Prosedur Ekspor: Individu Versus Negara
Ilustrasi prosedur ekspor
Globalisasi selintas mengantarkan orang atau Negara untuk terlibat dan terhubung dengan dunia luar secara bebas. Apabila sudah terhubung, tentulah bisa dengan leluasa untuk saling bernegosiasi dalam perjanjian bisnis. Tetapi, forwarder, trader, eksportir hendaknya mengerti betul bagaimana prosedur ekspor dijalankan agar sebuah produk bisa diterima di mancanegara.
Terlanjur sudah tertanam di benak kita bahwa barang yang diekspor haruslah yang nomor wahid. Kalau kita balikkan keadaannya, mengapa barang-barang impor yang masuk ke Indonesia terkadang malah barang rongsokan (bekas). Dengan logika seperti itu, Indonesia mestinya berhasil mengekspor apa saja, termasuk sampah sekali pun, kalau perlu. Jangan salah, sampah juga bisa dikelola menjadi teknologi gas dan energi alternatif.
Selain itu, ekspor juga identik dengan kegiatan pengiriman barang ke luar negeri dalam jumlah massif (banyak) dan diselenggarakan oleh Negara atau pebisnis besar. Padahal, ada segelintir usahawan kecil dan menengah yang sudah sering melakukan kegiatan ekspor seperti kerajinan, benda-benda seni, dan bola yang dipakai untuk sepak bola.
Bedanya individu (perusahaan kecil) dengan Negara dalam kegiatan ekspor adalah model dan sarana pengiriman barangnya saja. Kalau Negara atau pebisnis besar yang ekspor menggunakan peti kemas. Tetapi, kalau individu (pebisnis kecil) menggunakan jasa pengiriman barang domestik dan internasional, seperti pos dengan layanan Ekpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), Express Post, atau EMS. Sekarang sudah banyak pilihan ekspedisi yang bisa Anda percayakan sebagai mitra bisnis.
Jenis Ekspor
Bersadarkan jenisnya, ekspor dibagi menjadi dua yaitu Ekspor langsung dan Ekspor tidak langsung.
-
Ekspor Langsung
Ekspor langsung adalah kegiatan ekspor yang dilakukan secara langsung oleh pihak produsen dalam negeri ke luar negeri. Langsung di sini adalah produsen menjual barang kepada konsumen di luar negeri melalui cabangnya yang ada di luar negeri. Dengan sistem ekspor langsung ini, banyak keuntungan yang didapat. Diantaranya adalah keuntungan dari hasil industri akan lebih besar karena memangkas biaya distribusi ke pihak lain. Selai itu juga bisa dilakukan kontrol produksi yang tepat karena produksi hanya terpusat di perusahaan dalam negeri.
Selain mempunyai keuntungan, jenis ekspor langsung ini juga memiliki beberapa kerugian. Di antaranya adalah biaya transportasi yang lebih tinggi jika mengirimkan barang dalam jumlah yang besar. Juga akan terkendala birokrasi negara tujuan jika kegiatan ekspor ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh perusahaan.
-
Ekspor Tidak Langsung
Berbeda halnya dengnan ekspor langsung, ekspor tidak langsung ini adalah pengiriman barang ke luar negeri, melalui perantara. Perantara atau distributor inilah yang kemudian membeli barang dari perusahaan dalam negeri kemudian mereka menjual barang tersebut di negara lain. Keuntungan dari jenis ekspor ini tentu saja tidak perlu repot memikirkan jalur distribusi di negara lain, karena kita tinggal menjual ke distributor. Sedangkan kelemahan dari jenis ekspor tidak langsung adalah kurangnya pemahaman terhadap sistem penjualan di negara lain. Ini dikarenakan perusahaan tidak menjual sendiri barang-barang mereka.
Sebagian Kecil Tata Laksana atau Prosedur Ekspor Menurut Bea Cukai
-
Setiap barang ekspor menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
-
Barang ekspor diperiksa dokumennya oleh direktorat bea cukai.
-
Pengajuan PEB diajukan oleh Eksportir ke Kantor Pabean dilengkapi fotokopi surat-surat penting seperti LPS-E, Surat Tanda Bukti Setor (STBS), Surat Sanggup Bayar (SSB), fotokopi invoice dan packing list.
-
Barang ekspor diperiksa Surveyor disertai PEB dan lampiran CTPS.
-
Pengangkutan barang ekspor menggunakan peti kemas Less Container Load (LCL)
-
Pejabat Bea dan Cukai memberikan persetujuan muat pada PEB mencantumkan nama tempat, tanggal, tanda tangan, nama terang, NIP, cap dinas PEB yang bersangkutan.
Tiga Hal Mendasar Aktivitas Ekspor
-
Shipper/ Pengirim
Pengirim di sini adalah pihak yang melakukan penjualan barang ke luar negeri. Biasanya adalah perusahaan-perusahaan atau industri penghasil barang. Pengirim bertanggung jawab atas barang-barang yang dikirimnya baik tentang jumlah maupun kualitas dari barang tersebut.
-
Carrier/ Pengangkut
Pengangkut di sini adalah pihak yang melakukan pengiriman barang dari pihak pengirim sampai barang tersebut diterima oleh pihak penerima. Pihak pengirim bertanggung jawab atas keselamatan barang-barang dari pihak pengirim sampai barang tersebut berhasil diterima oleh pihak penerima. Biasanya, perusahaan-perusahaan pengangkut di sini merupakan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang transportasi baik laut maupun udara.
-
Consignee/ Penerima Barang
Pihak penerima barang di sini adalah pihak yang membeli barang-barang dari perusahaan dalam negeri. Biasanya penerima barang ini melakukan pemberlian dalam jumlah besar dari pengirim untuk proses ekspor.
Hal Teknis Prosedur Ekspor
-
Pemeriksaan
Hal teknis pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di sini dilakukan meliputi pemeriksaan jumlah barang dan barang apa saja yang menjadi komoditi ekspor. Di dalam pemeriksaan ini, terdapat dokumen tentang barang yang akan diekspor dan pemeriksaan dilakukan untuk kesesuaian dokomen dengan barang yang ada di lapangan.
-
Pemuatan
Proses pemuatan adalah proses memasukkan barang yang akan diekspor ke dalam sarana transportasi yang digunakan untuk proses pengiriman barang. Biasanya menggunakan kapal laut ataupun kapal udara. Proses pemuatan dibantu menggunakan alat-alat berat untuk mempermudah proses.
-
Pengangkutan
Proses pengangkutan di sini adalah proses membara barang-barang ekspor yang sudah di buat di sarana transportasi sampai barang tersebut tiba di negara tujuan.
-
Pengiriman
Pemeriksaan Barang oleh Surveyor
Pemeriksaan ini meliputi:
-
Jenis barang
Pemeriksaan meliputi jenis dari barang yang diekspor. Jenis barang ini harus sesuai antara barang yang di lapangan dengan data yang ada di dokumen. Misalnya saja barang yang diekspor jenisnya adalah mobil, maka yang ada di dokumen dan di lapangan haruslah sama yaitu mobil.
-
Jumlah barang
Jumlah barang adalah jumlah barang yang akan diekspor. Misalkan yang diekspor adalah mobil, dihitung mobil yang akan diekspor tersebut.
-
Spesifikasi teknis
Haru dijelaska spesifikasi teknis dari mobil tersebut. Misalkan ukuran dari mobil tersebut, kapasitas mesin, jumlah tempat duduk, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan mobil tersebut.
-
Klasifikasi barang
Klasifikasi dari barang ini termasuk dalam kategori apa. Barang mewah, otomotif, dan lain sebagainya.
-
Jenis kemasan
Kemasan yang ada di sini adalah kemasan yang digunakan untuk mengemas barang. Jika barang kecil, bisa dilihat kemasannya. Jika barang besar seperti mobil, bisa dilihat jenis tempat yang digunakan.
-
Merek kemasan
Adalah merek kemasan dari barang yang diekspor.
-
Harga satuan dan harga total
Adalah harga barang ekspor per barangnya dan harga total dari seluruh barang yang diekspor jika barang yang diekspor tersebut lebih dari satu.
Produk Ekspor Indonesia
-
Teknologi jembatan layang (sosrobahu)
-
Beras
-
Pesawat
-
Tempe
-
Buah-buahan
-
Radio kayu (radio wood)
-
Batik
-
Kraft
-
Furnitur
-
Pupuk cair
-
Ikan
-
Kelapa sawit
-
Karet
-
Udang
-
Kakao
-
Kertas fancy
-
Dan banyak lagi.
Semoga artikel tentang prosedur ekspor ini bisa bermanfaat untuk semua dan bisa membuka wawasan kita tentang dunia ekspor.

