logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Belanja    Makanan & Minuman    Fast Food

Waspadai Promosi Makanan Olahan!


Ilustrasi promosi makanan

Di zaman modern ini, kesibukan manusia seakan tiada habis-habisnya. Kegiatan banyak terpusat pada upaya mencari nafkah dan aktualisasi diri. Kegiatan memasak dianggap tidak terlalu penting dan cenderung dikesampingkan. Orang lebih memilih yang praktis saja.

Maka, tak heran promosi makanan olahan siap saji banyak bertebaran di media massa cetak maupun elektronik. Masalah kepraktisan menjadi salah satu hal yang paling ditonjolkan dalam iklan-iklan makanan olahan tersebut.

Di pasaran, makanan olahan tak terhitung banyaknya. Pilihan yang sangat beragam membuat konsumen jadi bingung menjatuhkan pilihan. Makanan olahan tersebut ada yang dikemas dalam kaleng, misalnya ikan sarden dan daging kornet. Ada juga yang berkemasan plastik dan tergolong makanan olahan beku, seperti nugget, sosis, bakso, dan tempura.

Sebagai konsumen yang cerdas, sebaiknya Anda jangan mudah terpengaruh oleh promosi makanan olahan yang mengklaim produk mereka sebagai produk sehat bergizi. Biar bagaimanapun, makanan alami jauh lebih baik. Ingat, kebanyakan makanan olahan mengandung banyak zat kimia seperti pengawet, pewarna, dan penyedap rasa yang dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, jika Anda terpaksa harus mengonsumsi makanan olahan, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Harga

Jangan terkecoh dengan promosi makanan olahan yang menonjolkan harga murah. Jika harga terlalu murah, Anda justru harus curiga, karena bisa jadi si produsen menambahkan zat-zat berbahaya ke dalam makanan olahan tersebut. Namun, bukan berarti makanan olahan berharga mahal sudah pasti aman, lho! Yang penting, perhatikan label kemasannya!

Label Kemasan

Perhatikan informasi pada label kemasan produk. Pastikan ada informasi lengkap yang mencakup nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat produsen, serta tanggal kadaluwarsa.

Pilihlah produk yang yang sudah terdaftar di Departemen Kesehatan. Hindari membeli produk yang tidak mencantumkan nama dan alamat produsen secara jelas. Ini untuk memudahkan Anda mengajukan komplain jika ada yang tidak beres dengan produk yang Anda beli.

Perhatikan pula bahan baku dan bahan tambahan yang dipergunakan. Apakah mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan?

Kemasan

Kemasan yang rusak (penyok, robek, berkarat, kusam) menandakan isinya pun bisa jadi telah terkontaminasi sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan keracunan yang mengancam keselamatan jiwa.

Untuk makanan olahan dalam kaleng, pilihlah kaleng yang baik, tidak penyok, tidak berkarat dan tidak cembung.

Perubahan Fisik

Jika kemasan masih dalam keadaan baik pun, Anda tetap harus waspada. Perhatikan jika ada bau tak sedap, perubahan warna, bentuk, dan rasanya. Itu juga merupakan tanda-tanda makanan olahan telah rusak dan tak layak dikonsumsi.

Kadaluwarsa

Pastikan makanan olahan yang hendak Anda beli mencantumkan tanggal kadaluwarsa yang jelas pada label kemasannya. Artinya, makanan olahan tersebut mempunyai batas akhir yang aman untuk dikonsumsi dengan jaminan mutu, tentu saja diiringi teknik penyimpanan yang tepat sesuai petunjuk dari produsen. Makanan olahan yang telah lewat tanggal kadaluwarsa berarti dianggap telah rusak. Jika dikonsumsi, dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa konsumen.

Kontroversi dalam Makanan Kemasan

Makanan yang dikemas dengan menggunakan teknik kemasan khusus untuk menyimpan dan menjaga bahan makanan dalam kondisi baik ketika mereka disimpan. Kemasan makanan mengacu pada pengolahan makanan untuk melestarikan dari kontaminasi kuman dan debu. Tujuan lain yang penting dari makanan kemasan adalah untuk mengurangi pemborosan makanan.

Di negara-negara maju, di mana makanan kemasan yang digunakan cukup sering, jumlah makanan yang terbuang adalah sekitar 3%. Sedangkan di negara-negara berkembang, tingkat wastage makanan adalah sekitar 30%. Namun, apakah Anda pernah dianggap bahwa makanan kemasan dapat membuktikan menjadi tidak sehat dan kadang-kadang berbahaya?

Kebanyakan dari makanan kemasan yang termasuk di dalamnya makanan olahan lebih lanjut dalam proses dua kali memasak mudah tersedia di pasar. Makanan kemasan juga bukan lagi semata mata makanan yang siap makan, melainkan makanan yang menuntut olahan lebih lanjut, yang tentu saja tidak sesuai dengan tujuan mengapa makanan di kemas.

Di tambah lagi sisi negatif seperti makanan kemasan mengandung gula buatan, aditif, bahan kimia dan pengawet, namun halnya malasah itu bisa dianggap angin lalu. Saat ini, ketika seseorang mengunjungi sebuah toko kelontong, dia menghabiskan pada anggaran lebih dari setengah rata-rata untuk membeli makanan kemasan.

Tubuh manusia membutuhkan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya yang bertanggung jawab untuk kesehatan fisik dan mental yang baik. Makanan olahan tidak mengandung nutrisi penting dan mengandung pengawet yang tidak sehat. Mari kita mengenal bagaimana makanan kemasan yang tidak sehat yang berbahaya.

Bahaya Aditif Makanan dan Pengawet

Makanan pengawet atau aditif adalah bahan dalam makanan kemasan yang digunakan untuk mengawetkan makanan untuk waktu yang lama dan dengan demikian, meningkatkan kehidupan rak-makanan. Aditif ini termasuk gula buatan, natrium nitrat, trans-lemak, BHA dan BHT, warna makanan sintetis dan monosodium glutamat (MSG).

Makanan yang dicap sebagai tidak ditambahkan gula, sebenarnya mengandung gula buatan, yang sebenarnya kalori kosong. The kalori kosong memiliki nutrisi rendah untuk rasio kalori dan menyebabkan kenaikan berat badan. Biasanya, minuman ringan mengandung zat aditif gula buatan, yang merupakan alasan utama untuk tingkat pertumbuhan obesitas pada orang.

Natrium nitrat ditambahkan ke daging dikemas dan dikatakan karsinogenik. The natrium nitrat dalam daging akan dikonversi menjadi nitrosamin (yang bersifat karsinogenik) ketika daging dimasak pada suhu tinggi. Trans-lemak kebanyakan ditemukan dalam makanan ringan, biskuit, kue dan keripik. Trans-lemak adalah lemak jenuh, yang meningkatkan tingkat mendapatkan serangan jantung. Lemak jenuh mengeraskan arteri jantung dan menyebabkan gagal jantung.

BTA dan BHA adalah dua antioksidan yang ditambahkan untuk menghindari fermentasi yang tidak diinginkan dari makanan. Penelitian masih berlangsung untuk membuktikan bahwa BTA dan BHA bersifat karsinogenik, sehingga disarankan untuk menghindari makanan dengan aditif.

Monosodium glutamat adalah penambah makanan, yang digunakan untuk meningkatkan rasa makanan. Makanan beku yang diawetkan menggunakan monosodium glutamat.

Garam ditambahkan ke makanan selama pengolahan sayuran, bumbu dan makanan cepat saji. Garam memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah ke tingkat normal dan kontraksi otot umum. Namun, peningkatan asupan garam dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh dan tekanan darah tinggi. Arteri dalam tubuh manusia menyusut akibat asupan yang berlebihan dari garam.

Ditambahkan warna dan pewarna dalam makanan ditemukan dalam sereal dan es krim. Banyak warna bersifat karsinogenik dan tidak memiliki nilai gizi. Dari alergi terhadap autisme, makanan berwarna dapat menjadi penyebab banyak penyakit.

Bahaya makanan kemasan yang tidak sehat dapat terdaftar sebagai berikut:

  • Tubuh sakit
  • Alergi dan ruam
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Diare
  • Sembelit

Ingat, semua makanan kemasan yang tidak sehat. Lain kali ketika Anda membeli makanan kemasan, membuat sebuah titik untuk memeriksa bahan-bahan dan aditif dari makanan yang dikemas.

Demikian beberapa tips yang harus Anda perhatikan saat berbelanja makanan olahan. Yang tentu saja secara gencar promosi makanan olahan meyerbu televisi Anda. Ingat, segala sesuatu yang alami selalu lebih baik. Jadi, jangan mengonsumsi makanan olahan secara berlebihan, ya!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kelebihan KFC dan Sejarah Fastfood
  • Perencanaan Sebagai Awal Belanja Hemat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA