Memahami Psikologi Dakwah

Dakwah berarti menyeru masyarakat untuk selalu berada dalam jalan kebaikan dan melarang kepada kemungkaran. Namun seruan ini tidak dijamin akan diterima masyarakat begitu saja. Oleh sebab itu menciptakan metode dakwah yang dapat diterima masyarakat tentu saja diperlukan perangkat lain yaitu psikologi dakwah masyarakat.
Tidak banyak para dai yang menggunakan psikologi sebagai bagian dari perangkat untuk membangun kesuksesan dakwah, oleh sebab itu wajar jika dai banyak yang ditolak oleh masyarakat setempat karena metode penyampaiannya cenderung satu arah dan tidak bisa menyentuh psikologi masyarakat. Oleh karena itu, beberapa kampus sudah membuka jurusan psikologi dakwah dan beberapa kampus Islam baru membuka mata kuliah psikologi dakwah, tentu saja hal ini cukup menggembirakan bagi para dai.
Dibukanya jurusan psikologi dakwah dan semakin banyaknya kampus Islam yang mengajarkan mata kuliah psikologi dakwah masyarakat tentu akan membangun kualitas dakwah yang disampaikan para dai akan semakin baik, hal ini disebabkan banyak manfaat yang dapat diperoleh para dai dari psikologi dakwah masyarakat terutama mereka yang melakukan dakwah masyarakat yang masih awam, salah satu manfaat yang dapat diperoleh diantaranya adalah:
- Psikologi dakwah dapat membangun image yang baik tentang Islam itu sendiri, sebab dakwah masyarakat dibangun dengan cara yang elegan dan menyentuh jiwa manusia.
- Membuat percepatan pada dakwah itu sendiri, sebab psikologi dakwah memungkinkan kegiatan dakwah itu sendiri semakin efektif diterima masyarakat.
- Meminimalisir konflik yang bakal dihadapi oleh para dai, sebab dengan psikologi dakwah, kegiatan dakwah akan dibangun dengan cara yang disesuaikan dengan tabiat masyarakat setempat.
Cara Memahami Psikologi Dakwah Masyarakat
Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh dai yang sudah malang melintang menekuni profesi dakwah masyarakat dalam memahami psikologi dakwah:
- Banyak membaca buku sirah nabawiyah, sebab dalam buku tersebut banyak terkandung di dalamnya psikologi dakwah masyarakat.
- Di samping membaca buku psikologi dakwah masyarakat, para dai sebaiknya banyak membaca buku perbanding 4 madzhab fiqih, hal ini dilakukan supaya dai terhindar dari sikap kaku dan pemahaman yang sempit dalam menyampaikan Islam.
- Memperbanyak membaca buku psikologi, terutama psikologi sosial, sebab psikologi dakwah masyarakat banyak mengambil psikologi sosial sebagai sumber referensinya. Sehingga dai bisa menyampaikan ajaran agama Islam sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat setempat.
- Sebelum terjun ke masyarakat, ada cara lain untuk memahami psikologi dakwah masyarakat diantaranya dengan cara banyak bergaul dengan masyarakat setempat baik itu dengan nongkrong malam bareng pemuda di gardu, ikut berburu di hutan, mau pun dengan main bola.
Dengan demikian tentu saja ada tuntutan bagi para dai untuk selalu menambah wawasannya selain di bidang agama yang dikuasainya. Dengan psikologi dakwah masyarakat, tentu saja akan menghadirkan performance dai yang lebih elegan dan lebih didengar oleh objek dakwahnya.






