Ruang Lingkup Psikologi

Bukan sulap bukan sihir. Hanya dengan melihat cara berjalan, sikap duduk, pakaian yang dikenakan, dan faktor lainnya, para psikolog bisa memprediksikan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman psikologi yang mereka miliki mengenai sikap dasar seseorang dan memprediksikan bagaimana ia akan menyikapi permasalahan dalam hidupnya.
Fungsi dan Perkembangan Psikologi
Skill (kemampuan) psikologi bisa dipelajari dan dimanfaatkan untuk berbagai bidang: pekerjaan, pendidikan, militer dan lainnya karena psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia atau kejiwaan dan hubungannya dengan lingkungan sekitar.
Sejak abad ke-18 tepatnya pada 1879, psikologi telah lahir dan berkembang dari waktu ke waktu. Ilmu kejiwaan ini telah dirintis sejak zaman Yunani kuno seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa dan puncak pragmatisnya di Amerika.
Tak heran jika psikolog dibutuhkan hampir oleh semua institusi dan perusahaan karena ilmunya bisa dimanfaatkan untuk mengatur sumber daya manusia (SDM) sehingga potensinya bisa dimaksimalkan sesuai dengan minat, bakat, divisi, dan jabatan yang tepat.
Ruang Lingkup Psikologi
Sebagai ilmu pengetahuan yang termasuk klasik, psikologi telah memiliki kemandirian ruang lingkup yang menjadi kajiannya. Ruang lingkup tersebut hingga sekarang masih terus digunakan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan manusia. Ruang lingkup psikologi adalah:
1. Psikologi perkembangan
Psikologi yang mempelajari perkembangan manusia serta faktor-faktor yang membentuk sifat dasar seseorang sejak lahir sampai usia lanjut. Karena faktor-faktor yang membentuk sifat dasar manusia secara umum berasal dari kehidupan sehari-hari di mana ia berinteraksi, maka psikologi perkembangan erat kaitannya dengan psikologi sosial. Bagaimana seseorang bersikap dan beradaptasi dengan lingkungannya hanya bisa dilakukan melalui interaksi dengan sesamanya.
2. Psikologi sosial
Sebagaimana telah dijelaskan dalam psikologi perkembangan, psikologi sosial akan berkaitan dengan psikologi perkembangan karena adanya interaksi. Psikologi sosial dalam perkembangannya memiliki tiga kajian lagi, yaitu:
- Pengaruh sosial terhadap masing-masing individu, misalnya apa yang memotivasi seorang anak rajin belajar.
- Proses individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya supaya bisa diterima, misalnya hari pertama masuk kerja, karyawan baru akan melakukan penyesuaian diri dengan budaya perusahaan di mana ia bekerja.
- Interaksi kelompok, misalnya seseorang yang menjadi anggota partai politik harus memahami bahwa atmosfer partai politik penuh persaingan untuk menduduki jabatan tertentu.
3. Psikologi kepribadian
Psikologi kepribadian masih juga berkaitan dengan psikologi perkembangan dan sosial, karena kepribadian seseorang dari kecil sampai tua dibentuk dari perkembangan dan kehidupan sosial yang ada di lingkungannya. Seseorang berkepribadian taat ibadah, karena didukung oleh kondisi keluarga dan masyarakat di sekitarnya yang taat beribadah juga.
Begitu pula seseorang yang berkepribadian keras, karena sehari-harinya ia tinggal di lingkungan prostitusi, perjudian, mabuk-mabukan yang tak jarang terjadi perkelahian. Itu semua sangat mungkin mempengaruhi kepribadiannya (character building). Singkatnya, psikologi kepribadian mempelajari tentang bagaimana proses seseorang beradaptasi dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Emosi, kemapuan berbahasa, kemampuan mengingat, proses mempelajari sesuatu dan hal lain yang berhubungan dengan kemampuan berpikir manusia dipelajari oleh psikologi kognitif. Psikologi kognitif sangat bermanfaat pada zaman sekarang di tengah persaingan yang sangat ketat di berbagai bidang.
Dari mulai anak-anak hingga orangtua, mulai banyak yang merasakan manfaat psikologi kognitif, misalnya mengonsultasikan atau mengursuskan anaknya supaya perkembangan daya nalarnya bisa dimaksimalkan. Psikologi kognitif juga sering digunakan metodenya untuk menyaring calon anggota, karyawan, calon pelajar dan institusi lain dalam psikotes.






