logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Psikologi Agama

Pengertian dan Perkembangan Psikologi Agama Islam


Ilustrasi psikologi agama islam

Sejarah ilmu pengetahuan mencakup semua kajian yang ditelaah manusia, seperti alam semesta, fisika, sejarah, sosial, hingga kajian meneliti jiwa manusia itu sendiri. Psikologi, sebagai ilmu kajian jiwa, menjadikannya dapat meluas dan bercabang menjadi beberapa disiplin ilmu lain. Di antaranya adalah Psikologi Agama Islam.

Pengertian Psikologi

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata psyce yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi, psikologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kejiwaan.

Namun, secara general, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari segala tingkah laku manusia, bagaimana manusia bertindak, serta apa yang memengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan tersebut.

Sementara itu, filsuf terkenal Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa psikologi termasuk ke dalam ilmu pengetahuan yang di dalamnya kita bisa mempelajari hakikat jiwa manusia beserta berbagai proses pencarian hakikat jiwa tersebut. Namun, ada pula yang beranggapan bahwa psikologi bukan hanya menyangkut manusia saja, tapi juga hewan.

Yang dimaksud dengan tingkah laku juga bukan hanya tindakan, tapi juga bagaimana tindakan tersebut menjadi sebuah pengalaman bagi manusia untuk menjadi sebuah dorongan serta latar belakang bagi tindakan manusia selanjutnya.

Pengertian Agama

Agama merupakan suatu bentuk keyakinan yang tidak bisa didefinisikan secara mutlak sehingga banyak sekali pendapat mengenai definisi atau pengertian agama ini.

Nasution mendefinisikan agama sebagai bentuk derivasi dari kata al-din dan religi. Al-din atau ad-din merupakan bahsa Arab, yakni kata yang bermakna hukum atau aturan. Religi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti membaca dan mengikat.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa agama merupakan sebuah ikatan yang wajib dipegang oleh manusia. Atau sebuah aturan yang wajib dipatuhi oleh manusia.

Agama sendiri memiliki beberapa aspek yang membuatnya dianggap sangat sakral oleh para penganutnya. Aspek-aspek tersebut adalah kekuatan gaib, keyakinan terhadap kekuatan tersebut, respon, dan pemahaman mengenai kesucian Tuhan.

Oleh sebab itulah agama berpusat kepada Tuhan dan dewa-dewa sebagai kekuatan gaib yang harus diimani, serta diberi respon dan dianggap suci. Agama juga merupakan sebuah sikap manusia terhadap dunia dengan melihat lingkungan tidak hanya sebatas dunia fisik, tapi juga dunia spiritual.

Pengertian Psikologi Agama

Memperhatikan definisi Psikologi dan Agama, serta objek yang dikajinya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa psikologi agama adalah cabang dari ilmu psikologi, yang meneliti kehidupan keagamaan pada seseorang dan mempelajari seberapa besar pengaruhnya pada sikap dan tingkah laku, serta kehidupan pada umumnya.

Thouless berasumsi bahwa psikologi agama merupakan cabang dari ilmu psikologi yang memiliki tujuan untuk mengembangkan pemahaman terhadap perilaku manusia mengenai keagamaan, serta mengaplikasikan berbagai prinsip psikologi dari kajian non keagamaan.

Menurut Darajat, psikologi agama merupakan sebuah kajian yang meneliti kehidupan beragama pada seseorang dalam mempelajari seberapa besar pengaruh keyakinan agama terhadap tingkah laku dan kondisi kehidupan.

Jadi, psikologi agama adalah ilmu yang meneliti pengaruh agama itu pada sikap dan tingkah laku seseorang, yang menyangkut cara berpikir, bersikap, berkreasi dan bertingkah laku, yang tidak dapat terlepas dari keyakinan agamanya, karena keyakinannya tersebut terkonstruksi dalam kepribadiannya. Dalam hal ini, agama yang dianutnya adalah agama Islam.

Psikologi Agama Islam

Namun ada pula istilah lain, yaitu Psikologi Islam (tanpa "agama" ditengahnya). Psikologi Islam adalah ilmu nafs (dalam bahasa Arab berarti "jiwa") adalah salah satu ilmu kajian kejiwaan yang berkembang pada zaman keemasan Islam, yang mempunyai kemiripan dengan psikologi modern.

Selain dilahirkan dari penelitian empirik, psikologi agama Islam juga berdasarkan kepada kitab suci al-Qur'an dan kajian sunnah Nabi SAW. Dengan demikian, psikologi Islam tak hanya berdimensi ilmu jiwa secara psikologis, tetapi juga ilmu jiwa dalam hubungannya dengan Tuhan, Allah Swt.

Sejarah dan Perkembangan Psikologi Agama Islam

Mengetahui secara pasti awal mula psikologi agama Islam memang agak sulit, apalagi dalam agama Islam telah terkandung pengaruh agama pada jiwa. Dalam Al Qur'an misalnya, terdapat ayat- ayat yang menceritakan keadaan jiwa orang- orang beriman, orang-orang kafir, sikap serta tingkah lakunya. Tetapi kemudian, tercatat bahwa Al Farabi dan Al Kindi, pada zaman keemasan Islam, meneliti ilmu jiwa pada manusia.

Lalu, pada zaman kekinian yang lebih mengedepankan metodologi ilmiah, contohnya Abdul Mun'in Abdul Aziz al Malighy, yang menulis kajian perkembangan jiwa beragama pada anak-anak dan remaja. Sementara di Indonesia, pada 1970-an tulisan tentang psikologi agama Islam baru muncul. Seperti misalnya, Ilmu Jiwa Agama (Prof. Dr. Zakiah Daradjat), Agama dan Kesehatan Jiwa (prof. Dr. Aulia, 1961), Islam dan Psikosomatik (S.S. Djami'an), Al Qur'an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa (Dadang Hawari), dll.

Objek Kajian dan Pembahasan Psikologi Agama Islam

Menurut Zakiah Daradjat, psikologi agama membahas tentang kesadaran beragama (religious counciousness) serta pengalaman beragama (religious experience). Jadi, yang menjadi objek kajian ilmu ini adalah proses beragama, perasaan dan kesadaran beragama, dengan pengaruh dan akibat yang dirasakan sebagai hasil dari suatu keyakinan beragama.

Sementara itu, pembahasan dari psikologi agama adalah gejala-gejala psikis manusia, yang berkaitan dengan tingkah laku keagamaan, mekanisme timbal balik antara psikis manusia dengan tingkah laku keagamaannya, dan hubungan serta pengaruh antara satu dan lainnya.

Dengan kata lain, psikologi agama merupakan kajian yang memiliki ruang lingkup tersendiri untuk ditelaah secara khusus. Berikut adalah ruang lingkup psikologi agama :

  1. Berbagai emosi di luar kesadaran yang berpengaruh terhadap kehidupan beragama masyarakat umum. Misalnya, kajian mengenai perasaan tenang atau menyerah.
  2. Berbagai perasaan dan pengalaman seseorang secara personal terhadap Allah swt.
  3. Berbagai pengaruh kepercayaan mengenai kehidupan setal mati.
  4. Berbagai kesadaran dan kepercayaan manusia mengenai dosa dan pahala, serta surga dan neraka.
  5. Berbagai pengaruh ayat suci al-Quran terhadap perilaku fisik dan batin seseorang.

Manfaat Psikologi Agama

Kegunaan psikologi agama sangat relevan dengan ruang lingkup yang menjadi kajian khusus disiplin ilmu tersebut. Manfaat yang paling utama tentu saja mengetahui sejauh mana agama berperan dalam menentukan kehidupan sehari-hari seseorang.

Psikologi agama bisa dipergunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan aspek kehidupan lainnya yang berhubungan dengan kehidupan manusia.
Dengan kata lain, psikologi agama juga bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran seseorang mengenai keberadaan agama dan pengaruhnya terhadap kehidupan personalnya.

Faktor Psikologis yang Berpengaruh Terhadap Lingkungan Sosial

Berikut adalah beberapa faktor psikologi agama yang memengaruhi lingkungan sosial :

  1. Faktor Sosial, yakni segala tindakan dan hubungan sosial yang berpengaruh terhadap sugesti seseorang mengenai bagaimana hubungan agama dapat berpengaruh terhadap pemikiran dan tindakan seseorang.
  2. Faktor religi alamiah, yakni pengalaman mengenai keindahan, keharmonisan, dan kebaikan yang dapat dirasakan dalam kehidupan seseorang sehingga bisa membentuk suatu sikap keagamaan. Pengalaman tersebut bisa berupa pengalaman emosional, konflik moral, dan lain sebagainya.
  3. Faktor kebutuhan, yakni kebutuhan seseorang akan keselamatan, cinta, penghargaan (harga diri), dan kebutuhan lain yang dirasakan oleh seluruh manusia.
  4. Faktor pemikiran verbal, yakni faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan asumsi atau persepsi seseorang mengenai keagamaan.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi agama Islam merupakan kajian ilmu yang mempelajari berbagai tindakan manusia sehubungan dengan nilai-nilai keagamaan, atau sebaliknya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Cara-Cara Berdoa dalam Beragam Agama
  • Ulama Pembangun Kepribadian Bangsa
  • Syukurku padaMu Tuhan, Karena Kau Penulis Hidupku
  • Makalah Psikologi Agama untuk Membangun Anak Bangsa
  • Renungan Harian Online, Berserahlah pada Allah Swt
  • Kitab - Kumpulan Ajaran dalam Tumpukkan Lembaran Kertas - ANNEAHIRA.CO
  • Kesabaran dalam Islam Tidak Identik dengan Kepasrahan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA