logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Geologi

Berbagai Teori Proses Terbentuknya Bumi


Ilustrasi proses terbentuknya bumi

Bagaimanakah proses terbentuknya bumi? Pertanyaan inilah yang terkadang sering muncul ketika berbicara tentang Bumi. Namun, sebelum mengetahui itu, perlu adanya pengetahuan tentang proses terbentuknya Bumi itu sendiri. Mengapa demikian? Karena untuk mencapai sesuatu harus dimulai dari dasar. Mempelajari tentang bumi itu adalah hal dasar yang harus diketahui.

Bumi merupakan bagian dari tata surya. Dalam tatanan tata surya, Bumi menempati posisi ketiga. Jadi, bumi merupakan planet terdekat ketiga dari tata surya. Bumi juga memiliki satu bulan. Selain itu, Bumi merupakan planet yang di dalamnya dihuni oleh makhluk hidup. Bumi juga merupakan planet yang tidak diam. Planet ini terus bergerak dalam tatanan tata surya.

Bumi berputar pada porosnya. Inilah yang sering disebut dengan Bumi berotasi. Perputaran ini yang akhirnya terjadi pergantian siang dan malam. Selain berputar pada porosnya bumi juga berputar mengelilingi matahari. Hal inilah yang disebut revolusi bumi. 

Lapisan-Lapisan pada Bumi

Pada kenyataannya, Bumi terbagi pada beberapa lapisan, antara lain sebagai berikut.

Kerak Bumi

Kerak bumi atau dalam bahasa Inggrisnya crush merupakan bagin luar bumi. Artinya, lapisan ini terletak pada permukaan pada bumi sehingga lapisan ini termasuk bagian yang tampak terlihat jelas karena berada pada bagian luar. Meskipun hanya lapisan luar, bagian ini memiliki ketebalan bumi mencapai 70 km.

Pada lapisan ini terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Selain itu, lapisan ini juga merupakan tempat tinggalnya makhluk hidup. Jadi, posisi tempat kita sekarang ini adalah pada bagian kerak bumi. Di dalamnya terdapat berbagai benda, seperti pegunungan, laut, gurun, dan yang lainnnya.

Suhu yang ada pada bagian kerak bumi ini adalah 1.110 derajat celcius. Karena bentuk bumi itu elips sehingga ada bagian terbawah pada lapisan itu. Menurut pada ahli astronomi, jarak kerak bumi sampai ke bagian bawahnya adalah 100 km. lapisan inilah yang dikenal dengan litosfer.

Selimut Bumi

Lapisan ini merupakan lapisan terbawah pada kerak bumi. Ketebalannya pun melebihi ketebalan kerak bumi, yaitu 2.900 km. Di samping ketebalan, suhunya pun juga melebihi keraknya, yaitu 3.000 derajat celcius. Selain itu, lapisan ini terdiri dari batuan padat pada bumi.

Inti Bumi

Lapisan ini merupakan pusat dari bumi. Lapisan ini juga terdiri dari berbagai material yang sifatnya cair. Selain bagian cair, lapisan ini juga didukung oleh penyusun utama pada bumi. Bagian utama ini terdiri dari logam besi 90%, niken 8%, dan bagian-bagian yang lainnya. Kedalaman inti ini sangat tebal, yaitu antara 2900 km-5200 km. Lapisan ini juga terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian inti dalam dan bagian inti luar.

Lapisan inti luarnya terdiri dari besi yang mencair. Lapisan inti luar ini juga mempunyai ketebalan 2000 km. suhunya pun juga hampir menyamai ketebalannya, yaitu 2200 km. Selain inti luar, inti bumi juga mempunyai bagian inti dalam. Bagian inilah yang merupakan pusat dari inti Bumi. Lapisan ini berbentuk seperti elips dengan diameter 2700 km, sedangkan suhunya pun tertinggi dari suhu yang lain yaitu 4500 km.

Teori Terbentuknya Bumi

Banyak berbagai teori tentang proses terbentuknya Bumi. Setiap teori itu mempunyai perbedaan tentang awal terciptanya Bumi. Selain itu, setiap teori itu menganggap bahwa teorinya yang paling benar sehingga semua teori disusun agar dapat diterima oleh akal sehat.

Adapun teori-teori tersebut, antara lain sebagai berikut.

Teori Big Bang

Menurut teori big bang, proses terbentuknya bumi terjadi sekitar puluhan miliar yang lalu. Hal ini dimulai dari suatu kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Tentu, ketika kabut itu berputar, ada beberapa bagian yang keluar dari bagiannya. Sementara itu, ada juga bagian besar yang tetap berada pada porosnya. Bagian besar itu terdiri dari beberapa gumpalan-gumpalan besar.

Menurut teori ini, gumpalan itu kemudian meledak dengan sangat dahsyat. Sehingga, membentuk galaksi dan nebula-nebula. Setelah sekian milyar tahun kemudian, nebula-nebula itu membeku. Hasil dari pembekuan itu terbagi menjadi dua. Bagian pertama membentuk galaksi bima sakti. Sementara itu, bagian kedua membentuk sistim tata surya.

Adapun bagian-bagian kecil terlempar keluar itu membeku. Kemudian, beberapa waktu kemudian memadat. Gumpalan-gumpalan inilah yang menjadi planet-planet pada tata surya, termasuk planet bumi.Setelah terbentuknya dari gumpalan itu, bumi masih bersifat homogen. Artinya, masih dalam satu jenis dan bagian.

Namun seiring berjalannya waktu, Bumi membentuk berbagai lapisan-lapisan. Adapun lapisan itu adalah inti dalam maupun luar, mantel dalam dan luar, dan bagian yang lain. Perubahan dari homogen menjadi lapisan itu karena pengaruh cuaca dan iklim yang ada.

Teori kabut Kant-Laplace

Ada beberapa hal mengapa teori ini disebut Kant Laplace. Nama teori ini diambil dari penemu dari teori ini yaitu Immanuel Kant dan Piere De laplace. Kedua penemu ini dikenal dengan ahli nebula (kabut). Teori ini dicetuskan pada abad ke-18. Pada abad ini banyak para ahli memikirkan tentang proses terbentuknya bumi.

Dalam teori ini berpendapat bahwa proses terbentuknya Bumi bermula dari gas. Setelah sekian tahun lamanya, gas tersebut berkumpul dan membentuk kabut. Kemudian, di antara gas itu terdapat kekuatan saling tarik-menarik. Akibat terjadi tarik-menarik maka bentuk yang dulunya kecil berubah semakin besar. Hal ini menyebabkan kabut akan semakin besar dan berputar cepat.

Ketika kabut itu berputar begitu cepat, tentu ada bagian yang terlempar keluar dari intinya itu. bagian inilah yang kemudian membeku. Beberapa tahun kemudian, bagian yang membeku itu menjadi padat. Akhirnya, bagian inilah yang kemudian menjadi planet-planet, termasuk Bumi.

Teori Planetesimal

Teori ini dicetuskan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori proses terbentuknya bumi ini terjadi setelah seabad dicetuskannya teori kabut. Inti dari teori ini juga adalah gas. Inilah salah satu persamaan teori ini dengan teori kabut. Namun, dalam proses awalnya terjadi sedikit perbedaan.Teori ini berpendapat bahwa awal proses terbentuknya bumi berawal dari matahari asal.

Beberapa waktu kemudian, matahari ini didekati oleh bintang besar. Akibatnya, terjadi penarikan yang sangat dahsyat sehingga menimbulkan efek, yaitu ledakan-ledakan yang sangat dahsyat pula. Ledakan itu terdiri dari gas-gas yang ada pada matahari itu. Begitu dahsyatnya ledakan itu sampai gas tersebut keluar dari atmosfer matahari.

Hasilnya, gas tersebut kemudian membeku. Akibat begitu lama gas tersebut membeku maka akhirnya menjadi padat. Benda yang memadat inilah yang oleh teori ini disebut planetesimal. Akibat benda itulah terbentuk adanya planet-planet, termasuk bumi.

Teori Pasang Surut Gas

Teori proses terbentuknya Bumi ini ditemukan oleh Jeffreys. Pengungkapan teori ini pada awalnya memiliki kesamaan dengan teori planetesimal. Persamaan tersebut adalah matahari didekati oleh bintang yang besar. Perbendaaannya adalah teori ini lebih memperjelas bahwa jarak keduanya sangat dekat.

Akibatnya, terjadi pasang surut pada matahari. Mengapa demikian? Karena matahari juga terbentuk dari gas sehingga terjadilah sesuatu yang sangat besar karena massa dari bintang sama hampir sama dengan matahari. Sesuatu tersebut berbentuk gunung-gunung gelombang raksasa pada matahari.

Kemudian, gunung itu akan membentuk  lidah api yang sangat besar. Di mana, benda itu dari massa matahari ke benda yang memengaruhinya, bintang. Ketika keduanya terjadi akan menyebabkan perapatan gas. Benda inilah yang akhirnya pecah dan membentuk planet-planet. 

Dalam teori proses terbentuknya bumi akan mengalami hal yang sama. Di mana, bumi akan semakin mendekat kepada matahari dalam jarak dekat sehingga terbentuk gunung gelombang yang sangat besar. Dari gunung itulah kemudian timbul adanya lidah api yang menghubungkan kedua benda ini.

Teori Bintang Kembar

Teori ini merupakan teori terakhir dalam proses terbentuknya Bumi. Teori ini ditemukan oleh R.A. Littleton. Teori ini mengemukakan bahwa Bumi tercipta dari kombinasi bintang kembar. Lalu, salah satu dari bintang ini meledak dahsyat. Sementara itu, bintang yang satu tetap utuh.

Hasil ledakannya itu pun terbentuk seperti serpihan-serpihan. Selain itu, hasil ledakan itu pun mengelilingi bintang yang utuh ini sehingga beberapa tahun kemudian, serpihan itu membentuk planet-planet, termasuk Bumi. Sementara itu, bintang yang utuh itu membentuk matahari sebagai tata surya.

Ayo Ketahui Proses Terbentuknya Bumi  

Bumi merupakan salah satu planet yang terdapat di jagad raya angkasa. Di planet inilah manusia dan makhluk hidup lainnya menetap dan menjalani kehidupan. Di luar angkasa terdapat planet-planet dan gugusan bintang-bintang yang bertebaran dan bumi berada di kumpulan sistem tata surya yang kita sebut dengan galaksi Bima Sakti. Namun, bagaimanakahproses terbentuknya bumi?

Galaksi Bima Sakti menjalankan sistem tata surya yang berpusat pada matahari sebagai bintang besar. Bumi merupakan bagian dari sistem tata surya yang berlangsung di galaksi ini.

Dengan mengetahui sistem tata surya yang berpusat pada matahari, akan diketahui pula proses terbentukan bumi. Bumi yang kita tinggali saat ini diperkirakan tidak ada begitu saja. Bumi ini dibentuk melalui proses panjang yang terjadi di angkasa raya. Perkiraan para ilmuwan bumi terbentuk sekitar 4,65 miliar tahun yang lalu.

Dalam proses terbentukan bumi, matahari memiliki peranan penting. Matahari merupakan objek terbesar yang berada di pusat sistem tata surya. Gaya gravitasi yang kuat dari matahari menopang sistem tata surya. Gaya gravitasi tersebut juga mengontrol pergerakan planet-planet. Terdapat delapan planet dalam sistem tata surya.

Bumi adalah salah satunya. Dibanding planet lain, proses terbentuknya bumi sudah diketahui para ilmuan tentunya. Tujuh yang lainnya adalah Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Pluto yang sebelumnya masuk dalam sistem tata surya dikeluarkan oleh Sidang Umum ke-26 Himpunan Astronomi Internasional pada Agustus 2006. Sejak saat itu, Pluto dikategorikan sebagai planet kerdil atau planet katai.      

Para ahli astronomi memperkirakan bahwa matahari terbentuk sekitar lima miliar tahun yang lalu dari sejumlah besar awan gas dan debu. Sambil menyusut, matahari menarik lebih banyak gas dan debu menuju pusat menjadi semakin panas hingga mulai membentuk pusat orbit yang dikelilingi oleh cakram gas dan debu yang berputar. Inilah yang termasuk ke dalam proses terbentuknya bumi.

Intensitas panas dan energi dibangkitkan dari pusat orbit. Semakin lama panas yang ditimbulkan matahari terus menghembuskan partikel energetik melalui cakram gas dan debu yang sedang berputar. Hal ini menyebabkan cakram gas terdorong keluar, lalu mendingin, dan lama kelamaan membentuk planet-planet terbesar dalam sistem tata surya di antaranya Yupiter dan Saturnus.      

Planet Bumi adalah satu-satunya planet yang sementara ini dipandang sebagai planet yang terdapat kehidupan di dalamnya. Bumi terletak di antara Venus dan Mars serta merupakan planet ketiga yang terdekat dengan matahari. Jarak bumi mengorbit matahari rata-rata 149.000 juta kilometer.

Dalam kegiatan mengorbit matahari, bumi juga berotasi pada porosnya. Hal ini mengakibatkan adanya pergantian siang dan malam serta perubahan musim. Meski planet-planet besar dipercaya terbentuk oleh matahari, namun proses terbentuknya bumi dianggap tidak demikian. Para ilmuwan memiliki teori-teori yang terus mengalami perkembangan mengenai proses terbentuknya bumi. 

Teori Pembentukan Bumi     

Teori mengenai proses terbentuknya bumi telah ada sejak manusia mulai memikirkan dari mana mereka dan bumi yang mereka tempati ini berasal. Teori pembentukan bumi pun terus mengalami perkembangan seiring dengan hasil-hasil baru penelitian yang ditemukan.

Teori yang hingga saat ini dipercaya sebagai teori yang paling relevan dalam proses terbentuknya bumi adalah teori Big Bang atau ledakan besar. Teori ini memberikan pemahaman kepada para ilmuwan bahwa ledakan besar menghasilkan gaya yang sangat besar sehingga menyebabkan alam semesta mengembang.      

Teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan sebuah bintang raksasa yang menyebabkan energinya memulai proses pembentukan materi, waktu, dan ruang. Energi besar yang dibangkitkan ditunjukkan dengan mengembangkan alam semesta. Bahkan hingga saat ini alam semesta masih terus mengembang.  

Mengacu pada teori Big Bang dalam pembentukan planet, maka proses terbentuknya bumi berasal dari bola debu, batu, dan gas yang ditarik bergerak bersama oleh gaya gravitasi. Ketika ukuran dan massanya meningkat, tarikan gravitasi menghimpunnya menjadi materi yang lebih banyak dan menekannya hingga mulai meleleh.

Materi-materi yang lebih berat, yang mengandung banyak besi, bergerak menuju pusat membentuk inti padat. Sedangkan materi-materi yang lebih ringan mulai membentuk lapisan luar. Dengan demikian, pada awalnya bumi hidup dengan kondisi tanpa air. Suhu yang menyelimuti bumi saat itu sangat tinggi sehingga air sulit terkumpul pada permukaan yang panas.     

Seiring berjalannya waktu ketika bumi mulai mengalami proses pendinginan, uap-uap air mulai terdapat di atmosfer. Kira-kira delapan miliar tahun yang lalu ketika planet-planet mengalami pendinginan, uap-uap di bumi juga mengalami pendinginan sehingga menyebabkan kondensasi yang menghasilkan hujan.

Hujan-hujan tersebut diyakini telah membentuk sungai, danau, laut, dan juga samudera pada masa awal. Berdasarkan bukti-bukti fosil, para ilmuwan memperkirakan bahwa kehidupan pertama di bumi dimiliki oleh alga biru-hijau yang bersel tunggal pada 3,5 miliar tahun yang lalu. Sedangkan makhluk hidup bersel lebih dari satu diperkirakan muncul pada 600 juta tahun yang lalu.  

Dengan proses terbentuknya bumi tersebut, bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki segala daya dukung dalam menopang kehidupan. Oleh karena itu, hingga saat ini bumi masih menjadi satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di dalamnya. Meski demikian, penelitian-penelitian mengenai kemungkinan kehidupan lain di luar angkasa pun terus dilakukan. 

Lapisan Bumi     

Dalam proses terbentuknya bumi, bumi menghasilkan lapisan-lapisan. Bumi tersusun atas lapisan yang terdiri dari inti, mantel, dan permukaan kerak bumi. Pusat bumi yang disebut dengan inti bumi sebagian besar terisi oleh besi dan sebagian lainnya nikel serta unsur-unsur lainnya. Bagian inti bumi terbagi atas inti dalam dan inti luar.

Inti luar berupa lelehan dengan suhu mendekati 3.360 derajat celcius, sedangkan inti dalam memiliki suhu yang lebih tinggi yaitu 4.530 derajat celcius, berbentuk padat karena intensitas tekanan yang dialaminya. Bagian inti bumi menempati sebanyak 36% dari massa bumi.    

Lapisan selanjutnya adalah mantel bumi, lapisan ini menempati 66% dari massa bumi dan berada di atas inti bumi. Suhu mantel bumi adalah 1.300 derajat celcius dan berbentuk padat. Mantel bumi dapat terus mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia bumi.

Terakhir adalah kerak bumi, kerak bumi merupakan lapisan yang berada dipermukaan sebagai kulit yang melapisi bumi. Kerak bumi memiliki ketebalan 70 Km dan terdiri dari batu-batuan. Lapisan kerak bumi inilah yang menaungi bentukan benua dan samudra. 

Pembagian Zaman Terbentuknya Bumi      

Selain mengenai pembentukan planet, proses terbentuknya bumi juga mencakup pembagian zamannya. Dalam prosesnya menjadi sebuah planet yang memiliki daya dukung sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi mengalami zaman-zamn tertentu. Berikut adalah beberap pembagian zaman dalam proses terbentuknya bumi. 

  1. Zaman Arkeozoikum     

    Zaman ini merupakan periode pembentukan bumi sejak 4,5 hingga 2,5 miliar tahun yang lalu. Masa ini adalah masa dibentuknya kerak bumi, yang juga membentuk bentang benua dan samudera. 

  2. Zaman Proterozoikum    

    Zaman ini merupakan periode pembentukan bumi 2,5 miliar hingga 590 juta tahun yang lalu.  Masa ini merupakan masa munculnya makhluk bersel tunggal yang kemudian mulai berkembang makhluk-makhluk bersel banyak. Selain itu, pada masa ini juga bumi telah memiliki atmosfer.

  3. Zaman Kambrium-Zaman Kuarter    

    Zaman ini merupakan periode pembentukan bumi yang terjadi sejak 590 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Selama periode ini makhluk hidup yang menempati bumi semakin beragam. Kondisi bumi yang semakin ramah menyebabkan perkembangan makhluk hidup.

    Makhluk hidup pada awalnya berkembang dilautan, kemudian muncullah hewan invertebrata, vertebrata, kemudian memasuki berkembangnya reptil dan seterusnya. Bumi menjadi tempat yang nyaman bagi banyak makhluk setelah melalui berbagai masa dan proses pembentukannya. Manusia purba Pithecanthropus rrectus mulai menempati bumi pada 1,8 juta tahun yang lalu dan bumi terus mengalami perkembangan hingga saat ini.     

 Setelah mengetahui proses terbentuknya bumi, kita tahu bahwa usia bumi telah cukup tua. Meski demikian, bumi terus mengalami perkembangan. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang tinggal di atasnya bumi harus kita jaga dengan baik agar  selalu menjadi planet yang nyaman dan aman untuk menjadi rumah kehidupan. 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
  • Mengenal Bermacam Arus Laut Dunia
  • Konservasi Laut di Indonesia
  • Globe - Miniatur Bumi Sebagai Bahan Belajar
  • Beberapa Negara Termiskin di Dunia
  • Ambang Laut, Bukit di Dasar Laut
  • Jenis Batu-Batuan
  • Batu Granit, Batu Penanda Benua
  • Peduli Orangutan
  • Dahsyatnya Letusan Gunung Toba
  • Matahari - Pusat Tata Surya
  • Seluk Beluk Gunung Berapi
  • Anemon Laut, Hewan Bersel Penyengat
  • Sistem Tubuh Bintang Laut yang Hampir Menyamai Manusia
  • Mengenal Penyebab Terjadinya Gempa Bumi dan Cara Evakuasinya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA