Mengenal Lebih Dekat Buah dan Pohon Duku
Ilustrasi pohon duku
Buah pohon duku memiliki penggemar yang tidak sedikit. Rasanya yang manis dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan sering membuat kita ketagihan. Ukurannya yang mungil dengan daging biji yang mungil sering membuat kita ingin terus dan terus lagi memakannya.
Buah yang didapat dari pohon ini sangat mudah didapatkan pada saat musimnya. Harganya pun relatif murah, sehingga setiap lapisan masyarakat, baik kaya, menengah maupun miskin, semua dapat menikmati kesegaran rasa asam dan manis buah ini. Dari seluruh wilayah di nusantara, pohon ini banyak tumbuh di daerah Sumatera Selatan, sehingga tidak salah jika buah duku ini menjadi ciri khas dari daerah tersebut.
Ciri-Ciri Pohon Duku
Pohon duku termasuk dalam golongan tumbuhan suku Meliaceae. Jika dijabarkan maka ciri-ciri dari pohon ini adalah sebagai berikut.
- Biasanya pohon ini berukuran sedang, tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil. Biasanya tinggi pohon ini antara 30 cm sampai 70 cm.
- Batang dari pohon ini biasanya memiliki alur-alur yang tidak teratur sepanjang batangnya. Kulit kayu pada batangnya yang dikenal dengan sebutan pepagan berwarna kelabu berbintik-bintik hitam dan jingga. Batang pohon ini jika digores atau batangnya dilukai akan mengeluarkan getah kental berwarna putih susu dan lengket.
- Pohon ini memiliki bentuk akar yang unik yaitu berbentuk papan yang pipih dan menonjol di atas tanah.
- Bentuk daun pada pohon ini adalah daun majemuk menyirip ganjil di mana tulang daunnya berjumlah ganjil dan berbentuk sirip, lonjong, serta mengilap pada bagian atas daunnya. Selain itu juga memiliki pangkal daun yang runcing dan lancip. Daun pohon ini memiliki bulu halus dan memiliki anak daun yang tersusun berselang-seling.
- Bunga pohon ini terletak pada bagian cabang dari batang yang paling besar, menggantung baik dalam berkas-berkas yang berjumlah 5 tandan atau lebih, atau menggelantung tersendiri. Panjang bunga antara 10 - 30 cm, memiliki rambut-rambut halus, berukuran kecil, berkelamin dua, dan kelopak bunganya berbentuk cuping berwarna kuning kehijauan.
- Buah duku berbentuk lonjong, bulat, atau bulat memanjang dengan bulu halus kekuningan. Kulit buahnya ada yang tipis ada pula yang tebal. Daging buahnya berwarna putih bening, tebal, berair, dan berasa manis bercampur asam.
- Bentuk bijinya pipih, berasa pahit.
Budidaya Pohon Duku
Pohon ini dapat hidup di daratan rendah ataupun di daratan rendah. Pada jenis tanah aluvial, latosol, ataupun podsolik kuning, pohon ini dapat tumbuh dan menghasilkan buah; selama tanah tersebut memiliki PH atau tingkat keasaman antara 6 - 7. Pohon ini memerlukan curah hujan sebanyak 1.500 - 2.500 mm per tahun.
Untuk menanam pohon ini dari bijinya, bersihkan biji dari sisa-sisa daging buah yang masih menempel. Setelah itu, langsung semaikan biji; jangan simpan biji duku terlalu lama karena biji pohon ini tidak tahan lama. Jika lebih memilih penanaman pohon dengan cara vegetatif, Anda bisa memilih metode sambung pucuk dari batang bawah pohon duku yang usianya sudah lebih dari 1 tahun.
Meski demikian, sebaiknya Anda memilih menanam pohon ini dari biji karena masa produktif pohon yang ditanam dari bijinya lebih panjang, antara 8 hingga 17 tahun. Tunas atau anakan duku yang sudah tumbuh harus ditanam dalam lubang dengan ukuran kurang lebih 60 x 60 x 50 cm. Tambahkan pupuk kandang ke dalam lubang tersebut. Anda juga bisa menggunakan pupuk urea jika menginginkan. Berikan pupuk secara berkala, yakni setiap tiga bulan sekali.
Pohon duku muda sebaiknya dijaga dari sinar matahari yang terlalu terik dan disirami secukupnya. Potong pucuk-pucuk bertipe tegak jika Anda ingin perawakan pohon Anda lebih ‘mekar’. Seiring pertumbuhannya, pohon tersebut harus dijaga dari hama dan penyakit yang mungkin datang mengganggu. Umumnya, pohon jenis ini sering kali dihinggapi penyakit akar busuk dan antraknosa. Antraknosa pada pohon ini tampak seperti bintik kecil atau besar berwarna cokelat pada buah duku. Penyakit ini merugikan sebab menyebabkan buah cepat gugur sebelum waktunya.
Waspadai juga hama berupa penggerek kulit kayu, ulat ngengat carpenter dan ulat ngengat hijau. Hama tumbuhan biasanya aktif di musim hujan. Gunakan insektisida alami atau buatan secukupnya untuk membasmi hama yang tidak diinginkan.
Jika tiba saatnya panen, panenlah duku dengan hati-hati. Jangan sampai Anda merusak batang dan dahan tempat buah duku muncul, karena buah duku berikutnya akan muncul dari situ juga. Gunakan pisau atau gunting yang tajam untuk menghindari rusaknya tandan pohon. Selain itu, hindari memanjat pohon saat memanen; sebaiknya gunakan tangga.
Apabila buah belum matang, sebaiknya jangan dipanen karena buah duku akan cepat membusuk begitu dipetik. Namun jangan khawatir memilih-milih buah yang matang dan yang belum matang, karena umumnya buah duku matang dalam waktu yang bersamaan. Pastikan buah duku dalam keadaan kering saat dipanen agar tidak lekas berjamur. Karena duku cepat busuk, sebaiknya simpan duku di dalam ruangan dengan suhu 15°C.
Jenis-Jenis Buah Pohon Duku
Kenali beberapa jenis buah pohon duku dan karakteristiknya:
1. Duku
Yang termasuk dalam kelompok duku atau yang bernama ilmiah L. domesticum var. Duku ini umumnya memiliki pohon dengan batang yang besar dan memiliki dedaunan yang lebih rimbun dan padat berwarna hijau cerah.
Ciri khas buahnya adalah memiliki kulit buah yang tebal dan berwarna kuning cokelat, tidak bergetah saat dipencet, daging buahnya berasa lebih manis dan lebih berair, serta memiliki daging yang lebih tebal karena bentuk bijinya kecil.
2. Langsat
Langsat memiliki nama ilmiah L. domesticum var. domesticum. Nama langsium sendiri sebenarnya diambil dari nama langsep Jawa Timur. Namun di Jawa Tengah, buah langsat ini disebut pijetan. Golongan ini memiliki buah yang sedikit dalam satu tandannya, yaitu antara 8 - 12 buah.
Ciri khas buahnya adalah kulit buahnya memiliki getah yang banyak dengan warna kuning muda agak kehijauan. Daging buahnya tebal tetapi rasanya lebih asam dari buah duku.
3. Kokosan
Kokosan disebut juga L. domesticum var.equaeum. Kelompok duku yang termasuk dalam kelompok kokosan ini biasanya tidak dimakan karena daging buahnya sangat sedikit dan rasanya sangat asam.
Ciri khas buahnya adalah buahnya sangat kecil dan tumbuh rapat-rapat dalam satu berkas. Saat buah masak, warnanya berubah menjadi kuning tua kemerah-merahan. Biasanya buah ini lebih sering dimanfaatkan sebagai penghias meja makan daripada menjadi hidangan penutup atau sebagai buah pencuci mulut.
Kandungan Buah Pohon Duku
Buah duku tidak hanya lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Buah ini mengandung serat yang bernama dietary fiber yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah kanker, serta melindungi tubuh dari radikal bebas. Duku juga mengandung fosfor yang membantu kesehatan gigi serta tulang.
Tidak hanya itu, duku juga mengandung zat protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, dan zat besi dalam jumlah seimbang. Duku juga kaya akan kalori, mineral, dan zat besi lebih daripada apel atau jeruk.
Selain daging buahnya lezat dan mengandung zat-zat penting di atas, bagian kulit dan biji duku juga bermanfaat, lho. Bagian-bagian tersebut konon digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat anti-diare. Selain itu, kulit dan biji buah pohon duku juga dapat menurunkan demam. Apabila air buah duku diperas dan diminum, dipercaya akan mampu menurunkan gejala sakit kepala.

