Apa dan Bagaimana Penilaian Prestasi Kerja?

Prestasi kerja merupakan suatu hal yang paling diperhatikan oleh perusahaan karena sangat berkaitan dengan maju dan mundur bisnis perusahaan tersebut.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah berskala sedang-menengah dan profesioanl di awal penerimaan karyawan akan dilakukan tes prikotes. Ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuan para calon karyawan dalam mendorong tumbuh kembangnya si perusahaan itu.
Prestasi kerja bisa dikatakan sebagai tolak ukur tingkat berhasil atau gagalnya seorang karyawan. Pihak perusahaan akan melakukan pemantauan secara serius dan konsisten terhadap kondisi karyawan tersebut. Hal ini untuk semakin meningkatkan kinerja dan motivasi para karyawan sehingga ekspektasi perusahaan untuk semakin besar dan bekembang bisa terealisir.
Definisi
Menurut Rao (1986) prestasi sebuah perusahaan tergantung secara signifikan dari kinerja yang diberikan oleh tiap-tiap karyawanya. Dalam arti bahwa kinerja karyawan secara kumulatif dapat menentukan suatu usaha berhasil, setengah berhasil, setengah gagal, atau bahkan bangkrut (bancrupt). Prestasi kerja setiap orang di insitusi usaha sangat diperhatikan karena terminalnya hanya dua: berhasil atau gagal.
Kastarini (1971) lebih menekankan bahwa prestasi kerja secara spesifik. Penilaian tiap-tiap karyawan dalam hal kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaan seusai dengan target yang diberikan perusahaan, kualitas pekerjaan, dan ketepatan dalam bekerja.
Beliau menyarankan bahwa untuk melakukan penilaian secara komprehensif terhadap kinerja karyawannya, pihak perusahaan bisa mengidentifikasi dari tingkat kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan.
Faktor Penentu
Penting diperhatikan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja seorang karyawan. Yang ditujukan untuk melakukan identifikasi terhadap kondisi perusahaan secara objektif.
Secara umum bisa disebut beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni: tingkat kecerdasan individu (karyawan), penguasan emosi, lingkungan kerja, motivasi, serta reward dan punishment yang dijanjikan.
Menurut beberapa pakar diungkapkan bahwa prestasi kerja lebih spesifik dipengaruhi oleh motivasi yang diberikan secara langsung oleh atasan, keaktifan dalam kerjasama sebuah tim (Kartini, 1981).
Sementara Manullang (1984) lebih menyorot kepada kemampuan fisik seperti normal tidaknya penglihatan, kekuatan jasad untuk melakukan dan menyelesaikan beban kerja, dsb.
Kasijan lebih komprehensif lagi dalam membeberkan faktor-faktor tersebut: terdiri dari dalam dan luar. Faktor dari dalam yakni terkait dengan bakat, motivasi, tingkat kepribadian yang biasanya bersifat mutlak dan sulit untuk dilakukan perubahan. Faktor internal, yakni: kondisi atau lingkungan kerja karyawan, keadaan lingkungan, dan sistem hukum yang berlaku di suatu negara.
Tujuan
Tujuan penilaian prestasi kerja merupakan terminal akhir dari serangkaian tahapan dari ditetapkannya penilain kinerja karyawan. Dilakukan secara reguler dan biasanya transparan supaya diketahui oleh si karyawan sendiri. Sehingga tidak muncul banyak prasangka yang bisa menimbulkan kontraproduktf. Diantara tujuan itu adalah:
- Mengetahui dan mengindikasikan sejauh mana si karyawan bisa sukses. Pengukuran ini juga bisa menjadi dasar dalam promosi karier karyawan itu sendiri, atau bahkan sebaliknya pemutusan hubungan kerja karena dinilai sudah tak layak dan produktif lagi.
- Mengetahui seberapa besar potensi dan kemampuan yang dipunyai oleh si karyawan tersebut.
- Data base karyawan yang digunakan bisa digunakan untuk memberikan reward and punishment.






