logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Kota

Pontianak - Kota Khatulistiwa di Kalimantan Barat


 Ilustrasi pontianak

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Tahukah Anda letak sungai Kapuas? Sungai ini melintas dan membelah kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini adalah kota yang dilalui garis lintang nol derajat bumi dan dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Di sini juga terdapat Tugu Khatulistiwa yang terletak tepat di garis khatulistiwa. Motto kota ini adalah “Pontianak Kota Bersinar”.

Sejarah Pontianak

Sejarah kota ini bermula sejak 241 tahun silam, tepatnya pada tahun 1771. Adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie sang pendiri kota ini. Kota ini didirikan pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 dan ditandai dengan membuka hutan di antara sungai Landak, sungai Kapuas Kecil, dan sungai Kapuas. Pembukaan lahan ini ditujukan untuk mendirikan balai dan rumah. 

Syarif Abdurrahman diangkat menjadi sultan di Kesultanan Pontianak 11 tahun setelahnya. Berkat kepiawaiannya dalam memimpin kesutanan, Syarif Abdurrahman mampu membawa kota ini menjadi kota perdagangan dan pelabuhan yang berkembang pesat. Kata “Pontianak” sendiri konon diambil dari nama “kuntilanak”, hantu wanita berambut panjang, yang sering kali mengganggu sang sultan di awal pendirian kota ini.

Sultan pertama di Kesultanan ini mendirikan sebuah pusat pemerintahan yang ditandai dengan dibangunnya sebuah masjid bernama Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman Alkadrie dan sebuah Keraton Kadariah di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Kesultanan ini bertahan selama ratusan tahun, hingga akhirnya kota ini berubah menjadi ibu kota dan kepemimpinan dialihkan ke tangan walikota di tahun 1950.

Sebagaimana kota-kota lainnya di Indonesia, sejarah kota ini tidak lepas dari pendudukan penjajah Belanda. Pasukan Belanda masuk ke kota ini pada tahun 1778, sesaat setelah kota ini dibangun. Perlawanan Kesultanan melawan penjajah Belanda juga tidak kalah hebat dibanding kerajaan-kerajaan lain di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah penjajah Belanda tetap berhasil menduduki kota tersebut dan mengubah sistem pemerintahan kota. Mereka membuat perjanjian dengan sang Sultan agar kesultanan dan pemerintah kolonialisme bisa hidup berdampingan. Setelah Belanda kalah oleh Jepang, penjajah Jepang tidak melakukan hal yang jauh berbeda. Mereka menduduki kota ini sambil hidup berdampingan dengan kesultanan. Hanya saja, kesultanan sejak masa ini mulai hancur.

Akhirnya, di tahun 1946 kesultanan ini berubah status menjadi kota. Ini disesuaikan dengan masa merdekanya Indonesia. kesultanan tetap ada hingga tahun 1950 sampai akhirnya hilang dan kota ini 100% berada di bawah pimpinan walikota.

Kota ini merupakan salah satu kota di pulau Kalimantan yang terus berkembang. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan jumlah tenaga kerja, semakin hari kota ini semakin maju dalam berbagai bidang kehidupan.

Demografi Pontianak

Berdasarkan sensus yang dilakukan tahun 2010 lalu, tercatat bahwa jumlah penduduk kota ini adalah sekitar 554.464 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan. Kabar baiknya, penduduk usia produktif lebih banyak dari penduduk usia lanjut. Dengan demikian, kota ini akan mampu lebih maju dengan produktivitas kaum mudanya.

Penduduk kota ini terdiri dari bermacam-macam suku, seperti suku Dayak, Bugis, Melayu, Jawa, Madura, Tionghoa dan lain-lain. Sementara itu, bahasa ibu yang ada di kota ini adalah bahasa Melayu, bahasa Tiociu, bahasa Khek dan bermacam-macam variasi bahasa Dayak. 

Agama mayoritas di kota ini adalah Islam. Selain Islam, terdapat pula penduduk yang menganut agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Khong Hu Chu, Animisme, dan aliran-aliran kepercayaan lainnya. Untuk memfasilitasi keberadaan beragam agama, kota ini menyediakan sarana peribadatan berupa masjid, surau, gereja, dan vihara yang jumlahnya seimbang dengan jumlah penggunanya.

Perekonomian Pontianak

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita kota ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, kota ini tergolong sebagai salah satu kota besar yang makmur di Indonesia.

Jenis perekonomian yang berkembang di kota ini yaitu di bidang perdagangan, industri, dan pertanian. Sektor perdagangan berkembang pesat di sini. Hal ini ditandai dengan berdirinya pusat perbelanjaan di berbagai sudut kota, seperti Mal Matahari, Mal Pontianak, dan Ayani Mega Mall.

Di bidang industri, terdapat lebih dari 34 perusahaan industri besar yang tersebar di berbagai penjuru kota ini. Jenis industri yang paling banyak adalah industri karet. Industri karet mampu meningkatkan PDRB kota ini dan mengurangi jumlah pengangguran. 

Selain industri besar, industri kecil pun turut menggeliat. Dengan jumlahnya yang mencapai ratusan unit, industri kecil di kota ini mulai memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan industri-industri kecil di kota lain. Dari banyaknya unit industri kecil di kota ini, sebagian di antaranya bergerak di bidang produksi makanan ringan. Adapun bidang-bidang lainnya adalah bidang industri anyaman keladi air, industri pengolahan hasil pertanian, dan sebagainya.

 Bidang pertanian dan peternakan juga turut berperan dalam memajukan perekonomian kota ini. Di bidang pertanian, tanaman yang paling besar hasilnya adalah ubi kayu, padi, dan ubi rambat. Sementara itu, buah-buahan yang dihasilkan di kota ini adalah nanas, pisang, nangka. Sementara itu di bidang peternakan, kota ini  memiliki peternakan sapi (potong dan perah), babi, kambing, dan ayam (ras dan buras).

Pendidikan di Pontianak

Dunia pendidikan di kota ini cukup terfasilitasi dengan adanya lebih dari 212 unit sekolah dasar (termasuk Madrasah Ibtidaiyah), lebih dari 82 unit sekolah menengah pertama (termasuk Madrasah Tsanawiyah), serta lebih dari 80 unit sekolah menengah umum (termasuk Madrasah Aliiyah). Jumlah guru di sekolah-sekolah ini pun relatif memadai dengan ditunjang oleh fasilitas yang banyak membantu proses belajar mengajar.

Sementara itu di bidang pendidikan tinggi, kota ini memiliki 27 perguruan tinggi. Dari ke-27 perguruan tinggi, 4 di antaranya adalah perguruan tinggi negeri yang dikelola oleh pemerintah, yakni:

  • Universitas Tanjungpura
  • STAIN Pontianak
  • Politeknik Pontianak
  • Poltek Kesehatan

Adapun 23 perguruan tinggi swasta di kota ini di antaranya adalah Universitas Muhammadiyah, Universitas Panca Bhakti, STKIP PGRI, AMP Panca Bhakti, STMIK Pontianak, STIE Budi Utomo, STIE Pontianak, AKOP Kasgoro, Universitas Terbuka, dan lain-lain.

Pariwisata di Pontianak

Jenis wisata yang terkenal di kota ini adalah wisata kuliner karena makanan di sini sangat beraneka ragam. Kota ini dijuluki “surga kuliner”. Berikut jenis makanan yang terkenal di kota Khatulistiwa.

  • Sambal Goreng Tempoyak
  • Pekasam
  • Sotong Pangkong
  • Bubur Padas
  • Pacri Nanas
  • Lemang (ketan yang dibakar)
  • Ikan asam pedas
  • Kwe Tiau
  • Chai (kue pastel)
  • Yam Mi
  • Gwek Pia (kue bulan)
  • Ka Lo Ci (kue yang dibuat dari tepung kanji)
  • Sio Bi (siomay)
  • Tau Swan (sup kacang hijau)
  • Peng Kang (sejenis lemper)
  • Bak Pao 
  • Bak Cang (ketan)
  • Ki Cang (ketan yang dikukus)
  • Le atau Jan (sup manis)
  • He Keng (daging goreng dari udang)

Untuk menunjang sektor pariwisata, di kota ini banyak berdiri sarana pendukung pariwisata, seperti hotel. Berikut daftar beberapa hotel yang ada di kota ini.

  • Hotel Aston (bintang 4)
  • Hotel Mercure (bintang 4)
  • Hotel Grand Mahkota (bintang 4)
  • Hotel Kapuas Palace (bintang 3)
  • Hotel Santika (bintang 3)
  • Hotel Orchardz (bintang 3)
  • Hotel Kini (bintang 3)
  • Hotel Peony (bintang 3)
  • Hotel Star (bintang 3)
  • Hotel Gajah Mada (bintang 3)

Itulah profil singkat kota Pontianak. Apakah Anda tertarik berkunjung ke kota Khatulistiwa ini? Selamat mencoba dan semoga perjalanan Anda menyenangkan.

Pontianak - Kota Tugu Khatulistiwa yang Mempesona

Pernahkah Anda berkunjung ke Ibukota Kalimantan Barat? Jika ya, Anda pasti punya banyak kenangan indah seputar Kota Pontianak dengan Tugu Khatulistiwa yang terkenal itu. Jika belum, tak ada salahnya Anda membaca informasi seputar kota tersebut. Anda dapat memasukkan Pontianak dalam daftar salah satu kota yang kelak akan dikunjungi.

Pontianak dan Sejarahnya

Nama Pontianak dikenal luas oleh masyarakat Melayu Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Nama ini berhubungan dengan satu makhluk gaib yang dikenal sebagai kuntilanak. Kuntilanak adalah legenda setan perempuan yang keberadaannya membuat masyarakat cemas. Konon, Sultan Syarif Abdurrahman yang sedang menyusuri Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, diganggu makhluk gaib ini. Ia menyuruh untuk menembakkan meriam agar tidak diganggu lagi oleh makhluk tersebut. Di mana meriam-meriam itu terjatuh, di situlah batas kesultanannya.

Sejarah Kota Pontianak memiliki versi tersendiri. Menurut versi sejarawan Belanda, VJ Verth dalam bukunya yang berjudul Borneos Wester Afdeling, bangsanya mulai memasuki Pontianak sekitar tahun 1773. Ketika itu, pendiri Pontianak, Syarif Abdurrahman, telah membangun daerah yang di kemudian hari dikenal sebagai Pontianak.

Syarif Abdurrahman, seorang putra ulama, meninggalkan wilayah kerajaan Menpawah dan Merantau. Ketika sampai di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Banjarmasin, ia menikahi adik sultan. Ia pandai berdagang dan menjadi kaya raya. Ia pun ikut melawan penjajahan Belanda dengan mempersenjatai kapal miliknya. Sultan Syarif Abdurrahman mendirikan permukiman dekat Sungai Kapuas, di percabangan Sungai Landak.

Daerah itu semakin makmur akibat perdagangan yang maju. Itulah awal mula Pontianak berdiri.
Menurut versi masyarakat umum, Kota Pontianak resmi berdiri pada 23 Oktober 1771. Syarif Abdurrahman pula yang mendirikannya. Dimulai ketika tokoh ini membuat permukiman dengan membuka hutan di persimpangan tiga sungai. Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas. Ia mendirikan balai dan rumah untuk ditinggalinya.

Permukiman itu pun lambat laun berkembang pesat. Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi sultan di Kesultanan Pontianak pada 1192 H atau 1778 M. Masjid Jami Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Keraton Kadariah menjadi pusat pemerintahannya.

Pontianak Masa Kini

Sejak negara kesatuan Republik Indonesia berdiri, kota ini telah dipimpin oleh beberapa walikota. Ada sekitar 12 orang yang menjabat sejak 1947. Sekarang, Kota Pontianak dipimpin oleh walikota bernama Sutarmidji, M.Hum yang menjabat sejak 2008 sampai 2013. Layaknya kota-kota di Indonesia, Pontianak terus berkembang dan membangun demi kesejahteraan masyarakatnya. Beberapa pusat perbelanjaan mulai berdiri pada 2001, ditandai dengan hadirnya mall Matahari, kemudian dibangun pula mall-mall lain.

Sektor pendidikan dan sektor pertanian juga dikembangkan. Tak heran bila sudah banyak perguruan tinggi swasta hadir di kota ini untuk mencerdaskan masyarakat. Sektor pertanian, seperti budidaya tanaman lidah buaya, tak luput menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) Pontianak.

Kota yang terletak pada lintasan garis Khatulistiwa nol derajat bumi ini terus berbenah menjadi kota yang nyaman dihuni masyarakatnya. Pontianak dipisahkan oleh tiga belahan sungai yang melewati wilayahnya, Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.

Perindustrian di Pontianak

Perusahaan industri, baik yang sedang maupun yang besar di Pontianak kurang lebih berjumlah 34 perusahaan. Tercatat ada 3.300 tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan-perusahaan industri tersebut (pekerja produksi 2.700 orang dan sisanya pekerja administrasi). Sementara itu, perusahaan industri besar atau sedang yang ada di Kecamatan Pontianak, menyerap tenaga kerja sebanyak 2.952 orang. 

Nilai keluaran yang diperoleh dari perusahaan industri besar atau sedang adalah sekitar 1,51 triliun rupiah, terutama perusahaan yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri karet. Nilai keluaran paling kecil berasal dari perusahaan yang ada di Kecamatan Pontianak Kota, yaitu sebesar 2,85 miliar rupiah, sedanglan NTB atas Biaya Faktor yang diterima yaitu berjumlah 217,10 miliar rupiah. 

Berdasarkan jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai investasi, dan nilai penjualan dari industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK), industri makanan ringan merupakan sentra industri kecil IHPK terbanyak di Pontianak. Industri ini berpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan jumlah tenaga kerja yang diserap adalah 329 orang. Nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah, sedangkan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. 

Pada 2005, industri anyaman keladi air di Tanjung Hulu, Pontianak Timur hanya mempunyai 16 unit usaha. Nilai investasinya hanya 17,5 juta rupiah dan 110 juta rupiah untuk nilai penjualannya.

Pertanian di Pontianak

Jenis tanaman pangan yang terbesar hasilnya di Pontianak pada 2006 adalah ubi kayu, padi, dan ubi rambat. Selain itu, masyarakat Pontianak juga menanam sayuran dan lidah buaya. Untuk buah-buahan, Kota Pontianak banyak menghasilkan buah nangka, pisang, dan nanas.

Sementara itu, peternakan yang ada di Pontianak adalah peternakan sapi (potong dan perah), kambing, ayam, dan babi.

Pendidikan di Pontianak

Pontianak memiliki beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, yaitu sebagai berikut.

  • Universitas Tanjungpura
  • Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Universitas Panca Bhakti
  • STAIN Pontianak
  • Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak
  • Politeknik Negeri PontianakPerguruan Tinggi Widya Dharma Pontianak
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak (STIEP)
  • AMIK Bina Sarana Informatika Pontianak
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak
  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pontianak
  • Objek Wisata Pontianak

Bila berkunjung ke kota ini, tak ada salahnya Anda mampir ke Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa berada di utara Kota Pontianak, Siantan. Tugu ini dibangun tepat di bawah wilayah yang dilalui garis lintang nol derajat di bumi. Tugu tersebut menjadi monumen kebanggaan masyarakat Pontianak juga rakyat Indonesia. Anda bisa mengabadikan gambar di tugu tempat tujuan wisata ini.

Pontianak pun terkenal dengan wisata sungainya. Apalagi, Sungai Kapuas membentang indah di kota ini. Anda bisa menyusuri Sungai Kapuas, menikmati pemandangan sekitar, atau menikmati sensasi berjual beli lewat perahu di pasar terapung sungai. Sangat mengasyikkan melihat perahu berseliweran dengan beragam dagangan untuk dibeli dan dinikmati.

Jika Anda tertarik pada wisata budaya, Pontianak juga kaya akan keanekaragaman budaya. Di kota ini, ada tiga etnis besar yang mendominasi, yaitu suku Dayak, suku Melayu, dan suku Tionghoa. Ritual adat yang dilakukan suku Dayak untuk bersyukur atas panen yang melimpah, yaitu Naik Dango, bisa Anda saksikan. Ada pula perayaan imlek dan sembahyang kubur yang memeriahkan suasana kota.

Anda bisa pula berkunjung ke peninggalan sultan-sultan Melayu di Pontianak dengan struktur bangunan unik dan megah, seperti Istana Kadriah atau Makam Raja Kesultanan Kadriah. Jangan lupa untuk melihat dari dekat rumah adat Kalimantan Barat dan Taman Alun-alun Kapuas di Pontianak dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

Bila ingin mencicipi makanan dan minuman unik Pontianak, siapkan diri untuk citarasa yang akan memanjakan lidah Anda. Ya, berwisata kuliner telah menjadi agenda bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Anda bisa mencoba pisang goreng pontianak dan sotong pangkong yang terkenal lezat. Berbagai makanan khas masyarakat Tionghoa, bubur padas, pacri nanas, sambal goreng tempoyak, dan lain-lain.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Kota dengan Sebutan Bumi Sriwijaya
  • Pasar Klewer - Pusat Batik Paling Populer
  • Cirebon sebagai Kota Sejarah
  • Peta Kota Probolinggo di Jawa Timur
  • Sekilas Objek Wisata di Kota Sambas
  • Sibolga - Kota Pelabuhan Eksotis
  • Sejarah Panjang Kota Sintang
  • Memahami Maha Karya Keraton Jogjakarta
  • Cianjur – Tempat Wisata Pilihan yang Sejuk dan Asri dalam Gugus Pegunungan
  • Tempat Makan Enak dalam Peta Surabaya
  • Kota Lubuklinggau: Kota Strategis di Sumatera
  • Kota Pacitan: Kota 1001 Gua
  • Dufan – Arena Rekreasi Kebanggaan Kota Jakarta
  • Cerita dari Karang Hawu, Pelabuhan Ratu
  • Mengenal Lebih Dekat Kota Ponorogo
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA