Membangun Semangat Proklamasi Pada Remaja
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Berbicara tentang Proklamasi, mau tidak mau, pikiran kita akan tertuju pada satu peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pengangsaat Timur 56. Peristiwa itu terjadi berkat keberanian kaum muda pada saat itu mendesak Presiden Soekarno dan Wakilnya Muhammad Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Jepang.
Semangat para kaum muda, termasuk di dalamnya Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana dalam mendesak Bung Soekarno dan Hatta ini pastinya tidak muncul begitu saja, tetapi hal tersebut muncul dari adanya tekad yang kuat dalam jiwa kaum muda saat itu untuk membangun bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Tekad itu kemudian melahirkan sebuah peristiwa monumental yang layak dikenang sejarah bangsa ini, yaitu proklamasi.
Remaja Saat Ini dan Proklamasi
Pertanyaan besar saat ini adalah, adakah jiwa proklamasi itu pada diri remaja sekarang?. Sebab bila kita melihat perilaku remaja saat ini, tampaknya remaja sudah sangat jauh dari semangat proklamasi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya persoalan yang dibuat oleh remaja, baik dalam kategori ringan seperti membolos, maupun dengan kenakalan kategori berat seperti tawuran antar pelajar, narkoba, pesta miras maupun seks bebas. Kenakalan ini bukan hanya terjadi di kota besar saja, tapi sudah mulai sering terjadi di daerah pedesaan.
Kenakalan remaja tersebut adalah persoalan besar, sebab pepatah mengatakan “remaja saat ini adalah pemimpin di masa yang akan datang”. Dengan kata lain, generasi yang akan memimpin bangsa ini di masa yang akan datang adalah generasi remaja saat ini. Bila remaja saat ini tidak dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa ini, pastinya eksistensi bangsa ini di masa yang akan datang perlu dipertanyakan lagi.
Sehubungan dengan itu, salah satu cara untuk membangun kualitas remaja yang tangguh adalah dengan cara membangun semangat proklamasi pada diri remaja. Hal tersebut tentu saja bukan tugas guru di sekolah saja, tapi guru menjadi tugas orangtua, dan masyarakat keseluruhan.
Solusi
Menanamkan semangat proklamasi pada diri remaja adalah hal yang wajib bila kita ingin membangun masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Banyak cara yang bisa dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membangun semangat proklamasi pada diri remaja:
1. Memelihara tradisi cerita kepahlawanan seperti perjuangan para pendahulu kita dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, atau cerita para kaum muda dalam mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan proklamasi.
Cara ini biasa dilakukan oleh para orangtua dulu sebagai cerita penghantar tidur anak-anaknya. Sayang sekali karena faktor kesibukan orangtua, tradisi yang baik ini lambat laun sudah mulai ditinggalkan, akibatnya generasi remaja sekarang menjadi generasi miskin semangat.
2. Menanamkan kedisiplinan sejak kecil. Para pemuda yang menjadi inspirasi Bung Karno dan Bung Hatta dalam mengumandangkan proklamasi pada tahun 1945 adalah para pemuda yang sejak kecil ditanamkan kedisiplinan oleh orangtua mereka, sehingga di saat mereka beranjak dewasa mereka sudah siap tampil menjadi punggawa kemerdekaan bangsa ini yang ditandai dengan pembacaan teks proklamasi.
3. Merawat monumen bersejarah dan menjadikan monument tersebut sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat, sehingga monumen bersejarah itu tidak hanya sebagai pajangan saja. Tapi juga menjadi sarana dalam menanamkan semangat proklamasi pada diri remaja.
Tiga cara tersebut adalah salah satu solusi dalam membangun semangat proklamasi pada diri remaja. Tentu banyak cara positif lainnya yang bisa dilakukan untuk remaja yang kita cintai ini.






