logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Pengasuhan Anak

Pengaruh Pola Asuh Keluarga terhadap Pribadi Anak


Ilustrasi pola asuh keluarga

Dalam sebuah keluarga, anak adalah calon generasi penerus yang harus dirawat dan dijaga sebaik mungkin. Pribadi seorang anak akan sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarga yang diberikan sejak dini. Karena itulah, orang tua harus berhati-hati dalam memberikan pendidikan apapun terhadap anak-anak.

Pertumbuhan dan perkembangannya sangat ditentukan oleh pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Beragam jenis pola asuh dapat dijadikan tambahan pengetahuan bagi orang tua dalam mendidik anak. Anak adalah bagian paling penting dalam keluarga. Kebahagiaan dalam hidupnya adalah kebutuhan utama orang tuanya.

Pentingnya Pola Asuh Tepat Terhadap Anak

Ketika anak dididik dan dirawat di dalam keluarga yang pola asuhnya baik, tentu pertumbuhan dan perkembangan anak akan memberikan hasil yang baik. Meski perkembangan teknologi semakin canggih, anak pun akan dapat memilah dan memilih mana saja yang sebaiknya ia ikut terapkan dalam hidupnya dan mana yang tidak perlu.

Pola asuh yang tepat ketika diterapkan oleh keluarga maka anak akan secara mandiri mampu menyaring segala hal buruk yang tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan serta diterapkan oleh keluarganya. Anak memang mudah sekali terpengaruh dengan hal baru. Tapi ketika anak mendapatkan pola asuh yang tepat, maka anak akan mengendalikan diri mereka secara baik.

Beragam pola asuh anak dalam keluarga memang dapat diketahui dari berbagai sumber. Hal itu harapannya dapat dijadikan bekal orang tua untuk menentukan langkah yang benar melakukan pola asuh terhadap anak sang buah hati mereka.

Macam-Macam Pola Asuh Keluarga pada Anak

Menurut beberapa ahli, pola asuh anak dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini beberapa bagian pola asuh terhadap anak dalam keluarga yang dimaksud, antara lain:

• Pola Asuh Otoriter

Pola asuh dalam keluarga otoriter cenderung memiliki banyak peraturan. Orang tua umumnya sangat membatasi anak-anak mereka dalam segala hal. Tak hanya dalam hal negatif, kadang untuk hal yang positif pun, gerakan anak-anak benar-benar dibatasi.

Dalam pola asuh seperti ini, komunikasi yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah, yaitu dari orang tua pada anak, sedangkan si anak tidak diperkenankan bicara atau mengeluarkan pendapat. Orang tua kerap memberikan banyak aturan yang bersifat memaksa, bila dilanggar maka akan ada hukuman.

Akibat dari pola asuh dalam keluarga seperti ini adalah anak menjadi tidak bebas, suatu saat akan menjadi pemberontak. Bahkan, bukan tidak mungkin pribadi anak akan menjadi kacau, negatif, dan bisa meniru orang tuanya.

• Pola Asuh Demokratis

Pola asuh keluarga secara demokratis agak lebih longgar dari otoriter, dan ini sangat bagus untuk membentuk pribadi seorang anak agar tumbuh menjadi orang yang baik.

Jenis pola asuh ini sangat memperhatikan kepentingan atau kebutuhan si anak. Mereka diberi kebebasan tapi tidak bersifat mutlak, peran orang tua masih sangat tinggi sehingga anak-anak pun tidak akan kebablasan dalam bertindak.

Tidak seperti tipe otoriter, komunikasi yang terjadi adalah komunikasi dua arah. Hal ini menyebabkan tidak terjadinya kesalah pahaman antara orang tua dan anak. Anak mengerti apa keinginan orang tua, orang tua pun mengerti tentang sejauh mana kebutuhan dan kemampuan anaknya.

• Pola Asuh Permisif

Pola asuh keluarga tipe ini benar-benar sangat longgar. Anak-anak diberi kebebasan untuk melakukan apa saja dan orang tua hampir tidak melakukan pengawasan terhadap mereka.
Sekalipun anak melakukan kesalahan atau mendekati hal yang berbahaya, orang tua cenderung tidak menegur mereka.Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa macam hal, misalnya orang tua yang terlalu sibuk bekerja, atau orang tua yang terlalu sayang hingga memanjakan anaknya.

Anak memang suka kebebasan, namun pola asuh seperti ini jelas tidak terlalu baik untuk membentuk pribadi seorang anak, karena anak umumnya masih sangat labil dan butuh tuntunan orang tua. Bila terlalu dibebaskan, mereka akan tumbuh menjadi anak manja, tidak suka bekerja keras, dan tidak akan sukses di tengah-tengah masyarakat.

• Pola Asuh Menelantarkan

Pola asuh jenis ini bisa dibilang lebih membahayakan daripada tipe permisif. Orang tua akan menelantarkan anak-anak mereka dan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh si anak.
Bukan hanya tidak peduli, orang tua seperti ini bahkan enggan untuk memenuhi kebutuhan anaknya, sehingga anak benar-benar ditelantarkan bahkan seperti orang lain saja.

Anak yang mendapat pola asuh dalam keluarga seperti ini tidak akan memiliki masa depan yang baik, kecuali mereka memberontak dan mencari jalan hidup sendiri sesuai kebutuhan mereka dengan bantuan orang lain.

Itulah beberapa bagian pola asuh terhadap anak yang ada dalam lingkungan keluarga. Masing-masing memiliki pengaruh. Setiap orang tua harus hati-hati dan cermat dalam menerapkan pola asuh yang telah dipahaminya. Semuanya diterapkan sesuai porsi dan target yang hendak dicapai oleh masing-masing orang tua terhadap buah hatinya.

Masa depan anak berada pada pengarahan serta pengontrolan orang tua. Anak akan senantiasa menerima apa yang orang tuanya contohkan terlebih ketika mereka mampu berpikir secara terbuka dan sesuai norma kehidupan. Mereka akan terus belajar dari orang tua mereka masing-masing tanpa keraguan di dalamnya jika hal yang dicontohkan dan diajarkan sesuai dan baik.

Tips Mendidik Anak

Melalui tambahan pengetahuan mengenai beberapa bagian pola asuh terhadap anak di lingkungan keluarga, maka ada baiknya masing-masing orang tua memperhatikan tips mendidik anak. Tips tersebut bukan hal yang paten dilakukan, tapi dapat membantu memudahkan setiap orang tua dalam mendidik anak dengan cara yang baik dan sesuai harapan anak juga sehingga ia tumbuh dan berkembang dengan baik.

Adapun tips mendidik anak yang dapat dicoba lakukan oleh para orang tua, diantaranya sebagai berikut.

  • Usahakan untuk selalu menanamkan ajaran agama pada anak-anak sejak dini. Pola asuh keluarga berbasis agama dinilai sebagai pendidikan paling baik sampai saat ini.
  • Anak akan meniru orang tua, jadi sebaiknya orang tua pun harus menjadi teladan yang baik. Jika ingin memiliki anak yang berperilaku positif, orang tua pun harus menjauhi segala hal yang negatif.
  • Menjalin komunikasi antara orang tua dan anak adalah hal yang sangat penting. Hal ini agar terjadi saling pengertian dan tidak menimbulkan salah paham.
  • Orang tua wajib memberikan aturan-aturan tertentu agar anak tidak terlalu dibebaskan, namun aturan-aturan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan atau kebutuhan anak, sehingga anak pun tidak merasa berat dan terbebani.
  • Hukuman memang boleh diberikan, bahkan dianjurkan agar si anak menjadi jera. Tapi hukuman yang dimaksud bukanlah kemarahan yang menjadi-jadi atau kekerasan fisik yang membuat anak kesakitan. Anak yang masih labil bisa salah paham dan berpikiran buruk pada orang tua yang suka memberikan hukuman fisik. Hukuman orang tua terhadap anak adalah bentuk kasih sayang, jadi Anda pun harus pintar-pintar memberikan hukuman apa yang cocok bagi anak Anda.
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Gaya Pengasuhan Anak dalam Keluarga
  • Lima Perlengkapan Menyusui yang Perlu Diketahui
  • Menyusun Menu Ibu Menyusui
  • Memanfaatkan Jasa Baby Sitter
  • Internet, Tempat Potensial Jual Baju Menyusui
  • Pilah-pilih Kaos Menyusui di Online Shop
  • Mengenal Posisi Menyusui yang Benar
  • Baju Menyusui Muslim
  • Baju menyusui Korea
  • Menebar Cinta Sejati ke Anak Asuh
  • Mengasuh Anak Dengan Cinta dan Sayang
  • Melahirkan Anak Kembar dan Cara Mengasuhnya
  • Menitipkan Anak Kepada Tante
  • Kata-Kata Sebelum Tidur, Menjalin Kedekatan dengan Anak
  • Parenting Islami yang Membumi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA