Pizza Hut: Makanan Khas Italia dari Amerika

Kreativitas dan kerja keras sepertinya merupakan dua dari sekian banyak “usaha” yang harus dilakukan jika ingin berhasil dalam satu bidang tertentu. Terlebih jika bidang yang ditekuni memang menuntut untuk diciptakannya suatu hal yang baru dan tidak membosankan. Salah satu bidang yang menuntut itu semua adalah bidang kuliner.
Pada 1958, dua mahasiswa asal Kansas, Amerika Serikat mendirikan sebuah restoran yang menawarkan menu pizza yang hingga kini terkenal di seluruh dunia. Nama waralaba tersebut adalah Pizza Hut. Dua mahasiswa tekun tersebut adalah Dan dan Frank Carney. Pintar memanfaatkan kesempatan dan berkreasi merupakan kunci kesuksesan mereka.
Pizza Hut merupakan anak perusahaan dari Yum! Brands, Inc. Perusahaan makanan tersebut memiliki restoran dengan jumlah 34.000 dan terdapat hampir di lebih 100 negara. Selain menjual pizza, Pizza Hut juga menyediakan beberapa menu makanan lain seperti pasta, buffalo wings, breadsticks, dan garlic bread.
Pizza Hut menyediakan beberapa pilihan “cara makan”. Anda bisa memakan pizza di tempat atau memesannya lewat saluran telepon, dan pizza pun akan ada di depan pintu rumah Anda dalam sekejap. Kedai Pizza Hut banyak ditemui bersamaan dengan kedai fastfood lainnya.
Pizza Hut dan Sejarahnya
Dengan modal awal sekitar $600, dua bersaudara Dan dan Frank Carney memberanikan diri membuka usaha di bidang makanan. Mereka berdua menyewa sebuah bangunan dan peralatan dapur untuk membuat pizza. Peralatan yang mereka beli adalah peralatan masak yang bekas. Tentu saja, mengingat modal yang tersedia tidak terlalu banyak.
Bangunan yang menjadi saksi awal perjalanan Pizza Hut terletak di 503 Bluff Selatan. Terletak di pusat kota Wichita, Kansas. Pemberian nama Pizza Hut sendiri juga tidak memiliki arti khusus. Pada saat itu, tempat menaruh nama untuk kedai mereka hanya cukup untuk sembilan karakter dan sudah termasuk spasi. Maka dipilihlah kata “Hut” dibelakang nama Pizza.
Usaha mereka cukup mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Kansas. Mereka pun kemudian membuka cabang di Topeka, Kansas. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, tepatnya 1972 Pizza Hut go public. Saat itu Pizza Hut memiliki 314 kedai. Pizza Hut kemudian bekerja sama dengan pihak Pepsico.
Untuk mempertahankan eksistensinya, berbagai inovasi rasa pizza pun dilakukan. Variasi yang terjadi bukan hanya pada rasa, tetapi juga bentuk pizza. Salah satu produk Pizza Hut yang mendapat sambutan cukup baik dari para penikmatnya adalah Stuffed Crust. Pizza ini masih memiliki bentuk yang bulat, yang membedakan adalah keju yang terdapat di pinggiran pizza.
Ketenaran Pizza Hut di negara-negara Eropa ternyata juga mempengaruhi negara Indonesia untuk ikut “melestarikan” hasil karya dua kakak beradik asal Kansas tersebut. Di Indonesia sendiri, Pizza Hut mulai berdiri sejak 1984. Hingga kini, Pizza Hut masih mendapatkan minat yang cukup baik dari masyarakat dunia.






