Klub Sepakbola Populer di Media Sosial
Ilustrasi populer
Populer merupakan kata yang merujuk kepada ketenaran. Begitu pula klub sepakbola. Tur pra musim, menjadi agenda populer dikalangan klub-klub sepakbola Eropa saat ini.
Menempuh perjalanan ribuan kilometer dan menyeberangi luasnya samudera bukan halangan berarti. Semua itu dilakukan dalam rangka membentuk kerangka tim yang solid menghadapi musim kompetisi yang akan datang. Berlatih dan melakoni laga persahabatan melawan sebuah klub lokal di negara tujuan sudah dirancang sejak jauh-jauh hari.
Di balik itu semua, kepentingan lebih besar sebenarnya dibawa oleh rombongan klub sepakbola. Upaya meningkatkan citra klub agar lebih populer dilakukan dalam serangkaian kegiatan tur pra musim yang biasanya diisi juga dengan kegiatan nonsepakbola. Menyapa para penggemar lebih dekat membuat ikatan emosi lebih menyatu satu sama lain.
Para pemain dapat melakukan komunikasi jarak dekat dengan orang-orang yang sukarela membeli kaus dengan nama mereka. Hal ini terasa spesial dibanding komunikasi yang dilakukan lewat kecanggihan teknologi dalam sebuah media yang populer dikalangan masyarakat. Contohnya Facebook, Twitter, dan Youtube yang memang cocok untuk komunikasi jarak jauh.
Populer di Media Sosial
Perkembangan pesat sosial media dalam beberapa tahun terakhir memunculkan reaksi positif dari klub-klub sepakbola luar negeri.
Mereka langsung membuka akun resmi di media sosial, seperti Facebook dan Twitter.
Kondisi ini menjadi menarik untuk dicermati, karena memunculkan persaingan yang ketat untuk menjadi klub paling populer di ranah maya layaknya yang terjadi di lapangan hijau.
Sebuah penelitian yang dilakukaan oleh Football Marketing, merangkum bahwa pertumbuhan penggemar sebuah klub di sosial media naik tiap bulannya.
Salah satu contoh klub asal Spanyol, Barcelona yang saat ini menduduki peringkat teratas rangking klub populer di media sosial berdasarkan jumlah fans dan pengikutnya (follower).
Perhitungan per 11 Desember 2011, menunjukkan fakta bahwa Barcelona mempunyai 25,68 juta penggemar fanatik.
Penggemar terbesar datang dari sosial media Facebook sebanyak 23,36 juta orang dan 2,32 juta follower dari Twitter. Secara keseluruhan pada tahun 2011, klub yang pernah diperkuat oleh Ronaldinho ini mengalami pertambahan jumlah penggemar rata-rata 1,485 juta tiap bulan.
Di posisi kedua, bercokol pesaing abadi Barcelona di Liga Spanyol, yaitu Real Madrid. Jumlah follower Real Madrid di Twitter mengalahkan Barcelona karena follower Barcelona dihitung berdasarkan akun berbahasa inggris.
Jika perhitungan di akun berbahasa Catalan milik Barcelona dimasukkan, maka Facebook dan Twitter dikuasai oleh Barcelona sepenuhnya.
Diurutan empat diisi oleh empat klub wakil dari Liga Inggris, berturut-turut Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Realitas menarik tentu saja keberadaan Mancehster United yang nangkring diurutan ketiga.
Patut dicermati bahwa jumlah penggermar Manchester United dihitung dari Facebook saja. Hal ini dikarenakan Macheseter United tidak memiliki akun resmi Twitter sama seperti klub anggota Liga Inggris asal Wales, Swansea City.
Di zaman globalisasi dan segala informasi bergerak cepat menyadarkan klub-klub sepakbola akan pentingnya peranan sosial media. Keberadaan sosial media semakin memudahkan dan mendekatkan interaksi penggemar dengan klub idolanya.
Berdasarkan analiss Kristian Gotsch, pendiri lembaga riset yang mengurusi customer relationship management bidang keolahragaan, mengungkap dua alasan mengapa semua klub harus meluncurkan akun resmi di media sosial. Alasan pertama terkait peningkatan jumlah penggemar dalam negeri yang stagnan.
Media sosial menjadi alat yang peling mudah untuk mengglobalkan kecintaan penggemar. Sebagai contoh Real Madrid, tentu tidak dapat berharap banyak terhadap peningkatan yang pesat dan lebih besar dari level domestik.
Fanatisme kedaerahan yang kental membuat setiap orang punya pilihan klub idolanya sendiri dari asal mereka. Maka dari itu, tidak salah jika Real Madrid terjun ke ranah media sosial untuk meraih penggemar baru dari luar negeri matador.
Alasan kedua, media sosial dijadikan alat efektif memasarkan produk baik berupa pernak-pernik klub maupun even penting klub, seperti laga persahabatan. Bagi klub sepakbola, media sosial mengambil peranan dalam mempengaruhi minat dan daya beli para penggemarnya. Kawasan Asia dan Amerika merupakan area yang menjadi target potensial pemasaran melalui media sosial.
Klub Indonesia juga Ingin Populer
Klub yang berlaga di Liga Indonesia pun tidak ingin kalah meski dari jumlah follower tetap saja kalah.
Apresiasi patut diberikan kepada dua klub yang sering menghadirkan bentrok antar suporter ketika bertemu yaitu Persija Jakarta dan Persib bandung.
Mulai 1 Januari 2012 mengeluarkan akun Twitter resmi bernama @persija_jkt.
Sedangkan Persib Bandung yang menamai akun Twitter resminya, @persibOfficial sudah meraih 8 ribu orang users.
Selain kedua klub papan atas di kompetisi tanah air ini, sebenarnya ada beberapa klub yang memiliki akun di Twitter.
Akan tetapi kehadiran mereka tidak diprakarsai oleh pihak manajemen klub. Kebanyakan akun dibuat oleh para pendukung dengan menamakan diri klub idolanya.
Hal ini tentu saja akan menimbulkan polemik tersendiri seputar berita-berita yang menyangkut klub tersebut.
Maka dari itu, klub Indonesia memang sudah seharusnya berpikir kedepan tentang keberadaan media sosial yang sangat menguntungkan.
Setiap saat para pendukung setia klub akan membutuhkan informasi akurat dan terpercaya dari dalam internal klub dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul.
Media sosial dapat menjadi sarana komunikasi antara pendukung dengan manajemen klub dan pemain kebanggaannya.
Interaksi sosial yang dilakukan individu yang berada di lingkungan klub akan memunculkan citra positif.
Setiap pertanyaan pendukung setia klub yang direspon secara positif tentu akan membuat pendukung merasakan aura klub. Secara personal perasaan dihargai melalui komentar dan saran yang mereka berikan kepada klub akan semakin menebalkan kecintaan.
Rasa kecintaan yang besar akan membuat pendukung klub semakin sering datang ke stadion dan memberikan dukungan di manapun klubnya bertanding. Dengan begitu tidak mustahil apabila jumlah pengikut sebuah klub di media sosial akan semakin bertambah.
Nilai Populer Klub Sepakbola Dunia
Nilai komersil sebuah klub akan sangat memengaruhi minat sponsor dalam menjajaki kontrak kerja sama.
Klub sepakbola yang populer tentu memilki basis pendukung yang besar sehingga menyimpan potensi besar sebagai duta promosi bagi sebuah perusahaan.
Menjalin kerja sama dengan klub yang dikenal khalayak luas memberikan kesempatan kepada perusahaan mitra memperkenalkan produknya.
Dilihat dari sudut pandang klub sepakbola, keberadaan sponsor akan mengurangi beban biaya operasional selama satu musim kompetisi.
Kesepakatan dengan sponsor yang umumnya terjadi adalah penyediaan perlengkapan olahraga, sarana transportasi klub, dan sebagainya. Hal ini juga memberikan pendapatan tambahan yang akan menjaga keseimbangan neraca keuangan.
Sebuah lembaga independen yang bergerak dibidang konsultan manajemen pemasaran, Brand Finance Plc. mengeluarkan daftar klub sepakbola yang mempunyai nilai komersil (brand value) pada tahun 2012.
Ditemukan bahwa prestasi sebuah tim tidak selalu berbanding lurus dengan popularitas yang mengangkat citra klub di mata masyarakat internasional.
Namun pengelolaan klub yang lebih profesional dan dampak krisis ekonomi di suatu negara menjadi faktor kunci menurunnya brand value.
Menurut data yang dirilis, diketahui bahwa urutan pertama klub sepakbola dengan brand value terbaik ditempati klub sepak bola asal Inggris, Manchester United.
Nilai jual Manchester United dikonversikan sejumlah 853 juta dolar AS. Angka tersebut naik sebesar 192 juta dolar AS dari tahun sebelumnya.
Peringkat pertama diraih Manchester United berkat upaya keras meraih pasar global.
Mereka mampu membuat jaringan profesional dengan orang-orang yang bekerja diperusahaan yang berstatus go international, seperti Pepsi, Disney, dan lain sebagainya. Sebuah hal yang menunjukkan bahwa Manchsester United berhasil memposisikan diri di industri olahraga secara tepat.
Brand Value Real Madrid Menurun
Bertolak belakang dengan kondisi yang dialami klub asal negeri matador, Spanyol, yaitu Real Madrid justru mengalami penurunan brand value.
Keberhasilan menjuarai kompetisi Liga Spanyol 2012 tidak lantas memberi dampak positif. Real Madrid memperoleh nilai jual sebesar 600 juta dolar AS atau kehilangan nilai 43 juta dolar AS dari nilai tahun sebelumnya.
Hal serupa diperoleh rival kuat Real Madrid dalam persaingan meraih gelar juara Liga Spanyol 2012, yaitu Barcelona.
Nilai jual klub ini harus turun dari 629 juta dolar AS menjadi 580 juta dolar AS. Kondisi yang dialami oleh Barcelona dan Real Madrid bukanlah kesalahan strategi dalam meningkatkan sisi komersil.
Ditengarai, buntut dari gejolak krisis yang melanda Eropa khususnya secara langsung memengaruhi ekonomi Spanyol dan Italia.
Prestasi menggembirakan justru ditunjukkan oleh klub asal Jerman, Bayern Munchen.
Meski berada diurutan kedua dengan nilai sebesar 786 juta euro, tetapi mereka mengalami peningkatan nilai jual klub yang signifikan.
Pada 2011, Bayern Munchen meraih 493 juta dolar AS yang artinya terjadi penambahan brand value sebesar 59% hanya dalam tempo waktu satu tahun.
Faktor yang menguatkan posisi Bayern Munchen terletak pada penguasaan pasar domestik.
Bayern lebih condong mendominasi pasar domestik sehingga mempunyai nilai tawar tinggi terhadap perusahaan di Jerman. Misalnya saja ikatan kerja sama dengan Adidas yang telah bertahan selama 10 tahun.
Contoh lain ialah klub sepakbola legendaris, Liverpool, yang berhasil menambah brand value sebesar 117 juta dolar AS. Pada 2011, Liverpool yang dikenal mempunyai suporter fanatik meraih nilai sebesar 250 juta dolar AS.
Hal ini semakin menegaskan bahwa faktor prestasi di lapangan hijau tidak memengaruhi nilai jual Liverpool dimata sponsor.
Sebagai informasi, Liverpool hanya menempati peringkat ke-8 di klasemen akhir Liga Inggris musim 2011/2012.
Klub sepakbola yang populer memang akan terjamin keberadaannya hingga beberapa generasi berikutnya. Rasa kecintaan orangtua kepada sebuah klub sepakbola biasanya menular kepada anaknya dan seterusnya. Untuk itu, klub sepak bola sangat ambisius menambah jumlah pengikut setianya hingga ke pelosok negeri manapun.

