logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Perkembangan Anak

Anak dan Prestasi


Ilustrasi prestasi

Prestasi adalah sesuatu yang diraih setelah berusaha sebelumnya untuk mencapainya yang memang akan didapat setelah berjuang terlebih dahulu. Buat target dan lakukan usaha-usaha yang akan membuat target tercapai.

Beberapa orang mendapatkan piala, trofi, atau  piagam penghargaan sejak masih kecil. Semenjak usia dini banyak orangtua yang mendidik anaknya untuk meraih cita-cita yang diinginkan melalui lomba-lomba atau kompetisi mulai dari tingkat sekolah atau lebih tinggi lagi. 

Pada umumnya, meraih penghargaan biasanya dengan mendapatkan piala, piagam, atau trofi. Memang itu bisa dikatakan telah meraih prestasi tetapi itu sebenarnya lambang atau simbol dari pencapaian yang dicapai.

Bentuknya itu bermacam-macam misalnya menjuarai olimpiade fisika, matematika, kimia di tingkat dunia, ada yang memenangkan festival menyanyi tingkat Asia, peringkat satu di kelas,  menjadi juara umum sampai memenangkan lomba cerdas cermat tingkat desa.Tetapi tidak hanya seperti itu, banyak hal kecil yang bisa dikatakan sebuah prestasi.

Bentuk Prestasi

1. Dalam Rumah

Penghargaan tidak hanya seperti memenangkan juara bulu tangkis tingkat dunia, lomba debat tingkat nasional atau menjuarai olimpiade fisika internasional, tetapi juga dengan bisa melakukan hal yang bermanfaat dan melakukan hal yang baik. Dari kecil, anak dapat diajarkan bahwa membantu anggota keluarga di rumah adalah hal yang baik. 

Bukan hanya menjuarai kompetisi-kompetisi di tingkat sekolah dll tetapi dengan membantu ibu membawakan makanan ke meja makan, membangunkan kakak di setiap paginya, membawakan kaos kaki untuk ayah ketika siap-siap untuk bekerja ke kantor dan mengerjakan tugas sekolah tanpa harus diminta oleh ibu juga termasuk anak yang berprestasi dan bisa anak yang baik. 

Tetapi, jangan lupa setiap anak yang telah membantu anggota keluarga yang lain sebaiknya orangtua atau anggota keluarga yang lain di rumah bisa mengucapkan terima kasih.  Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan diri anak.

2. Luar Rumah/Sekolah

Ketika sudah tertanam rasa percaya diri di rumah anak akan memiliki bekal percaya diri yang cukup untuk di sekolah.  Setiap anak memiliki bakatnya masing-masing ada yang berbakat dalam imu berhitung seperti matematika, ada yang menguasai ilmu alam atau sosial atau ada yang piawai dalam berbahasa asing atau berbakat dalam berolahraga. 

Belajar sebaik mungkin dan serajin mungkin bisa menjadi bentuk prestasi atau dengan memiliki nilai yang tinggi untuk olaharaga.  Sebagai orangtua anak yang unggul dalam salah satu pelajaran bukan berarti dia tidak pintar. Tetapi, itulah bakatnya karena tidak semua anak memilki minat dan bakat yang sama. 

Dengan percaya diri yang dimiliki, anak bisa mendapatkan penghargaan sesuai minat yang dimiliki. Sebagai orangtua harus bijak menghadapinya karena terkadang bakat yang dimiliki anak kurang sesuai dengan keinginan orangtua. Orangtua harus mendukung minat dan bakat anak.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Prestasi Anak

1. Faktor Internal

Dari kesehatan adalah faktor dari dalam. Ketika kesehatan dimiliki dengan tubuh yang fit, maka akan lebih banyak untuk berbuat maksimal dan lebih memudahkan jalan untuk mencapai keinginan.

Ketika anak dibiasakan sarapan dan tidak jajan sembarangan,  anak tersebut fokus untuk belajar dan terhindar dari makanan yang tidak sehat. Sehingga ketika anak fokus belajar, tidak selalu terpikir untuk jajan sehingga tidak gampang sakit maka nilai yang baik bisa diraih. Anak akan lebih mudah menangkap pelajaran yang diterangkan oleh guru.

Berbeda dengan anak yang tidak sehat, seorang anak bisa saja sering tidak masuk sehingga tertinggal pelajaran dan kurang bisa mengikuti pelajaran ketika masuk. Hal ini dapat menyebabkan anak tidak maksimal untuk mendapatkan nilai yang baik.

Dengan memilki minat dan bakat, anak akan lebih menyukai kegiatan yang dilakukannya dengan senang hati. Ketika yang dilakukan anak adalah yang disukai berarti anak bisa fokus dengan apa yang dikerjakan. 

Kemudian, ketika fokus anak bisa meraih apa yang diinginkan dalam minat dan bakat yang dimilikinya. Sebagai orangtua harus peka terhadap minat dan bakat apa yang dimilki anaknya. Ini  agar orangtua bisa membantu minat dan bakat sang anak.

Jika masih kecil masih bisa dibimbing secara langsung oleh orangtua.  Tetapi, ketika sudah mulai beranjak sekolah dan orangtua merasa anaknya harus mengembangkan minat dan bakat di tempat yang lebih memungkingkan, anak bisa masuk ke sanggar atau tempat-tempat yang membuat minat dan bakatnya bisa terasah. 

Misalnya ke sanggar vokal apabila anak suka menyanyi atau sanggar tari jika anak suka melenggak lenggok ketika mendengarkan musik atau ke sekolah musik jika anak senang ketika bermain alat musik dan bahkan sekolah sepak bola jika anak anda suka berolahraga sepak bola.

2. Faktor Eksternal

Ketika di lingkungan sekolah, misal guru mendukung seorang muridnya untuk melakukan yang terbaik, hal ini membuat anak ingin merasa didukung dan ketika teman-temannya juga mendapatkan prestasi maka anak akan lebih termotivasi untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang baik tentunya.

Keluarga juga termasuk faktor eksternal. Dengan didukung oleh anggota keluarga, seorang anak bisa mendapatkan penghargaan. Karena lingkungan keluarga adalah lingkungan awal dari setiap anak sebelum menghadapi dunia luar. 

Pentingnya Prestasi Bagi Anak

Setiap ilmu pengetahuan atau pelajaran harus dimulai dari sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Orangtua wajib  mempersiapkan seorang anak menghadapi dunia luar. Meraih apa yang diinginkan juga harus dipersiapkan dimulai dari lingkungan keluarga, dimulai di rumah, sekolah atau bahkan dunia. Bangun kepercayaan diri anak akan membuat anak tertanam rasa percaya dirinya untuk melakukan apapun.

1. Menambah Percaya Diri

Dengan memiliki prestasi maka anak akan secara otomatis menambah percaya dirinya, ditambah mendapatkan trofi sebagai simbol penghargaan ini berarti tanda seorang anak mampu dan berhasil berusaha.

Ini mengajarkan anak untuk percaya diri bahwa ia mampu melakukannya. Orangtua juga harus mengarahkan jangan sampai anak terlewat percaya diri dan kemudian menjadi sombong. Ini bukanlah hal yang baik karena anak akan merasa yang paling dari yang lainnya. 

Jadi, ketika anak mendapatkan apa yang diinginkan sebagai orangtua harus mengingatkan kembali kepada anaknya untuk belajar bersyukur terhadap apa yang didapatkan.

2. Memberi Manfaat

Ketika sudah mencapai prestasi yang diinginkan, anak yang mendapatkannya akan berubah lebih baik lagi dan ini akan bermanfaat bagi semua. Ketika anak mendapat penghargaan, orangtua harus mengingatkan anak untuk bersyukur dan mengajarkan untuk bisa berbagi kepada sesama sehingga bermanfaat.

Serta, ketika anak misal meraih nilai bagus di kelas ia bisa belajar mengajarkan kepada teman atau adiknya yang ingin diajari atau tidak mengerti tentang pelajaran.

3. Memberikan Motivasi

Dengan memiliki prestasi hal ini akan memunculkan motivasi untuk menambah lagi apa yang telah diraih. Ketika sudah diraih, pasti akan timbul keinginan untuk lebih baik. Misal, awalnya memenangkan lomba cerdas cermat tingkat sekolah maka anak akan lebih baik lagi dan termotivasi dengan ingin memenangkan cerdas cermat tingkat kecamatan atau sampai provinsi atau lebih tinggi lagi. 

Ini adalah semangat yang baik untuk mencapai posisi yang lebih tinggi. sebagai orang tua tetap harus mengingatkan juga jangan sampai anak termotivasi berlebihan dan sampai merasa iri jika belum mendapatkan yang diinginkan.

Dan, prestasi itu nyata dan berasal dari diri sesorang anak dan dari faktor luar yang membuat sang anak meraih apa yang diinginkan.  Tetapi ketika anak sudah mendapatkannya, orang tua harus tetap mengingatkan dan mengarahkan jangan sampai si anak menjadi sombong, bukan malah percaya diri. 

Buat juga anak bisa berbagi dan bisa memberikan manfaat kepada sesama yang membutuhkan serta buat mereka menjadi lebih termotivasi dari apa yang telah mereka dapatkan. Karena, dengan memiliki motivasi maka anak bisa meraih penghargaan lagi dari sebelumnya. Juga tidak lupa ajarkan anak untuk bersyukur karena ketika bersyukur anak bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengulik Fenomena Aktivasi Otak Tengah
  • Belajar Menjadi Psikologi: Belajar Menjadi Psikolog Anak yang Baik
  • Kecil Kecil Punya Karya, Pesona Anak Berprestasi
  • Belajar Menyenangkan untuk Anak Prasekolah
  • Pengertian Prestasi Belajar Siswa, Faktor yang Mempengaruhi
  • Mengenal Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
  • Aneka Permainan Belajar Bahasa Arab
  • Mengenal Teori Perkembangan Anak dari Erik Erikson. - ANNEAHIRA.COM
  • Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
  • Masa Pertumbuhan Anak Usia Tahun ke 6 Sampai 12 Tahun
  • Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli
  • Kecil-Kecil Punya Karya - Wadah Pengembangan Bakat Menulis Anak
  • Pendapat Pakar tentang Perkembangan Anak Usia 6 12 Tahun
  • Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini
  • Melatih Kemampuan Bahasa Pada Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA