terus berpikir secara positif. Untuk apa menyesali apa yang telah terjadi. Lebih baik membenahi diri dan melangkah maju lebih menggapai hal yang lebih baik di masa depan.

Berhenti Menyalahkan

Tak akan kembali waktu yang telah terlampau. Berhentilah mencari kambing hitam dan terus menyalahkan keadaan. Berhentilah mengatakan “Jikalau ... Jikalau ... “. Katakanlah “Aku akan begini agar bisa begini. Aku akan begitu agar bisa begitu.” Lihatlah ke depan dan ke masa depan karena masa depan pun akan menjadi masa lampau yang tak berguna bila tak dimanfaatkan dengan baik. Stoplah berpikir bahwa mungkin akan lebih baik kalau begini atau begitu.

Masa lalu tak bisa diraih atau diulangi. Masa depan memang masih misteri, namun dengan berbuat baik di masa kini, masa depan itu pasti juga baik. Masa depan itu adalah gambaran dari masa kini. Berhati-hati melangkah di masa kini adalah harapan untuk mendapatkan kehidupan yang cemerlang di masa depan. Jangan pernah berhenti melakukan kebaikan karena kebaikan itu adalah gaya hidup.

Tanpa melakukan kebaikan artinya berhenti hidup baik. Selama ada keyakinan, ada harapan. Itu yang dikatakan oleh Krishnamurti, seorang motivator. Krishnamurti benar bahwa keyakinan adalah titik awal keberhasilan. Yakinlah bahwa pasti ada perubahan bila mau membuat perubahan sekecil apapun itu.  

Pikiran Positif Itu Tercipta

Tak mampu berpikir positif, temanilah orang-orang yang mampu memberi pengaruh positif. Bacalah hal-hal positif. Tontonlah film-film yang menggugah. Dengarkanlah lagu-lagu indah yang menginspirasi untuk berbuat sesuatu yang baik. Tak akan mudah mendapatkan pikiran positif bila berada di tempat yang tak memberikan energi positif karena pikiran yang positif itu tercipta dalam keadaan positif.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kebahagiaan Hidup Muslim Wa Muslimah
  • Pengaruh Stress Saat Hamil
  • Menangis Itu Menyehatkan
  • Tujuan Psikotes Gambar Pohon
  • Tips Mengatasi Rasa Sedih
  • Tanda-Tanda Stres yang Harus Diwaspadai
  • Mengatasi Penyakit Depresi Akibat Rasa Bersalah
  • Keinginan Suami: Seks, Ego dan Kasih Sayang
  • Orang Sterss dan Obatnya
  • Gejala dan Penanganan Depresi pada Lansia - ANNEAHIRA.COM
  • Dunia Kelam nan Unik, Pembahasan Emosi dalam Psikologi
  • Emosi Marah: Racun dalam Jiwa
  • Mengungkap Penyebab Depresi Melalui Teori Depresi
  • Gejala Stres dan Cara Menanganinya
  • Cara Mengobati Stres
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA