logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Serba-Serbi Pohon Jati


Ilustrasi pohon jati

Eksistensipohon jatisebagai penghasil kayu kualitas nomorwahidsudah tidak diragukan lagi. Pohon ini memang sangat dikenal dengan hasil kayu yang indah, awet, tahan terhadap serangan rayap dan cuaca. Pohon dengan nama ilmiahTectona grandis sp.ini mampu tumbuh hingga ratusan tahun dengan ukuran yang besar dan tinggi sekitar 40 - 45 meter.

Ciri-Ciri Pohon Jati

Sebagai pohon penghasil kayu nomor satu kelas dunia, jati memiliki ciri-ciri khusus. Pohon tinggi besar dan lurus, memiliki lingkaran tahun, warna kayu coklat kuning hingga cokelat kemerahan, bentuk daun elips dengan ukuran 60 - 70 x 80 - 100 cm untuk pohon muda dan akan mengecil saat pohon semakin tua berkisar 15 x 20cm, daun berbulu halus dan menghasilkan warna merah darah jika diremas.

Selain itu, kayu jati memiliki ciri khusus yang sangat unik. Hal ini pula yang membuat jati dijadikan kayu berkualitas tinggi. Permukaan kayu jati memiliki zat serupa minyak sehingga membuat kayu tampak indah tanpa harus divernis. Cukup diamplas, berbagai furniture maupun barang berbahan dasar kayu jati akan tampak indah. Terlebih, jika diletakkan di tempat beratap.

Jati sering tumbuh di hutan homogen, yakni hutan yang jenis tumbuhannya sejenis. Oleh karena itu hutan jati hanya dipenuhi pohon jati saja. Meski tumbuh di iklim kering, di hutan jati tidak mudah terjadi kebakaran hutan. Ini karena kulit kayu jati yang tebal dan tempurungnya yang keras relatif tahan api. Kalaupun sampai terbakar, lembaga biji jati tak akan rusak. Tempurung biji jati yang rusak karena terbakar malah mempermudah tunas jati untuk muncul dan tumbuh saat musim penghujan tiba.

Daun jati yang lebar ketika gugur dan jatuh ke tanah membutuhkan waktu yang lama untuk melapuk, sehingga menghalangi tumbuhan lain untuk tumbuh dan berkembang. Daun-daun jati yang gugur juga mudah terbakar, tetapi pohon jati sendiri tak akan terganggu dengan kebakaran tersebut.

Pohon Jati Dikenal Kokoh dan "Tahan Api"

Pohon jati dapat dikatakan sebagai salah satu pohon yang paling peka terhadap perubahan cuaca. Hal ini terbukti dengan pengguguran daun saat kemarau untuk mengurangi penguapan melalui daun sehingga persediaan air tidak cepat habis. Jati cocok tumbuh di area tanah agak basa yang memiliki pH 6-8, mengandung kapur yang cukup banyak, mengandung fosfor, dan tidak terlalu tergenang air.

Jati merupakan kayu yang sangat kokoh dan keras. Pengolahan kayu jati harus dilakukan dengan telaten. Bahkan, para pekerja Inggris kala itu meminta upah lebih jika harus membuat barang berbahan jati. Tak jarang, kekerasan kayu jati mampu menghancurkan perkakas para pekerja. Kekokohan inilah yang membuat jati digunakan untuk membuat kapal laut VOC pada abad ke-17.

Selain digunakan sebagai bahan baku kapal-kapal laut, kayu jati digunakan untuk membuat konstruksi berat. Misalnya, pembuatan rel kereta dan jembatan. Di lingkungan rumah tangga, kayu jati digunakan untuk membuta berbagai furniture dan konstruksi bangunan. Kayu jati dipilih karena memiliki ketahanan luar biasa dan tahan terhadap perubahan cuaca serta serangan rayap.

Pohon jati boleh dikatakan sebagai kayu pertama yang tahan terhadap api atau tidak mudah terbakar. Hal ini terjadi karena jati memiliki kulit yang tebal. Tidak hanya kulit pohon, buah jati memiliki kulit tebal serta dilindungi tempurung cukup keras. Biji pohon jati tidak akan rusak saat terbakar karena hanya tempurungnya yang terbakar. Bila tempurung biji rusak, jati akan mudah bertunas saat hujan tiba.

Kegunaan Pohon Jati

Selain kuat, pohon jati memiliki banyak manfaat dari akar hingga daun. Berikut ini beberapa manfaat pohon jati.

  • Akar berguna sebagai pewarna. Sekitar abad ke-17, warga Sulawesi Selatan menggunakan akar jati untuk mewarnai anyaman. Warna yang dihasilkan adalah kuning dan kuning agak kecoklatan.

  • Pohon jati berguna untuk membuat berbagai konstruksi berat dan furniture. Selain itu, hasil seduhan kayu jati yang pahit dapat dijadikan sebagai penawar rasa sakit.

  • Ranting pohon jati berguna sebagai bahan bakar kualitas satu yang menghasilkan panas sangat tinggi sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.

  • Daun muda yang diseduh maupun ditumbuk berguna sebagai penawar rasa sakit.

Persebaran Pohon Jati di Dunia

Pohon jati terdapat di wilayah Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, India, Indochina, hingga Jawa. Pohon ini biasanya tumbuh subur di hutan-hutan gugur, yakni hutan yag pepohonannya menggugurkan daun di saat musim kemarau tiba.

Berdasarkan penelitian para ahli botani, agaknya pohon ini adalah pohon asli Burma. Dalam perkembangannya, habitat pohon ini menyebar ke Thailand, Semenanjung India, Kepulauan Filipina, dan Jawa. Akan tetapi beberapa ahli botani lain berpendapat bahwa pohon ini adalah pohon asli India, Burma, Thailand, dan Laos.

Saat ini, Burma adalah pengekspor kayu jati terbesar di dunia. 70% dari kebutuhan jati dunia dipasok oleh negara ini. Selain Burma, pemasok kayu jati lainnya adalah India, Thailand, Indonesia (Jawa), Srilangka, dan Vietnam. Akan tetapi tetap saja tak ada yang mengalahkan kuantitas kayu jati Burma karena Burma memiliki satu-satunya hutan jati alami di dunia.

Pohon jati memang paling banyak tersebar di benua Asia. Orang-orang Asia suka membudidayakan jati karena kayunya yang kuat dan bagian-bagian pohon lainnya yang bermanfaat. Jati banyak dibudidayakan di Vietnam, Malaysia, Srilangka, Tiongkok, dan Bangladesh.

Pohon ini tumbuh baik di daerah dengan musim kering yang nyata tetapi tak terlalu lama. Curah hujan yang diperlukannya sekitar 1.200 - 3.000 mm per tahun, sedangkan cahaya matahari harus menyinarinya sepanjang tahun. Tanah yang baik untuk menanam pohon jati adalah yang agak basa dengan pH 6 - 8. Tanah tersebut juga harus banyak mengandung kapur dan fosfor agar air mudah meresap.

Pohon ini paling cocok tumbuh di area dengan ketinggian 0 - 700 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi bukan berarti pohon ini tak bisa tumbuh di dataran tinggi. Pohon ini mampu tumbuh sampai ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, tetapi kualitasnya tidak sebaik yang tumbuh di ketinggian 0 – 700 meter.

Dengan memahami karakteristik dan habitat pohon ini, semakin banyak negara yang menanam pohon ini. Di antaranya adalah Australia, Selandia Baru, Taiwan, Afrika (di daerah tropisnya), Amerika Tengah, dan Asia Pasifik.

Persebaran Pohon Jati di Indonesia

Di Indonesia, pohon ini paling banyak ditemukan di pulau Jawa. Dahulu para botani mengira jati bukan pohon asli pulau Jawa melainkan tumbuhan yang diperkenalkan dan ditanam oleh orang Hindu pada ribuan tahun silam. Akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa jati sudah ada di pulau Jawa sejak ratusan ribu tahun silam.

Di tahun 1927, sepanjang pesisir utara pulau Jawa dipenuhi hutan jati; mulai dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Pohon ini paling banyak tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian sampai 650 meter di atas permukaan laut.

Kini, hampir semua hutan jati yang ada di pulau Jawa dikelola oleh Perhutani. Di tahun 2003, luas lahan hutan jati yang dikelola pulau jawa adalah 1,5 juta hektar; nyaris seukuran seperempat luas pulau Jawa.

Selain di pulau Jawa, pohon jati juga dikembangkan di Muna (Sulawesi Tenggara), Bali, dan Nusa Tenggara. Pemerintah juga sedah berusaha mengembangkan pohon ini di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan. Sayangnya, jati tak bisa bertahan hidup dan mati pada usia 2 - 3 tahun. Ini terjadi karena tanah di daerah tersebut sangat asam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Buah Kelapa Sawit: Bioenergi Sampai Kebutuhan Rumah Tangga
  • Pohon Ganitri: Paru-Paru Kota, Peluruh Lemak
  • Perbedaan Tanaman Organik dan Anorganik
  • Manfaat Pohon Aren bagi Manusia
  • Mengenal Tumbuhan Hidroponik
  • Buah Kelapa yang Bermanfaat
  • Buah Salak, Jenis dan Kegunaannya
  • Mengenal Manfaat Pohon Gaharu dan Cara Budidayanya
  • Mengenal Pupuk Urea Lebih Dekat
  • Pohon Cemara, Pohon Kokoh nan Hijau
  • Mengenal Hama pada Tanaman Jeruk dan Cara Pengendaliannya
  • Pemupukan Tanaman Jagung dan Penyakit pada Tanaman Jagung
  • Cara Menyiram Tanaman yang Efektif
  • Klasifikasi Tanaman Hortikultura
  • Seputar Tanaman Cengkeh
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA