Produk Tekstil

Ekspor tekstil yang cenderung menurun dan membanjirnya produk impor, produk tekstil di dalam negeri berlebih, akibatnya di pasar domestik terjadi penumpukan. Produk tekstil laris pada waktu tertentu seperti Lebaran dan Ramadhan.
Banyaknya barang menyebabkan harga tekstil turun dan ternyata belum menarik pembeli dalam jumlah besar. Apabila harga tekstil turun, produksi minim, pertumbuhan ekonomi bisa berjalan lambat.
Kompetitor utama Indonesia adalah India dan Cina. Pemerintah diharapkan dapat “menyortir” masuknya barang-barang dari negara lain ke Indonesia. Pemerintah perlu melakukan terobosan dan strategi jitu agar masyarakat bisa tertarik membeli produk dalam negeri.






