Kisah di Balik Pondok Putri
Ilustrasi pondok putri
Jika kita sedang berada di Kota Surabaya dan hendak tahu seluk-beluk Kota Surabaya, ada banyak sekali yang menarik di Kota ini. Kehidupan malam di Kota Surabaya tidak ada matinya. Bahkan, kehidupan di kota ini sudah nyaris seperti di kota metropolitan, Jakarta. Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa di Kota Surabaya ada tempat prostitusi terbesar di Asia yang bernama Dolly. Padahal, ternyata di bagian lain kota ini ada tempat yang dikenal dengan nama Pondok Putri, yang juga merupakan tempat prostitusi terselubung.
Prostitusi dalam Kehidupan Masyarakat
Akibat Prostitusi dan Pergaulan Bebas
- Meningkatnya angka kehamilan di luar nikah yang akhirnya dapat merusak masa depan para remaja yang mengalaminya.
- Tingginya kematian remaja perempuan akibat tindakan menggugurkan kandungan, dikarenakan hamil di luar nikah dan terjerumus dalam pergaulan bebas.
- Penyebaran berbagai penyakit kelamin dan penyakit menular lainnya.
- Perpecahan dalam rumah tangga akibat perselingkuhan yang biasanya dialami oleh para lelaki setengah baya yang sudah berkeluarga, namun ternyata suka pergi ke tempat-tempat prostitusi.
- Meningkatkan angka kelahiran bayi cacat, baik fisik maupun mental, akibat tertular penyakit menular dan penyakit kelamin selama masa kandungan.
- Meningkatkan tindakan bunuh diri di kalangan remaja akibat salah pergaulan dan tidak dapat menanggung malu karena kehamilan di luar nikah yang mereka alami.
- Banyaknya penderita HIV dan AIDS yang tertular karena sering berkunjung ke tempat-tempat prostitusi seperti Dolly dan Pondok Putri di Surabaya.
Penanganan Dampak Prostitusi
- Bekerja sama dengan semua pihak, baik itu ketua Rukun Tetangga, pemuka agama, dan setiap individu dalam masyarakat untuk bersama-sama mengatasi atau bahkan menghentikan peredaran prostitusi dalam masyarakat.
- Mengadakan penyuluhan, baik di sekolah, di pertemuan warga, di berbagai perkumpulan, akan bahaya pergaulan dan seks bebas.
- Mengenalkan berbagai penyakit yang bisa menyebar dan menular jika sering melakukan aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan.
- Salah satu desa di Jawa Timur bahkan memasang CCTV yang berfungsi untuk mengintai para pengunjung yang datang ke rumah-rumah prostitusi untuk menciptakan kesan malu. Hal ini cukup berhasil, di mana semakin sedikit pengunjung yang berani berkunjung ke rumah-rumah prostitusi tersebut.
- Mengadakan kegiatan keagamaan secara rutin di kompleks prostitusi agar para pelaku prostitusi memiliki kesadaran untuk meninggalkan pekerjaan sebagai penjaja seks dan berusaha mencari pekerjaan lain.
- Memberikan bekal keterampilan bagi para penjaja seks tersebut sehingga mereka bisa berusaha untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan lain yang lebih halal dan sesuai dengan keterampilan yang sudah mereka kuasai.
- Menetapkan hukum yang tertulis dan ketat untuk para pelaku prostitusi, baik yang berprofesi sebagai penjual maupun sebagai pembeli.
- Undang-undang pornografi yang sudah ada harus diterapkan semaksimal mungkin agar masyarakat menjadi takut dan segan untuk melakukan prostitusi.
- Menutup tempat-tempat prostitusi di berbagai daerah dan melakukan razia bagi pelajar yang berani bekerja sambilan sebagai penjaja cinta.
Penggunaan Nama Pondok Putri
Sebenarnya, jika kita telaah lebih lanjut, penggunaan nama Pondok Putri ini tidak memberikan kesan yang negatif. Ada banyak kost-kostan dan asrama putri yang menggunakan nama ini dan rata-rata penghuninya adalah dari kalangan terpelajar dan anak dari keluarga baik-baik. Sebut saja misalnya adalah Pondok Putri Gontor yang merupakan nama salah satu pesantren khusus putri yang sangat terkenal. Atau ada pula yang menyebutkan Pondok Putri untuk sebuah rumah kost yang para penghuninya sebenarnya adalah pelajar atau mahasiswi berprestasi di kampus atau di sekolahnya.
Hukuman beberapa tahun penjara yang diberikan kepada para pelaku video porno terlalu ringan jika dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan dari penyebaran pornografi tersebut.
Karena itulah, akhirnya, masing-masing pribadi kita saja yang bisa mengantisipasi pengaruh-pengaruh negatif dari pornografi, prostitusi dan pergaulan bebas itu agar tidak merusak diri kita sendiri, keluarga kita, anak-anak kita atau bahkan orang-orang yang kita cintai.

