Memahami Tingkah Presiden Gusdur

Presiden Gusdur kadung terkenal kelewat kontroversial. Tingkah presiden Gusdur akan selalu jadi sorotan media dan masyarakat. Presiden Gusdur memang kerap melontarkan perkataan yang menyulut kebingungan.
Sebut saja soal alquran, ahmadiyah, dsb. Namun, presiden Gusdur adalah figur pluralisme di dunia yang diakui. Tekadnya dalam melindungi si lemah bukan saja kata, tapi tindakan.
Presiden Gusdur dan Wali
Bagi pengikutnya Gusdur bahkan dianggap wali. Sebutan ini melekat karena sikapnya yang sering melampui zamannya. Misalnya ketika Ia mampu menerka dengan benar akan dirinya yang jadi Presiden. Atau, kemampuannya menghafal ratusan nomor telepon yang sangat mengangumkan.
Gusdur kerap didatangi masyarakat yang minta doa, berkah, dsb. Itu sebabnya ketika Gusdur wafat, prosesi pemakamannya sangat ramai. Tua, muda, kristen, islam, paranormal, politisi, dsb datang membodongi pemakaman Gusdur.
Presiden Gusdur dan Pluralisme
Kiprahnya yang terkenal tentu saja soal pluralisme. Keberaniannya untuk menyuarakan prinsipnya membuat Ia jadi bahan olokan. Sebut saja soal Ahmadiyah, lia eden, dsb. Keyakinannya kukuh bahwa penganut ajaran tersebut harus bisa hidup di bumi Indonesia. Karena tidak bertentangan dengan konstitusi negara ini.
Presiden Gusdur dan FPI
Nah, kalau yang satu ini publik sudah hafal betul konflik yang terjalin. Front pembela islam yang keras sering menyerang gusdur. Gusdur yang liberal dan fpi yang konservatif bagai minyak dan air yang sulit dipersatukan.
Terutama dalam kasus penghinaan alquran. FPI naik pitam dan marah besar. Demo besar besaran terjadi. Gusdur jadi sasaran empuk kemarahan FPI.
Presiden Gusdur dan NU
Presiden Gusdur memiliki garis keturunan dari pendiri NU. Itu sebabnya ketika memimpin Nahdatul Ulama, Gusdur dianggap memiliki otoritas kultural dan struktural yang komplet. Organisasi islam terbesar di Indonesia ini yang memupuk jati diri Gusdur menjadi pribadi plural, humor, dan pemikir kelas wahid.
Presiden Gusdur dan Megawati
Naiknya gusdur ke kursi presiden tidak lepas dari sikap legowo Megawati. Megawati yang menggunakan kendaraan PDI-P meraup suara paling banyak. Namun koalisi yang dikomandoi Amien Rais justru meminta Gusdur jadi Presiden. Sejarah mencatat lengsernya Gusdur dari pucuk pimpinan presiden pun atas manuver politik Amien Rais.
Presiden Gusdur dan DPR
Gusdur penah bilang Dewan Perwakilan Rakyat bertingkah macam anak TK. Publik bingung. DPR tersentak dan sangat tersinggung. Selang beberapa lama kemudian masyarakat paham maksud dari ucapan tersebut. Sering berkelahi, tidak punya empati, plesiran ke luar negeri, dan korupsi adalah watak yang menyembul dari anggota legislatif kita.






