Psikologi Agama

Ayat al-Quran yang sering dijadikan rujukan atas kewajiban ibadah puasa adalah QS:2:183. Surat ini menegaskan bahwa tujuan diwajibkannya berpuasa bagi orang-orang beriman adalah agar mereka menjadi orang yang bertakwa.
Takwa adalah melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan nur (petunjuk) dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya, dan meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya.
Secara psikologi, pembentukan konsepsi takwa melalui ibadah puasa secara lebih operasional dapat diartikan sebagai pembentukan watak atau karakter yang memiliki kecerdasan ketangguhan (adversity intelligence), kecerdasan emosional (emotional intelligence), dan kecerdasan sosial (social intelligence) yang menjadi ukuran dari kualitas diri seseorang.
Dari kelima makna tersebut kita dapat membentuk tiga kecerdasan dari ibadah puasa yang sedang dijalankan di bulan ramadhan ini, yaitu kecerdasan adversity (ketangguhan), kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial yang menjadi ciri utama kualitas diri seorang mukmin yang bertakwa.






