Aneka Prinsip Ekonomi
Ilustrasi prinsip ekonomi
Prinsip ekonomi secara umum diartikan sebagai sebuah bentuk pengorbanan yang dilakukan secara minimalis oleh suatu pihak, guna mendapatkan hasil yang maksimal dari pengorbanan tersebut. Prinsip ini berlaku secara umum, pada setiap sistem ekonomi yang berkembang di dunia ini. Tetapi ternyata prinsip seperti ini dipandang sebagai satu prinsip yang tidak sesuai dengan keadaan sekarang.
Misalnya, seseorang yang membeli reksadana sebesar 20 juta. Ternyata uang 20 juta rupiah itu tidak akan bertambah banyak kalau ia tidak tahu kapan menjual reksadananya. Kenyataannya adalah bahwa semakin besar modal, semakin besar juga keuntungan. Semakin kecil modal, semakin kecil juga keuntungan. Resikonya pun menjadi kecil. Keuntungan yang besar itu menuntut kesiapan menangung resiko yang besar pula. Hanya sebuah keberuntungan semata kalau bisa menggunakan modal sangat kecil tetapi mendapatkan keuntungan yang luar biasa.
Ekonomi Modern
Pada dasarnya, prinsip ekonomi inilah yang menjadi landasan bagi setiap orang yang hendak melakukan aktivitas ekonomi mereka. Harapan untuk mendapatkan keuntungan atau laba yang besar dengan modal yang minim kerap dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencapai kemakmuran ekonomi walaupun cara ini sangat sulit untuk didapatkan.
Kenyataannya adalah orang-orang yang mempunyai modal kecil itu juga mendapatkan keuntungan yang tidak besar. Sebaliknya, orang-orang dengan modal yang besar mendapatkan keuntungan yang besar juga. Konsep ini sama dengan konsep bagi hasil tabungan. Semakin besar jumlah tabungan, semakin besar juga jumlah bagi hasil yang akan diraih. Hal ini karena pembagian bunga atau bagi hasil berdasarkan persentase yang telah disepakati.
Di sisi lain, di dunia ini manusia mengenal ada beberapa sistem ekonomi yang berkembang. Di mana dari setiap sistem tersebut, memiliki prinsip-prinsip ekonomi yang tidak sama. Dasar dari apa yang diterapkan dalam ekonomi yang dikembangkan di setiap sistem ekonomi tersebut, didasarkan pada konsep dan tujuan yang ingin dicapai dari pemberlakuan sistem itu sendiri.
Pandangan setiap negara atau pemerintahan tentang perekonomian juga akan memang peranan penting pemilihan konsep ekonomi yang akan dipilih. Misalnya, China. Pada masa komunisme, China menutup diri dari dunia luar sehingga dijuluki sebagai negara tirai bambu. Kini China berusaha menjadi negara yang cukup bebas dan China membuka diri kepada dunia luar. Hasilnya sangat luar biasa. China tumbuh sebagai negara denga kekuatan ekonomi yang cukup disegani.
Pertumbuhan perekonomian China ini bahkan membuat beberapa negara menjadi sangat memperhatikan langkah-langkah yang akan diambil China untuk tetap menopang kemajuan dan perkembangan ekonominya. Dengan pertumbuhan ekonomi yang sempat mencapai angka di atas 10% per tahun, China menikmati kemakmuran yang telah lama diimpikannya.
Peraturan yang diterapkan di negeri Tirai Bambu ini cukup ketat. Misalnya, semua peraturan bukan berdasarkan kekuasaan seseorang. Peraturan itu benar-benar peraturan yang ditetapkan dengan hukum yang pasti sehingga setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memakmurkan diri dan keluarganya. Dalam bidang pemberantasan korupsi, China juga sangat tegas. China memperlakukan hukuman mati kepada para koruptor.
China sudah sangat tahu bahwa korupsi adalah musuh yang sangat nyata yang akan menghambat perkembangan negeri dan kesejahteraan rakyat pun akan tersendat. Indonesia bisa mencontoh China dalam hal penerapan sistem ekonomi yang berdasarkan hukum dan bukan berdasarkan rasa suka dan tidak suka. Hukum juga memperlakukan semua rakyat sama di depan hukum.
Walaupun kini Indonesia dianggap mempunyai catatan perekonomian yang baik, tetap saja yang terlihat adalah orang miskin yang tambah miskin dan orang kaya yang tambah kaya. Kemiskinan ini malah juga telah memicu meningkatnya orang miskin yang bunuh diri. Mereka pikir, masalahnya selesai dengan bunuh diri. Padahal kematian hanyalah awal dari satu kehidupan yang sangat adil dengan pembalasan yang setimpal.
Empat Sistem Ekonomi
Secara umum, ada empat sistem ekonomi yang pada saat ini banyak dikembangkan di berbagai negara. Sistem ekonomi pertama adalah sistem ekonomi kapitalis. Sistem ini banyak dianut oleh negara yang berazaskan liberal atau kebebasan mutlak. Amerika adalah salah satu negara yang menganut sistem tersebut. Dengan sistem ekonomi ini, orang-orang bebas berusaha. Siapa yang paling baik, paling kreatif, paling keras bekerjanya, bisa mendapatkan kekayaan yang diinginkannya. Uang adalah untuk uang. Uang adalah segalanya. Semua harus dibayar dengan uang.
Sistem kedua adalah sistem ekonomi sosialis. Sistem ini banyak digunakan oleh negara berkembang yang menyeimbangkan antara kontrol pemerintah dan hak masyarakat. China sebagai salah satu negara yang pernah berazazkan komunisme, menganut sistem ekonomi ini. Rakyatnya boleh saja mempunyai kekayaan yang besar. Namun, kontrol pemerintah tetap ada. Indonesia sudah mulai ingin membuat pemerintahnya mempunyai kontrol terhadap ekonominya sendiri. Olah karena itulah, dibuatkan perjanjian baru terutama di bidang pertambangan. Kontrak baru itu sebagai upaya pemerintah untuk memberikan kesejahteraan yang besar kepada rakyat.
Pertamina sebagai perusahaan yang telah terbukti baik yang juga merupakan perusahaan milim pemerintah, ingin juga mencicipi manisnya menambang dan mengekplorasi kekayaan Indonesia itu. Selain itu, segenap kebijakan agar rakyat bisa mengakses semua data dan informasi tentang penggunaan dana dari pemerintah juga telah dibuat cukup mudah.
Sedangkan sistem ketiga adalah sistem ekonomi komunis. Sistem ini sudah mulai banyak ditinggalkan pasca keruntuhan negara Uni Sovyet yang banyak dianggap sebagai negara asal komunis. Satu negara yang masih menggunakan konsep ini, yaitu Kuba. Negara ini masih menjadi negara komunis. Mungkin kalau keluarga Castro masih menjadi penguasa Kuba, negara ini tidak akan mengubah konsep dan sistem ekonominya. Sebagian masyarakat Kuba juga cukup menikamati suasana perekonomian mereka. Mereka merasa sama-sama miskin dan sama-sama bisa menikmati fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.
Sementara sistem ekonomi keempat adalah sistem ekonomi Islam. Sistem ini mulai banyak dipelajari dan dikembangkan termasuk oleh negara yang tidak menganut sistem pemerintahan Islam. Inggris adalah salah satu negara yang sudah mulai menyisipkan sistem ekonomi Islam dalam sendi perekonomian mereka. Landasan dari sistem ekonomi ini sendiri adalah ajaran dari agama Islam yang berbasis pada kitab suci Al Qur’an serta Hadist dari Nabi Muhammad SAW.
Konsep ekonomi Islam dipandang lebih demokratis dan lebih adil. Semua orang bisa kaya asalkan tidak lupa dengan kewajibannya. Kekayaan itupun harus disebarkan kepada orang-orang yang membutuhkan dalam bentuk sedekah, infaq maupun zakat yang harus selalu dibayarkan berdasarkan tuntunan yang telah baku dan tidak boleh menggunakan aturan sendiri. Dalam menabung, ekonomi Islam ini memungkinkan seseorang mengalami kerugian bersama kalau pihak bank para nasabah yang menikmati utang dari satu bank syariah, tidak mampu membayar utang mereka.
Ciri Prinsip Ekonomi
Keempat sistem ekonomi tersebut memiliki prinsip ekonomi yang berbeda antara satu dan lainnya. Dampak yang dihasilkan dari penerapan setiap konsep ekonomi juga akan berbeda. Konsep tersebut memang menuntut hal yang berbeda. Setiap negara memang mempunyai budaya dan keyakinan masing-masing.
Prinsip ekonomi yang dianut keempat sistem ekonomi tersebut di antaranya adalah :
Sistem Ekonomi Kapitalis
Dalam sistem ini, prinsip ekonomi yang dianut di antaranya adalah kebebasan yang mutlak dalam kepemilikian sumber dan faktor ekonomi. Adanya kebebasan secara mutlak dalam masalah persaingan dan transaksi ekonomi antara setiap masyarakat. Adanya perbedaan ekonomi di antara setiap orang.
Sistem Ekonomi Sosialis
Prinsip ekonomi dari sistem ekonomi sosialis ini adalah adanya pengakuan hak milik perorangan. Negara hanya menguasai beberapa sektor ekonomi yang dianggap vital. Mekanisme pasar yang mempengaruhi setiap aktivitas ekonomi. Setiap kebijakan yang diambil selalu berpedoman pada kebutuhan masyarakat.
Sistem Ekonomi Komunis
Prinsip ekonomi dari sistem ekonomi komunis ini adalah tiadanya pengakuan hak milik perorangan, semua dikuasai oleh negara. Peran negara sangat mutlak dalam menentukan proses perekonomian masyarakat. Adanya perencanaan pada setiap sistem ekonomi yang hendak dijalankan.
Sistem Ekonomi Islam
Prinsip ekonomi dalam sistem ekonomi Islam adalah adanya pengakuan pada kebebasan individu untuk memiliki sesuatu. Adanya pembatasan pada setiap perbedaan ekonomi dalam masyarakat. Adanya pengakuan kesamarataan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Adanya distribusi kekayaan melalui sistem zakat. Di mana dengan zakat, kekayaan yang dimiliki seseorang akan diberikan sebagian kepada pihak yang membutuhkan. Penumbuhan nilai-nilai sosial.

