Dinamika Politik Singapura
Ilustrasi politik singapura
Asas Multipartai
Singapura sebagai sebuah negara kota yang menerapkan sistem Republik Parlementer, menganut asas multipartai. Namun, pada praktiknya, otomatis hanya Partai Aksi Rakyat (PAP, Poeple’s Action Party) yang selalu menang mutlak dalam setiap pemilihan umum. Ini terjadi sejak 1959, Singapura merdeka, hingga sekarang.
Demokrasi Sosialis
Politik Singapura yang tengah berlangsung memang sulit dikatakan sebagai perwujudan demokrasi yang sebenarnya karena pemerintah dibawah pimpinan PAP dikenal menerapkan undang-undang yang mengebiri perkembangan partai oposisi yang kuat. Oleh sebab itu, para pakar politik menamakan kehidupan politik Singapura sebagai demokrasi sosialis.
Ketua partai pemenang pemilu yang kemudian menjadi mayoritas di parlemen, akan menjadi perdana menteri. Presiden memilih perdana menteri karena diharapkan perdana menteri mempunyai legitimasi dan dukungan yang kuat dari mayoritas anggota parlemen.
Di Singapura, perdana menteri mempunyai kekuasaan pemerintahan, sedangkan presiden hanya merupakan posisi simbolis. Sistem ini berakar dari Westminster, yaitu sebuah model sistem politik dan hukum yang diadopsi dari model parlemen Inggris. Sistem ini biasanya disesuaikan dan diterapkan di negara-negara bekas jajahan Inggris, seperti Malaysia, Brunei, Myanmar, dan Singapura.
Demokrasi sosialis pemerintahan di bawah PAP berpandangan bahwa persoalan sangat mendasar bagi kelangsungan negara Singapura adalah persoalan politik. Tidak heran, jika dahulu Perdana Menteri Lee Kuan Yew membuat PAP sebagai partai tunggal yang mendominasi kehidupan politik Singapura.
Sistem partai tunggal ini menjadi modal paling kuat bagi kelangsungan kehidupan politik Singapura, sebagai negara kota, yang terkendali. Keadaan ini menjadikan Singapura jauh dari prospek demokrasi.
Dominasi PAP
Keberlangsungan Singapura menjadi sangat ditentukan oleh dominasi PAP dalam setiap pemilihan umum, sejak 1959 sampai sekarang. Isu keamanan etnis Cina di antara negara tetangganya yang mayoritas melayu, Malaysia dan Indonesia, membuat kelangsungan dominasi partai tunggal PAP menjadi sangat penting.
Apalagi, jika dikaitkan dengan sentimen anti Cina yang menyeruak di kedua negara tetangga terdekatnya itu. Selain itu, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Singapura harus diprioritaskan. Ini membutuhkan kestabilan politik yang kuat, mengingat negara ini miskin sumber daya alam dengan luas wilayah yang tidak lebih dari sebuah kota.Bahkan, Singapura mengimpor air dari Malaysia dan Indonesia.
Oleh sebab itu, Singapura mengutamakan pembangunan perekonomian yang diarahkan pada perdagangan internasional, menarik investasi asing, dan mencetak tenaga yang mempunyai skill. Kini, tidak bisa disangsikan lagi, langkah PAP yang dapat dikatakan otoriter dalam sistem demokrasi, ternyata dapat membawa Singapura menjadi negara maju, pasar ekonomi terbuka, serta bebas korupsi.
Partai Politik Singapura
Meskipun demikian, tetap ada sejumlah partai lain yang ada di Singapura selain PAP, yaitu Organisasi Nasional Melayu Singapura (PKMS, Pertubuhan Kebangsaan Melayu Singapura), Partai Keadilan Singapura (Singapore Justice Party), Partai Rakyat Singapura (Singapore People's Party), Partai Solidaritas Nasional (National Solidarity Party), Partai Demokratik Singapura (SDP, Singapore Democratic Party), Partai Pekerja (Workers' Party), Partai Progresif Demokratik (Democratic Progressive Party).

