logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Proses Persalinan

Persiapan Menghadapi Proses Persalinan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak pasangan muda yang masih belum mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan ketika akan menghadapi proses persalinan. Kurangnya pengetahuan akan persiapan menghadapi proses persalinan biasanya akan menimbulkan perasaan takut dan khawatir pada para ibu-ibu muda tersebut. 

Padahal sudah banyak buku-buku dan artikel yang membahas masalah persiapan dalam menghadapi proses persalinan ini yang dapat dibaca para pasangan muda sehingga menjadi lebih siap dalam menghadapi proses persalinannya.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ketika seorang ibu melewati masa-masa kehamilannya. Karena sejak masa kehamilan tersebutlah seharusnya persiapan untuk menghadapi proses persalinan sudah dilakukan. Semakin dini persiapan menghadapi proses persalinan tersebut akan semakin baik karena ketika dalam kondisi siap, ibu-ibu yang akan menghadapi proses persalinannya akan menjadi lebih tenang dan nyaman.

Proses Persalinan - Persiapan Sejak Masa Kehamilan

Ada banyak persiapan yang harus dilakukan oleh seorang ibu muda untuk menghadapi proses persalinannya. Persiapan itu harus dilakukan sejak masa kehamilan. Berikut ini akan dibahas satu per satu persiapan apa saja yang harus dilakukan sejak masa kehamilan.

  • Selama masa kehamilan, para ibu hamil haruslah mulai menjaga kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan fit dengan cara mengkonsumsi berbagai makanan yang bergizi serta mengkonsumsi berbagai vitamin yang diberikan oleh dokter. Kondisi tubuh yang fit sangat dibutuhkan dalam menghadapi proses persalinan nantinya. Selain itu, tubuh yang sehat dan fit akan membantu mempercepat proses persalinan.
  • Pada usia kehamilan tiga puluh empat minggu, para calon ibu ini diharapkan untuk membantu mempersiapkan posisi bayi di dalam kandungan agar siap untuk melalui proses persalinan. Posisi bayi yang siap untuk menghadapi proses persalinan adalah posisi kepala bayi sudah menghadap jalan lahir atau menghadap ke bawah. Cara membantu mempersiapkan posisi bayi yaitu dengan cara lebih sering melakukan latihan berlutut, membungkuk di mana posisi harus lebih rendah dari posisi bokong.
  • Untuk mempersiapkan proses kelahiran, para calon ibu juga harus banyak melakukan gerakan jalan dan naik turun tangga. Hal ini dipercayai secara turun temurun akan mempercepat proses persalinan sehingga proses persalinan tidak memakan waktu lama.
  • Persiapan lain untuk menghadapi proses persalinan adalah dengan rutin melakukan pijat perineum, yaitu memijat bagian tulang lunak yang berada di antara vagina dan anus agar bagian tersebut menjadi lebih elastis dan lentur sebagai jalan lahir bayi.

Tiga Tahapan Proses Persalinan Normal yang Harus Diketahui

Jika proses persalinan normal yang menjadi pilihan para calon ibu, maka ada tiga tahapan yang harus diketahui dan dipelajari sehingga ketika melewati proses persalinan normal ini tidak akan menimbulkan kepanikan.

1. Proses Persalinan - Tahap Pembukaan

Pada tahap pembukaan ini, jalan lahir mulai membuka. Pembukaan jalan lahir adalah proses persalinan awal yang ditandai dengan munculnya kontraksi. Tahapan pembukaan ini merupakan tahapan yang memakan waktu paling lama dari seluruh proses persalinan normal.

Biasanya kontraksi akan ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang dimulai dari punggung lalu perlahan menjalan ke arah vagina. Dan ketika masuk pada tahapan di mana proses persalinan harus di mulai, kontraksi akan terjadi semakin sering dengan intensitas rasa sakit yang semakin bertambah.

2. Proses Persalinan - Tahap Mengedan

Tahapan untuk mengedan dimulai ketika kepala bayi telah masuk ke jalan lahir secara sempurna. Proses persalinan akan segera dimulai ketika pembukaan jalan lahir telah masuk ke pembukaan sepuluh. Dan biasanya proses persalinan akan memakan waktu kurang lebih satu jam sejak tahapan pengedanan ini dimulai.

Perasaan akan mengedan ini terasa seperti kita hendak buang air besar. Mengedan berarti membantu bayi untuk keluar melalui jalan lahir dengan cara membantunya dengan dorongan mengedan tersebut. Proses persalinan yang normal ditandai dengan posisi kepala bayi akan keluar terlebih dahulu dari jalan lahir.

3. Proses Persalinan - Tahap Plasenta

Proses persalinan akan terus berjalan meskipun bayi sudah berhasil keluar. Tahapan berikutnya yang harus dilalui dalam proses persalinan secara normal ini adalah menunggu terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Perlepasan plasenta ini biasanya terjadi kira-kira antara lima belas hingga dua puluh menit setelah proses persalinan bayi. Perlepasan plasenta ini akan ditandai dengan kontraksi yang semakin cepat ketika bayi sudah berhasil dilahirkan. Kontraksi yang cepat tersebut menyebabkan pembuluh darah mengalami penekanan dan akhirnya menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim.

Menghadapi Proses Persalinan

  • Ketika menghadapi proses persalinan, sebaiknya para ibu atau calon ibu harus tenang dan tidak panik. Kepanikan akan menyebabkan seluruh sistem syaraf di tubuh menjadi tegang dan perasaan menjadi tidak nyaman ketika akan memasuki proses persalinan ini.
  • Ketika masih dalam pembukaan satu atau dua, gunakan waktu yang masih lama ini dengan berjalan-jalan sambil menikmati kontraksi yang terjadi sebagai salah satu keajaiban proses persalinan ini.
  • Ketika kontraksi di rasa semakin sering terjadi, segeralah pergi ke rumah sakit agar dokter atau perawat yang ada di rumah sakit dapat langsung mengenali tanda-tanda akan berlangsungnya proses persalinan.
  • Untuk meredakan rasa nyeri akibat kontraksi, mintalah pasangan mengusap punggung belakang, karena dengan usapan biasanya mampu mengurangi rasa nyeri dan sakit yang menyerang pada bagian punggung tersebut.
  • Melakukan kompres dengan waslap yang dicelup air hangat juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan nyeri akibat serangan kontraksi. Sambil menunggu proses persalinan maka mintalah pasangan untuk mengompres bagian punggung, leher, dan perut agar rasa sakit akibat kontraksi tersebut sedikit berkurang.
  • Dukungan emosi sangat dibutuhkan oleh para ibu atau calon ibu dalam menghadapi proses persalinan. Untuk itu, mintalah orang terdekat atau pasangan untuk mendampingi selama melewati proses persalinan ini. Dukungan emosi akan memberikan sedikit perasaan aman dan nyaman dalam melalui proses persalinan ini.
  • Ketika proses persalinan berlangsung, usahakan melakukan pengedanan dengan cara melekatkan leher pada dada. Hal ini dilakukan agar ketika mengedan, otot-otot leher tidak menegang yang dapat merangsang aktifnya kelenjar gondok yang bisa berakibat terkena penyakit gondok.
  • Pilihlah posisi yang paling nyaman ketika hendak masuk pada proses persalinan. Penambahan bantal untuk menegakkan tubuh bagian atas jika diperlukan maka mintalah tambahan bantal. Namun jika posisi tubuh atas yang tegak tersebut membuat tidak nyaman, maka carilah posisi ternyaman bagi kita agar kita bisa melalui proses persalinan tersebut dengan nyaman pula.
  • Usahakan mulut tetap dalam keadaan basah, karena biasanya ketika melalui proses persalinan, mulut dan bibir para ibu atau calon ibu yang sedang melewati proses persalinan ini akan menjadi kering akibat nafas yang berat selama kontraksi. Es batu yang diusapkan di bibir dapat membantu menyejukkan dan menyegarkan mulut dan bibir yang kering.
  • Jika diperlukan, minuman segar dan sedikit gula boleh diberikan bagi ibu yang sedang melalui proses persalinan karena minuman manis tersebut akan memberikan tambahan energi ketika melakukan pengedanan yang menguras banyak tenaga.
  • Usahakan untuk tidak jatuh tertidur ketika kondisi tubuh melemas selama proses persalinan karena ini akan sangat membahayakan baik bagi ibu dan juga sangat membahayakan bagi bayinya.
  • Setelah proses persalinan selesai, usahakan untuk tetap sadar hingga proses persalinan itu benar-benar telah mencapai kondisi yang diinginkan untuk mencegah hal-hal yang mungkin terjadi pasca proses persalinan. Ketika dokter sudah menyatakan bahwa kondisi ibu normal dan sehat, maka barulah ibu dapat beristirahat dengan tidur untuk memulihkan kondisi dan tenaga.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Bambu - Khasiat Serta Aneka Masakan dari Bambu Muda
  • Tips Membuat Teks Pidato Bahasa Inggris
  • Menguak ‘Kebohongan’ Bisnis Tianshi
  • Tips Belajar Menghasilkan Tulisan Berkualitas
  • Sejak Lahir Hingga Masuk Liang Lahat, Manusia Butuh Sertifikat
  • Laos, Antara Negara dan Bumbu Masak
  • Donat dan Gaya Hidup
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA