logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Belanja    Buku    Koran

Fenomena Mencengangkan Harian Pos Kota


Ilustrasi pos kota

Orang Jakarta pasti tahu surat kabar harian Pos Kota. Apalagi para pengguna jalan raya yang setiap hari hilir mudik dengan berbagai moda transportasi. Pos Kota menjadi salah satu menu wajib mereka.

Rasanya belum pas jika bepergian tidak membaca Pos Kota. Padahal, berita yang mengisi halaman demi halaman di harian ini, melulu tentang kriminal. Yang kadang membuat bulu kuduk berdiri dan bikin gelisah.

Walaupun kebanyakan berita yang disampaikan adalah berita kriminal, tetapi ada hal lain yang bisa membuat pembaca tersenyum. Yaitu kartun yang ada di surat kabar ini. Doyok, adalah salah satu kartun favorit yang menghiasi halaman pos kota.

Fenomenal

Pos Kota memang fenomenal. Koran ini hanya beredar di Jakarta dan sekitarnya. Dia tidak menyebar ke kota lain, seperti koran nasional lainnya. Tapi oplahnya luar biasa. Hanya Kompas yang mampu menyainginya, yaitu mencapai lebih dari 500.000 eksemplar. Boleh dikatakan, Pos Kota adalah koran yang menguasai Jakarta.

Apa sebenarnya keunggulan koran yang satu ini? Yang pasti, isi koran ini bukan membuat pening kepala seperti koran politik. Dia hanya memberitakan sedikit tentang politik, tapi menginformasikan semua kejadian sehari-hari di seluruh wilayah Jakarta.

Mulai dari peristiwa kriminal sampai acara sunatan massal di kampung-kampung Jakarta, muncul di koran ini. Tak ada yang terlewat.

Iklan Baris

Segmen pembacanya pun relatif luas, tidak hanya melulu kelas menengah bawah, yang suka dengan berita-berita kriminal. Pos Kota dengan sangat cerdik juga menampilkan sejumlah rubrik yang mau tidak mau dibaca oleh kelas menengah atas.

Salah satunya rubrik iklan otomotif. Dibandingkan media cetak lainnya, Pos Kota jauh memimpin untuk urusan iklan jual beli mobil/ motor bekas. Siapa pun yang mau menjual atau membeli mobil dan motor bekas, tak lengkap jika tidak menggunakan dan membaca Pos Kota. Positioning yang sangat menguntungkan mereka.

Rubrik iklan baris memang menjadi salah satu primadona Pos Kota. Nyaris setiap hari, rubrik ini tidak pernah sepi peminat. Jika koran lain hanya menyediakan satu atau dua halaman saja, maka Pos Kota bisa menyuguhkan sampai 10 halaman, hanya untuk iklan baris.

Bisa dibayangkan betapa tingginya animo masyarakat terhadap Pos Kota. Jenis iklan baris pun sangat beragam, mulai dari otomotif seperti ditulis di atas, properti, barang elektronik sampai iklan supranatural. Semuanya tumplek blek dalam satu koran bernama Pos Kota tersebut.

Iklan yang cukup diminati dalam iklan baris ini tentu saja adalah iklan lowongan pekerjaan. Cukup banyak pekerjaan yang bisa didapatkan ketika membaca iklan baris di harian ibu kota ini. Tentu saja ini cukup efektif mengingat di Jakarta orang-orang berebutan mencari kerja. Bukan hanya dari penduduk asli atau sekitar Jakarta saja, melainkan juga orang-orang yang merantau ke Jakarta dari berbagai daerah di Indonesia. Karena banyaknya iklan lowongan pekerjaan ini, tentu saja harian ini akan laris manis diburu oleh para pencari kerja di ibukota.

Harmoko

Pos Kota lahir pada tahun 1970-an dari tangan dingin seorang wartawan bernama Harmoko. Bersama rekan-rekannya, Harmoko muda membangun sebuah surat kabar yang dicita-citakan menjadi ciri khas kota metropolitan, yaitu koran kriminal.

Di kota besar dunia, koran semacam ini seringkali disebut sebagai koran kuning, karena sangat kental dengan berita kriminalnya. Mereka cenderung menyajikan berita yang bombastis dengan judul-judul yang membuat mata terbelalak atau bergidik.

Ternyata Harmoko sukses besar karena Pos Kota sejak awal kehadirannya langsung diterima dengan baik oleh masyarakat. Tiras mereka setiap tahun selalu meningkat dan puncaknya terjadi sejak pertengahan 1980-an yang mencapai setengah juta eksemplar.

Nama Harmoko pun melejit menjadi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan kemudian menjadi menteri penerangan pada era Presiden Soeharto. Meski sinar Harmoko meredup setelah era Reformasi, tapi bintang Pos Kota tetap mengkilap. Sampai saat ini, posisi Pos Kota tak tergantikan oleh media cetak lainnya.

Doyok

Salah satu yang menjadi andalan dari pos kota adalah kartun metropolitan yang diberi judul Doyok. Kartun ini menggambarkan sosok tokoh bernama Doyok di mana sangat kritis dalam menanggapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Tentu saja cara menanggapi dari tokoh ini cenderung komedi, tetapi tetap tidak meninggalkan esensi dari hal kritis yang ingin disampaikan. Unik, menggelitik dan mengingatkan kita tentang apa yang terjadi di masyarakat.

Sport

Berita olah raga juga bisa didapatkan di harian ibukota ini. Walaupun tidak lengkap, tetapi lumayan untuk menambah pengetahuan tentang olahraga terhangat yang sedang terjadi. Terutama adalah olah raga sepak bola yang selalu memberikan kabar setiap harinya. Juga tentu saja ada olah raga lain yang tetap ditampilkan di harian ibukota ini.

Bahasa yang Merakyat

Mungkin salah satu kelebihan dari harian ini adalah bahasa yang digunakan dalam menyajikan berita. Pos Kota seperti tahu benar bahwa mayoritas pembacanya adalah golongan menengah ke bawah karena itu bahasa yang digunakan bukanlah bahasa tingkat tinggi di mana hanya orang-orang berpendidikan tinggi saja yang bisa memahaminya.

Bahasa yang digunakan adalah bahasa keseharian di mana bisa dimengerti oleh semua orang dengan berbagai taraf pendidikan. Tidak jarang bahasa yang digunakan terkesan dilebih-lebihkan. Tetapi, bisa jadi hal tersebut yang membuat orang penasaran ingin membaca berita yang ada di harian ini.

Judul Bombastis

Judul yang diberikan sebagai topik utama biasanya bombastis dan sedikit berlebihan. Memang tidak salah karena hal tersebut adalah salah satu cara untuk menarik minat pembaca. Karena bahasa yang berlebihan itulah, maka tidak jarang orang mengecap Pos Kota hanya memuat berita yang tidak jelas.

Kekurangan Pos Kota

Di samping banyak kelebihan yang membuat harian ini banyak dibeli oleh warga ibukota, Pos Kota juga mempunyai banyak kekurangan. Setidaknya ini yang dirasakan oleh penulis. Di antara kekurangan dari harian ini antara lain.

1. Berita bersambung di halaman lain.

Mungkin sebagian orang nyaman ketika membaca berita yang disambung di halaman lain, tetapi sebagian orang tidak lagi merasakan ketika harus membolak-balik koran untuk menemukan lanjutan berita yang ingin dibaca. Hal ini disebabkan karena di bagian halaman utama terdapat banyak sekali judul berita yang disampaikan. Jadi halaman utama seperti daftar isi yang ada di dalam buku.

2. Vulgar

Bisa dikatakan bahwa bahasa Pos Kota banyak yang vulgar dengan mendekat ke porno. Juga berita yang ada di dalamnya juga banyak yang mengandung “cerita dewasa”. Karena itu harian ini tidak direkomensikan untuk anak-anak.

Bukan hanya dari segi kata-kata yang vulgar, gambar yang disajikan dalam harian ini juga banyak yang vulgar.

Dibalik kelebihan dan kekurangannya, Pos Kota tidak bisa dipungkiri lagi sebagai harian terlaris di ibukota, bahkan secara jumlah oplah produksi, bisa dibilang laris secara nasional. 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Bisnis Indonesia, dari Orang Bisnis untuk Pembaca Ekonomi dan Bisnis
  • Suara Merdeka dan Sejarahnya
  • Kompas - Tetap Eksis di Tengah Serbuan Internet
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA