logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Lingkungan Kerja

Prosedur Keselamatan Kerja Menggunakan Peralatan Las Oksi-Asetilin


Ilustrasi prosedur keselamatan kerja
Seperti halnya cara pengelasan yang lain, las oksi-asetilin digunakan untuk menyambung dua bagian logam secara permanen dengan atau tanpa bahan pengisi. Namun perlu diketahui peralatan las oksi-asetilin memerlukan prosedur keselamatan kerja yang berbeda dan lebih ketat. Kalau prosedur ini tidak diikuti, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain pengerjaan menggunakan peralatan ini membutuhkan keahlian khusus, tanpa adanya pelatihan tertentu, pekerja bisa melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal.

Bahan Berbahaya

Las oksi-asetilin menggunakan nyala api hasil pembakaran gas asetilin dan gas oksigen (zat asam) untuk memanaskan bagian logam yang akan disambung dan mencairkan bahan pengisinya. Las oksi-asetilin banyak dipakai untuk pekerjaan perbaikan body otomotif dan pemotongan logam. Pekerjanya harus mempunyai sertifikat tanda ia telah lulus pelatihan dan ujian bagaimana melakukan tuntutan kerja yang dibebankan kepadanya.

Bagi pekerja yang sudah sangat berpengalaman, upah yang mereka dapatkan bisa sangat tinggi. Mereka dihargai dari hasil kerja yang maksimal. Bayangkan kalau ada pipa gas yang bocor. Kebocoran ini bisa jadi akibat penyambungan yang tidak sempurna. Gas yang bocor ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan yang ada di sekitar keberadaan gas tersebut. Kalau ada api sedikit saja, maka kebocoran yang kecil itu akan mengakibatkan ledakan yang luar biasa. Korban bisa berjatuhan.

Pihak-pihak yang mempekerjakan para ahli dibidang penyambungan pipa ini, seperti Pertamina dan perusahaan tambang lainnya. Bisa dikatakan bahwa para pekerja yang keterampil ini bisa menikmati buah hasil dari kerja kerasnya. Keahlian ini tidak mudah didapatkan. Pengujian ketat harus dilalui. Jadi, kalau ada yang mampu, maka terkadang ia menjadi rebutan.

Tidak saja hasil pengerjaannya yang aman, tetapi bentuknya juga menarik dan tidak asal sambung. Hanya orang yang terbiasa melihat hasil kerja penyambungan pipalah yang paham mana pekerjaan yang bagus dan mana yang kurang bagus. Intinya adalah orang yang ahli itu akan menjadi seperti sumur. Ia akan dicari oleh orang-orang yang membutuhkan keahliannya. Ternyata orang Indonesia itu banyak yang terampil. Yang menjadi kendala terkadang adalah soal bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.

Banyak yang mengatakan bahwa orang asing yang bekerja di Indonesia itu bukanlah yang nomor wahid. Terkadang mereka malah tidak bisa bekerja. Tetapi karena mereka mempunyai kemampuan berbahasa, lalau mereka merangkum pekerjaan orang Indonesia yang bagus itu. Itulah mengapa gaji mereka lebih tinggi dan gaji orang Indonesia lebih rendah. Tentu saja hal ini cukup menyakitkan. Oleh karena itulah, tenaga ahli Indonesia harus mempunyai kemampuan yang baik dalam hal berbahasa agar tidak menjadi budak di negeri sendiri.

Prosedur Itu Demi Keselamatan

Saat bekerja menggunakan las oksi-asetilin, operator las harus memahami prosedur dalam keselamatan kerja karena sangat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. Bahaya kebakaran dapat dipicu oleh nyala api dan percikan bunga api yang mengenai bahan-bahan mudah terbakar. Sedangkan ledakan biasanya ditimbulkan oleh kesalahan dalam menggunakan peralatan las oksi-asetilin khususnya tabung asetilin dan pembakar. Takaran dan kebutuhan harus diketahui dan tidak boleh ada kesalahan sedikit pun.

Prosedur itu memang untuk keselamatan kerja sewaktu menggunakan las oksi-asetilin. Prosedur tersebut menekankan kepada tindakan pengamanan terhadap peralatan utamanya. Peralatan tersebut terdiri dari tabung gas, regulator, pembakar, dan selang las.

Tabung Gas
Tabung gas digunakan untuk menyimpan gas (asetilin dan oksigen) yang dibakar secara bersama dengan komposisi berbeda sehingga menghasilkan nyala api. Tabung gas terdiri dari satu tabung gas oksigen dan satu tabung gas asetilin. Tabung gas asetilin berisi gas yang dimampatkan dengan volume 40 liter dan tekanan hingga 15 bar. Tabung gas oksigen sendiri dapat diisi dengan gas sebanyak 74,5 m3 dengan kadar oksigen murni 99,5% dan tekanannya sebesar 151 bar.

Tindakan pengamanan yang dilakukan adalah menghindarkan tabung gas dari segala macam jenis minyak dan pelumas. Melindungi tabung gas dari benda panas dan terik matahari secara langsung serta kemungkinan bersentuhan dengan  kabel listrik. Menempatkan tabung gas ditempat yang aman dari benturan atau pukulan benda keras.

Tidak mengubah, mencabut dan menukar tanda pada tabung gas. Pemakaian gas harus selalu melalui regulator. Jangan menarik tutup pengaman sewaktu mengangkat atau memindahkan tabung gas. Apabila terjadi kebocoran tabung gas, segera bawa keluar ruangan. Hidung harus sangat peka dan sensitif terhadap bau gas. Terlambat sedikit saja, kesalahan ini bisa berakibat kecelakaan yang sangat berbahaya.

Regulator
Regulator terpasang di masing-masing tabung oksigen untuk mengatur keluarnya gas dari dalam tabung menuju pembakar melalui selang las. Regulator memiliki dua buah manomenter untuk mengetahui tekanan isi gas di dalam tabung yang disebut manometer tekanan isi. Manometer tekanan kerja untuk melihat tekanan kerja yang dipakai mengelas.

Tindakan pengamanan alat ini meliputi tangan atau sarung tangan harus dibersihkan dari minyak atau pelumas sebelum memegang regulator. Saat memasang regulator, bagian yang harus dipegang adalah badan regulator bukan pada manometernya. Katup regulator harus dalam keadaan tertutup saat akan membuka kran tabung. Cara membuka katup regulator dilakukan dengan memutar baut pengatur berlawanan arah jarum jam hingga longgar.

Putar baut pengatur tekanan kerja secara perlahan saat mengatur tekanan kerja agar tidak merusak membran manometer. Saat dilakukan pengaturan tekanan kerja pada regulator, posisi badan berdiri di samping.  Regulator yang sudah rusak harus segera diganti untuk pemakaian selanjutnya.

Pembakar/ Brander (Torch)
Pembakar digunakan untuk mencampur gas oksigen dan gas asetilin dengan perbandingan tertentu sesuai keperluan kerja. Pembakar terdiri dari dua macam yaitu pembakar pengelasan biasa dan pembakar pemotongan. Prosedur untuk keselamatan kerja menggunakan pembakar adalah pembakar tidak boleh disentuh atau dipegang oleh tangan atau sarung tangan yang terkena minyak atau pelumas.

Tidak diperkenankan menggunakan mulut pembakar untuk mencungkil atau memukul karena kerusakan pada mulut pembakar dapat menyebabkan nyala balik. Bersihkan mulut pembakar dari kotoran yang menyumbat secara berkala menggunakan alat penusuk khusus. Bibir mulut pembakar harus dibersihkan dari kotoran dengan menggunakan bilah kayu lunak sambil membuka kran tabung oksigen. Mematikan api yang menyala dari pembakar apabila tidak dipakai. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, simpan dan rawatlah pembakar dengan benar dan teratur.

Selang Las
Selang las menghubungkan tabung gas dengan pembakar las untuk mengalirkan gas oksigen dan asetilin. Selang gas oksigen berwarna hitam atau biru dan selang gas asetilin berwarna merah. Prosedur demi keselamatan kerja menggunakan selang las adalah selang las tidak boleh terkilir dan terjepit saat dipakai. Selang las tidak boleh bersentuhan dengan nyala api, bunga api, benda panas, benda tajam, dan segala jenis minyak atau pelumas.

Pemeriksaan selang las secara berkala dilakukan agar tidak terjadi kebocoran, hangus, dan sambungan longgar. Jangan menggunakan kawat, plastik, atau isolasi untuk menutup kebocoran. Bagian yang bocor harus dipotong dan disambung kembali menggunakan alat penyambung, pengikat, atau penjepit khusus selang. Gulung selang dengan rapi setelah menggunakannya.

Tata cara yang tepat dalam menggunakan peralatan las oksi-asetilin sangat menguntungkan efisiensi peralatan dan memberi rasa aman bagi operator las. Maka dari itu, pemahaman dan kesadaran operator las terhadap keselamatan kerja las oksi-asetilin akan mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Penjagaan Berlapis

Demi menjaga agar tidak terjadi kecelakaan dalam bekerja. Para pekerja ini mempunyai tingkatan. Tingkatan pekerja dimulai dari pekerja yang belum terlatih, pekerja terlatih, pengawas, dan manajer. Semaunya harus bekerja sesuai dengan gambaran kerja dan tanggung jawab masing-masing. Bila ada satu saja pekerja yang tidak mengikuti prosedur, maka kecelakaan itu bisa terjadi. Oleh karena itulah fungsi cek dan recek apa-apa yang akan dilakukan dan apa-apa yang telah dilakukan harus sangat disiplin dilakukan.

Kertas kerja dan daftar apa yang harus dicek harus dilihat dan diperhatikan. Dalam benak semua pekerja, apapun bisa terjadi sehingga menghindarkan diri dari bahaya seperti tidak menjadi seorang perokok adalah sesuatu yang sangat penting. Perokok itu biasanya akan membawa korek api dalam kantong pakaiannya. Bahan dalam korek api ini bisa menjadi pemantik api yang dahsyat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Belajar Rambu-Rambu Keselamatan Kerja di Bengkel Sekolah
  • Tips Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Menggunakan Komputer
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 Dalam Penggunaan Komputer
  • Mengenal Warna Berbagai Simbol-Simbol Keselamatan Kerja
  • Membudayakan Keselamatan Kerja
  • Menjadikan Slogan Keselamatan Kerja Berfungsi Efektif
  • Alat Keselamatan Kerja Las Listrik
  • Menjaga Keselamatan Kerja di Dapur
  • Mengenal Teori Keselamatan Kerja
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium Kesehatan
  • Undang Undang Keselamatan Kerja untuk Lingkungan Kerja Sehat
  • Keselamatan Kerja Dalam Menggunakan Komputer
  • Arti Simbol-Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium
  • Pedoman Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  • Peranan Penting Lambang Keselamatan Kerja
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA