logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Metafisika    Paranormal

Primbon Mimpi, Buku Sakti Warisan Nabi


Ilustrasi primbon mimpi

Setiap orang yang pernah tidur pasti pernah bermimpi. Kadang, peristiwa dalam mimpi itu terasa begitu nyata dan kadang sering terbawa hingga bangun tidur. Mimpi pada dasarnya hanya dianggap sebagai bunga tidur. Namun, tidak jarang pula orang yang mengartikan mimpinya sebagai isyarat peristiwa yang akan menimpa dirinya.

 

Bagi sebagian orang, mimpi memberikan efek luar biasa. Jika boleh disejajarkan, eksistensi mimpi hampir sama dengan ramalan. Namun, mimpi merupakan isyarat yang langsung datang pada orang bersangkutan tanpa media. Setiap mimpi diyakini memiliki maksud tertentu. Oleh sebab itu, primbon mimpi selalu jadi panutan.

 

Definisi Mimpi

 

Sebenarnya, mimpi dapat didefinisikan sebagai pengalaman bawah sadar seseorang yang melibatkan indera pelihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, serta indera lain dalam tidur. Terutama, seseorang yang tidurnya disertai gerakan mata secara cepat atau yang biasa disebut dengan istilah rapid eye movement (REM sleep).

 

Segala hal yang terjadi dalam mimpi biasanya mustahil terjadi di dunia nyata. Semua peristiwa itu pun berada di luar kuasa orang yang bermimpi. Namun, ada satu pengecualian, yaitu pada mimpi yang disebut lucid dreaming.

 

Dalam lucid dreaming, pemimpi sadar bahwa dirinya sedang bermimpi ketika mimpi masih berlangsung. Kadang, ia pun mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi itu. Bahkan, pemimpi dapat merasakan emosi saat bermimpi. Misalnya, emosi takut ketika mimpi buruk dan menangis saat mimpi sedih.

 

Mimpi Sejati

 

Orang-orang yang hidup dengan cara baik, bersih, tidak macam-macam, serta sering mendekatkan diri pada Tuhan, biasanya akan dianugerahi mimpi yang memiliki arti penting. Orang-orang seperti ini rata-rata memiliki waktu tidur yang sangat singkat. Mereka biasanya tidur setelah jam 21.00 dan bangun kembali pada pertengahan malam untuk salat tahajud (Islam).

 

Setelah ritual pendekatan diri pada Tuhan melalui salat usai, seorang muslim yang bijak dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, yaitu beristirahat dengan memejamkan mata atau tidur. Misalnya, mereka kembali tidur jam 02.00 hingga 04.00. Nah, dalam rentang waktu 2 jam itulah mimpi seseorang dapat dikategorikan sebagai mimpi sejati yang pantas ditafsirkan.

 

Sejarah Tafsir Mimpi

 

Pada dasarnya, penafsiran mimpi ini tidaklah semata-mata ada dan mewarnai kehidupan manusia modern. Penafsiran mimpi sejatinya sudah ada sejak dulu yang berawal dari keahlian Nabi Yusuf AS yang dikaruniai kemampuan untuk menafsirkan mimpi dengan benar. Kemampuan menafsirkan mimpi pun telah membawa beliau ke tahta Perdana Menteri Mesir.

 

Selain Sang Nabi, ada seorang sahabat yang dikenal dapat mengartikan mimpi secara benar bernama Sirrin. Dengan demikian, boleh dikatakan bahwa ilmu mengenai tafsir mimpi bukanlah sesuatu yang ngawur dan asal-asalan. Berbagai tafsir itu merupakan rangkuman mimpi yang dibuktikan dengan kenyataan-kenyataan yang sering terjadi.

 

Rangkuman peristiwa itulah yang diwujudkan dalam sebuah buku yang kini dikenal dengan primbon warisan para leluhur. Jadi, primbon dalam hal bukanlah berarti sebuah jimat atau buku sakti, melainkan sekumpulan penafsiran yang sudah dibuktikan kenyataannya. Masalah percaya atau tidak, semua kembali pada pemahaman tiap individu.

 

Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah benar bahwa rangkuman tersebtu semuanya berasal dari Nabi. Tentu saja tidak, masih banyak kecacatan dalam penyusunan buku primbon itu dan masih banyak juga nilai jawa yang dimasukkan ke dalam buku primbon.

 

Buku primbon tidak hanya memuat tentang tafsir mimpi saja tetapi masih ada hal lain yang juga dimasukkan ke dalam buku tersebut. Hal lain itu adalah seperti raja yang digunakan dengan maksud dan tujuan tertentu.

 

Raja adalah sebuah tulisan yang kebanyakan menggunakan huruf seperti huruf arab tetapi tidak memiliki makna seperti sebuah tulisan. Raja tersebut dituliskan dalam sebuah kertas yang nantinya akan digunakan sebagai jimat.

 

Maksud dari penggunaan raja sebagai jimat adalah raja tersebut diyakini kekuatannya semacam sihir yang disematkan dalam sebuah kertas. Kertas tersebut akan dibungkus dan digunakan oleh seseorang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Raja sendiri ada banyak sekali fungsinya dan semuanya berbeda tulisannya berdasarkan fungsi masing-masing. Ada orang yang ingin kebal terhadap senjata tajam maka cukup menulis raja dan menggunakannya di sekitar tubuhnya maka dipercaya orang tersebut akan memiliki sebuah ilmu kebal.

 

Tidak hanya itu, raja juga berfungi lain seperti untuk panen maupun untuk datangnya rejeki. Semuanya bisa dilakukan oleh raja tersebut karena macamnya sangat banyak sekali. Tetapi untuk kemanjurannnya masih perlu diragukan karena tidak semau hal yang diberikan bisa terwujud dengan sendirinya.

 

Contoh Tafsiran Mimpi

 

Berikut ini merupakan beberapa tafsiran mimpi yang boleh dikatakan sudah teruji tingkat kebenarannya.

 

  • Mimpi menyisir rambut berarti akan sakit.
  • Mimpi menjadi seorang raja berarti orang yang bermimpi akan memiliki sikap kejam dan egois.
  • Mimpi melihat hantu berarti segala usaha akan sukses dalam beberapa hari lagi.
  • Mimpi melihat bunga layu akan menemui kegagalan.
  • Mimpi membunuh tikus berarti akan mampu mengalahkan musuh.

 

Itulah deskripsi mengenai primbon atau tafsir mimpi, sebuah ilmu yang sudah ada sejak zaman nabi. Semoga bermanfaat!

 

Islam Memandang Primbon

 

Kegiatan tafsir terhadap mimpi memang pernah dilakukan oleh Nabi Yusuf tetapi bukan berarti bahwa primbon adalah warisan dari Nabi Yusuf. Perlu diketahui bahwa Nabi Yusuf adalah seorang manusia yang telah mempunyai keistimewaan karena beliau dekat dengan Allah SWT.

 

Keistimewaan tersebutlah yang membuat dirinya juga diangkat sebagai Nabi di muka bumi ini. Jadi jangan pernah disamakan antara manusia biasa dengan nabi yang mempunyai kedekatan dengan Allah SWT. Setiap perkataannya selalu terjaga dan setiap perbuatannya juga selalu bisa dipertanggungjawabkan.

 

Kemampuan menafsirkan sebuah mimpi sudah ada sebelum adanya Nabi Yusuf. Jadi tidak boleh dikatakan bahwa tafsir mimpi yang ada merupakan warisan dari nabi karena isi dari tafsir tersebut belumlah benar semuanya dari nabi bahkan bisa dikatakan bahwa semuanya bukanlah dari nabi.

 

Jika memang primbon adlaah bukti nyata warisan dari nabi maka seharusnya ada beberapa bukti otentik yang mengarahkan ke sana. Hal tersebut perlu dilakukan karena keotentikan suatu perlu dibuktikan secara ilmiah. Jika memang ada maka barulah bisa dikatakan sebagai warisan nabi.

 

Untuk saat ini masih belum ada pembuktian yang nyata diserta dengan bukti yang otentik mengenai hal tersebut. Jadi tidak bisa dikaitkan antara apa yang dilakukan oleh Nabi Yusuf dengan yang ada di dalam primbon. Jika dikaitkan maka akan besar kesalahan yang terjadi yakni apa yang ada di dalam primbon akan diyakini sebagai apa yang berasal dari Nabi Yusuf. Hal tersebut sangatlah berbahaya baik dari segi keagamaan maupun keilmuan.

 

Yang perlu diketahui bahwa memang benar ada salah satu nabi yang pernah melakukan tafsir mimpi dan itupun atas izin dari Allah SWT. Jadi kalau bukan karena ada izin dari Allah SWT maka semua hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

 

Sebagai seorang muslim atau yang beragama islam sudah sepatutnya kita menyakini apa yang ada di dalam alqur’an dan sunnah serta qiyas dan ijma para shahabat dan bukan yang lain. Kepercayaan kita kepada hal lain sungguh sangatlah berbahaya.

 

Meskipun terkadang oleh seseorang diberikan embel-emble label hanya kepada Allah tempat meminta tetapi jika pada prakteknya tidak seperti itu maka sama saja dengan menyekutukan Allah. Islam sangat membeci orang yang menyekutukan Allah SWT. Orang yang melakukan persekutuan termasuk ke dalam perbuatan yang memiliki dosa besar.

 

Sebagai seorang muslim sangatlah tidak diperbolehkan untuk mempercayai suatu ramalan. Tafsir mimpi bisa digolongkan sebagai sebuah ramalah karena sifatnya yang masih belum pasti. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menentukan atau menunjukkan hal yang belum pasti adalah masih bersifat ramalan saja makanya tafsir mimpi termasuk ke dalam ramalan.

 

Akan sangat berbahaya sekali jika seseorang mempercaya ramalan yang tidak ada di alqur’an dan sunnah nabi. Seorang muslim hanya boleh mempercayai apa yang ada di dalam alqur’an saja sebagai kitab wajib seorang muslim.

 

Di dalamnya diajarkan bagaimana seorang muslim tidak diperbolehkan menyekutukan Allah. Perbuatan mempercayai tafsir mimpi bisa jadi dikategorikan dalam menyekutukan Allah karena lebih percaya kepada mimpi daripada kepada kehendak Allah. Dan perbuatan tersebut termasuk ke dalam dosa besar. Semoga kita semua terjauhkan dari hal yang demikian.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Mudah Mengakses Dana dari Bank Gaib
  • Mewaspadai Tanda-tanda Sihir
  • Pancaran Aura Tubuh Manusia
  • Setan Budeg Sesungguhnya Adalah Jin dan Manusia
  • Ketumbar: Pelet Cinta Menghangatkan
  • Fenomena Batu Gaib bagi Masyarakat Tanah Jawa
  • Tafsir Mimpi - Sudah Ada Sejak Dulu
  • Bagaimana Cara Menghipnotis Orang?
  • Berani Bertemu Hantu Paling Seram?
  • Cara Menghipnotis Orang Secara Terpuji
  • Siapa Berani Mendiami Rumah Hantu?
  • Cara Melihat Alam Gaib dan Alam Jin
  • Sebuah Sejarah Pencarian Tuhan
  • Ramalan Nasib? Ke Laut Aja!
  • Alam Makro Menurut Kebudayaan Bali
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA