logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Astronomi    Planet    Planet Mars

Mengenal Planet Mars

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sejak di sekolah dasar, kita sudah sering sekali mendapatkan pelajaran tentang planet-planet yang ada di luar angkasa, termasuk Planet Mars. Planet Mars ini sempat terkenal dan menjadi pembicaraan para ilmuwan ketika ditemukannya atmosfer dan bebatuan yang hampir mirip dengan bebatuan yang ada di bumi.

Bahkan, banyak artikel yang beredar di internet yang menuliskan bawah telah ditemukan kehidupan di Planet Mars. Sayangnya, artikel-artikel yang menyatakan bahwa di Planet Mars telah ditemukan kehidupan itu belum memiliki bukti yang akurat. Bahkan hingga saat ini, tidak ada satu ilmuwan pun yang benar-benar menemukan bukti bahwa memang ada kehidupan di Planet Mars ini.

Planet Mars adalah planet dengan urutan keempat dan berada di antara Planet Bumi dan Planet Venus.  Warna permukaan Planet Mars yang kemerah-merahan membuat planet ini mendapat julukan “Planet Merah”. Warna kemerahan-merahan yang menyebabkan Planet Mars disebut Planet Merah tersebut karena adanya kandungan oksida atau besi yang sangat tinggi yang terdapat di permukaan Planet Mars.

Planet Mars berukuran jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Bumi. Jari-jari Planet Mars ini hanya setengah dari jari-jari Bumi. Sama seperti Planet Bumi yang memiliki Bulan sebagai satelit alaminya, Planet Mars juga memiliki satelit alami. Akan tetapi, jumlah satelit alami pada Planet Mars ini lebih banyak dari satelit alami Planet Bumi.

Satelit alami yang dimiliki Planet Mars dinamakan Phobos dan Deimos. Satelit Deimos terbit dari timur dengan jalan yang sangat pelan dan membutuhkan hampir tiga hari hingga satelit Deimos itu akhirnya terbenam di barat. Sementara itu, Satelit Phobos kebalikan dari Bulan yang merupakan satelit Planet Bumi. Satelit Phobos ini terbit dari sebelah barat dan tenggelam di sebelah timur. Waktu antara terbit pertama dan terbit berikutnya adalah sebelas jam.

Revolusi yang terjadi pada Planet Mars saat planet ini mengelilingi matahari adalah selama enam ratus delapan puluh tujuh hari. Sementara itu, rotasi Planet Mars ini adalah dua puluh lima koma enam puluh dua jam. Dengan kemiringan sumbu yang hampir mirip dengan bumi, Planet Mars ini memiliki banyak kemiripan dengan Planet Bumi.

Kemiripan Planet Mars dengan Planet Bumi

Planet Mars memiliki lapisan atmosfer sama seperti Planet Bumi. Hanya saja, lapisan atmosfer yang terdapat pada Planet Mars jauh lebih tipis dibandingkan dengan atmosfer yang terdapat pada Planet Bumi. Walaupun sama-sama memiliki atmosfer, Planet Mars tetap tidak dapat ditinggali oleh manusia karena kandungan karbondioksida di Planet Mars sangat tinggi.

Planet Mars memiliki jenis bebatuan yang hampir sama dengan bebatuan yang ada di Planet Bumi. Sama seperti permukaan Planet Bumi, permukaan Planet Mars terdapat gunung berapi, lembah, gurun, lapisan es dan kawah. Kandungan tanah yang ada di Planet Mars pun terdapat banyak unsur sodium, potassium, klorida, dan magnesium. Keempat unsur tersebut juga ditemukan di Planet Bumi karena keempat unsur tersebut sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Tetapi, walaupun Planet Mars memiliki keempat unsur tanah yang penting tersebut, hingga kini masih belum diketahui bukti bahwa banyak tumbuhan yang hidup di Planet Mars.

Planet Mars memiliki dua lapisan es kutub sama seperti lapisan es pada Planet Bumi. Lapisan es pada kedua kutub Planet Mars ini sama permanennya dengan yang ada di kutub utara dan kutub selatan Bumi.

Sama seperti Planet Bumi yang memiliki banyak gua di berbagai tempat di permukaannya, begitu pula yang ditemukan di Planet Mars. Gua-gua yang terdapat di Planet Mars ini sangat dalam dan gelap sehingga tidak pernah kelihatan dasarnya.

Di Planet Mars, akan ditemui musim panas dan musim dingin sama seperti musim-musim yang terjadi di Planet Bumi, namun panjang musim yang terjadi di Planet Mars itu kurang lebih dua kali panjang musim di Planet Bumi. Hal ini diakibatkan karena jarak Planet Mars yang lebih jauh dari Planet Bumi jika diukur dari Matahari.

Kemiringan sumbu Planet Mars sangat mirip dengan kemiringan sumbu Planet Bumi. Oleh karena itu, Planet Mars memiliki musim yang hampir sama dengan Planet Bumi walau lamanya dua kali lama musim yang terjadi di Planet Bumi.

Penelitian yang Pernah Dilakukan di Planet Mars

Sejak 1965, Planet Mars ini sudah diteliti dengan menggunakan satelit ruang angkasa tanpa awak yang diberi nama Mariner 4. Penelitian pertama ini tepatnya dilakukan sekitar  14 atau 15 Juli 1965.

Para ilmuwan juga pernah berhasil mengirimkan pesawat penelitian tanpa awak yang dapat mendapat di permukaan Planet Mars. Kedua pesawat tanpa awak tersebut adalah pesawat yang diberi nama Mars 2 yang berhasil mendarat di permukaan Planet Mars pada 27 November 1971. Sementara itu, pesawat kedua yang berhasil mendarat di permukaan Planet Mars adalah Mars 3 pada 2 Desember 1971. Namun sayangnya, keberhasilan yang dicapai pada kedua pesawat tanpa awak tersebut adalah hanya berhasil mendarat di Planet Mars dan setelah itu hilang kontak.

Masih banyak lagi penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk menyelidiki dan mencari lebih banyak lagi data dari Planet Mars ini. Ada lagi dua wahana milik Negara Soviet, yaitu Phobos 1 dan Phobos 2. Phobos 1 tidak sempat mencapai permukaan Planet Mars. Phobos 1 kehilangan kontak dengan pusat penelitian di Planet Bumi ketika masih dalam perjalanan ke Planet Mars. Berbeda dengan Phobos 2 yang berhasil membuat foto pencitraan Planet Mars dan Satelit Phobosnya, tapi akhirnya gagal juga ketika satelit ruang angkasa Phobos 2 tersebut tidak dapat melepaskan pendaratannya ke permukaan Planet Mars.

Satelit luar angkasa yang bertahan lama dalam penelitian selanjutnya adalah satelit yang diberi nama Phoenix. Satelit Phoenix ini mendarat di kutub utara Planet Mars pada  25 mei 2008. Satelit ruang angkasa Phoenix ini berhasil melakukan penggalian di tanah yang ada di Planet Mars dan menemukan keberadaan lapisan es di Planet Mars. Satelit Phoenix ini mampu bertahun sekitar enam sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Para ilmuwan dan pusat penelitian ruang angkasa milik NASA tidak pernah lelah dan bosan untuk terus melakukan penelitiannya di Planet Mars. Oleh karena itu, pada 2001, pusat penelitian ruang angkasa milik NASA tersebut kembali meluncurkan satelit ruang angkasa yang diberi nama Odyssey. Satelit Odyssey ini berhasil memasuki orbit Planet Mars. Namun, lagi-lagi ketika pendaratan di permukaan Planet Mars, satelit Odyssey ini mengalami kegagalan.

Satelit-satelit ruang angkasa yang akhirnya berhasil mendarat di Planet Mars adalah satelit luar angkasa yang diberi nama Spirit dan Opportunity. Kedua satelit ini berhasil mendarat di permukaan Mars. Bahkan, keduanya berhasil menemukan bukti keberadaan air pada masa lalu di tempat pendaratan satelit ini.

Kedua satelit ruang angkasa yang berhasil mendarat di permukaan Planet Mars ini diluncurkan pada Januari 2004 dan bertahan lama karena badai debu dan angin yang terjadi di sekitar kedua satelit itu ternyata malah membantu membersihkan panel surya yang dimiliki oleh Satelit Spirit dan Opportunity tersebut.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Planet Pluto: Planet yang bukan Planet
  • Mengenal Planet Merkurius Lebih Dekat
  • Planet Merkurius, Terkecil Tapi Tercepat
  • Planet Jupiter - Si Planet Raksasa
  • Planet Saturnus - Planet Cantik Bercincin Indah
  • Planet Uranus adalah Ayah dari Planet Saturnus
  • Planet Venus - Kecantikan Sebuah Planet dalam Mitologi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA