logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Artikel Umum Ilmu Sosial    Psikologi Pendidikan

Sekilas Tentang Ilmu Psikologi Pendidikan

Oleh: AnneAhira.com Content Team



Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar (Whiterington, 1982:10).  Dari batasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses belajar, bahkan lapangan utama psikologi pendidikan ini sendiri adalah soal belajar.

Dalam dunia keilmuan, psikologi pendidikan menitikberatkan konsentrasinya dalam  persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang erat kaitannya dengan peserta didik. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika sasaran utama atau konsumen loyal psikologi pendidikan ini umumnya adalah mereka yang berprofesi sebagai pendidik atau guru.

Sebagai mata kuliah yang wajib diikuti calon guru di Indonesia, psikologi pendidikan memang semestinya dikuasai oleh siapa pun yang berkepentingan mendidik orang lain, terutama guru. Penguasaan ilmu psikologi pendidikan ini masuk kedalam kompetensi pedagogik.

Alasan para pendidik dituntut untuk menguasai psikologi pendidikan ini adalah agar dalam belajar mereka mampu menjalankan fungsinya sebagai tenaga pengajar dan mampu menciptakan kondisi di mana kegiatan belajar dapat berlangsung secara efektif. Guru sebagai orang yang mendidik dan membimbing muridnya wajib mengetahui kejiwaan orang lain (anak didik) agar dapat menentukan perlakuan yang sebaik-baiknya.

Dengan demikian, diharapkan murid menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam TAP MPR NO II/MPR/1993.

Sejarah Psikologi Pendidikan

Sebenarnya, ilmu psikologi pendidikan ini telah ada sejak zaman dahulu. Aristoteles, filsuf besar Yunani yang hidup pada 382 SM-322 SM, telah menyusun periode perkembangan anak, sifat anak menurut periodenya dan bentuk pendidikan bagaimana yang perlu diberikan, yang sesuai dengan periode-periode tersebut. Namun, pemikirannya ini dianggap pemikiran secara filsafat, belum merupakan hasil dari pemikiran ilmu psikologi pendidikan.

Ilmu psikologi pendidikan ini secara ilmiah baru diteliti akhir-akhir abad ini. Misalnya, di akhir abad ke-19, Ebbinghaus di Eropa telah meneliti aspek daya ingat dalam proses pendidikan. Kemudian, pada awal abad ke-20, pemerintah Prancis menunjuk seorang psikolog, Alfred Binet, dan dibantu oleh Theodore Simon untuk mengetahui aspek psikologis yang berkaitan dengan faktor penyebab menurunnya prestasi para pelajar pada masa itu.

Mereka menyusun sejumlah tes yang kemudian dikenal dengan istilah Tes Inteligensi Binet-Simon. Di Amerika Serikat, bentuk tes ini mengalami revisi berkali-kali agar lebih sesuai dengan orang Amerika.

Definisi Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang ilmu psikologi atau ilmu jiwa yang menyoroti atau mempelajari aspek-aspek pendidikan. Selain definisi yang telah disebutkan di awal, masih terdapat beberapa definisi atau batasan lain yang berkaitan dengan psikologi pendidikan ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Menurut ensiklopedia Amerika, psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran, yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prinsip-prinsip dan cara, untuk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Muhibin Syah (2002) mengartikan psikologi pendidikan sebagai sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Tujuan dan Manfaat Psikologi Pendidikan

Tujuan dan manfaat ilmu ini dalam dunia pendidikan adalah untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan dan profesinya (Moh. Surya, 1972).

Dalam arti lain, untuk membantu memecahkan masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah belajar-mengajar (Chaplin, 1972).

Sementara itu, A. Sudrajat (2008) merumuskan manfaat psikologi pendidikan agar guru dapat melakukan hal-hal berikut.

  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang tepat.
  • Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.
  • Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.
  • Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.
  • Menciptakan iklim belajar yang kondusif.
  • Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.
  • Menilai hasil pembelajaran yang adil.

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Banyak ahli pendidikan yang memberikan lingkupan dari ilmu psikologi pendidikan ini. Salah satunya pendapat Good & Broopy (1997), ruang lingkup psikologi pendidikan antara lain sebagai berikut.

  • Hubungan antara psikologi dengan guru.
  • Manajemen kelas: perkembangan dan sosialisasi anak, kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil-hasil penelitian manajemen kelas, persiapan, dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
  • Mengurai masalah belajar: pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model, dan desain belajar dan prinsip pengajaran.
  • Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan: prinsip dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan kepribadian, kreativitas, dan aplikasinya dalam pendidikan
  • Motivasi: pengertian, teori, dan aplikasinya dalam pendidikan.
  • Evaluasi dalam belajar: pengertian, macam, cara menyusun, prosedur penilaian, monitoring kemajuan siswa, validiras, dan realibilitas penggunaan statistik dalam pengolahan hasil tes.

Metode Psikologi Pendidikan

Ada beberapa metode yang sering digunakan dalam penelitian ilmu psikologi pendidikan, di antaranya:

  • Metode observasi
  • Metode experimen dan test
  • Metode kuesioner dan interview
  • Metode ilmiah
  • Metode diferensial
  • Metode klinis

Kegiatan Psikologi Pendidikan

Dalam aplikasinya di dunia pendidikan, psikologi pendidikan dapat terlibat dalam beberapa kegiatan seperti berikut ini.

  • Seleksi penerimaan siswa baru.
  • Perencanaan pendidikan.
  • Penyusun kurikulum.
  • Penelitian kependidikan.
  • Administrasi kependidikan.
  • Pemilihan materi pelajaran.
  • Interaksi belajar-mengajar.
  • Pelayanan bimbingan dan konseling.
  • Evaluasi belajar.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Proses dan Hasil Belajar Menurut Ilmu Psikologi Pendidikan

Dalam ilmu psikologi pendidikan terdapat dua kelompok faktor (faktos fisiologis dan faktor psikologis)yang dapat memengaruhi proses dan hasil belajr peserta didik. Untuk itu, agar fungsi pendidik sebagi motivator dan fasilitator dapat diperankan dengan baik, maka para tenaga pendidik atau guru perlu mengetahui faktor-faktor sebagi berikut.

1. Faktor Fisiologis

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam kelompok fisiologis ini mencakup faktor lingkungan, faktor material pembelajaran, dan faktor kondisi individual subjek atau peserta didik. Faktor lingkungan, meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, yang dimaksud dengan faktor material pembelajaran adalah kesesuaian materi pelajaran yang diberikan dengan tingkat kemampuan subjek atau peserta didik. Dan yang tak kalah penting, tentu saja faktor instrumental, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang dapat mendukung pencapaian tujuan belajar.

2. Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang memiiki pengaruh besar terhadap proses dan hasil belajar ini sangatlah banyak. Namun, yang paling mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap proses dan hasil belajar ini adalah perilaku individu itu sendiri, terutama yang berkaitan dengan perilaku belajarnya.

Masih banyak hal yang sebenarnya masih dapat dibahas dalam psikologi pendidikan. Namun, itulah sekilas gambaran umum yang berkaitan dengan ilmu psikologi pendidikan ini Semoga dengan meluas dan berkembangnya ilmu psikologi pendidikan di Indonesia, dapat diaplikasikan dengan baik dalam dunia pendidikan sehingga dapat mewujudkan pendidikan berkualitas. Jika semua tenaga didik dan peserta didik memiliki keterikatan yang kuat dalam hal psikologis maka pendidikan berkualitas bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menggugat Hari Kebangkitan Nasional!
  • Artikel Perilaku Organisasi: Persepsi
  • Struktur Sosial dan Fenomena Premanisme para Fundamentalis
  • 7 Keburukan Budaya Kerja Organisasi Pemerintah
  • Geografi: Satu Lagi Ilmu dari Masyarakat Yunani Kuno
  • Definisi Organisasi, Bentuk Nyata Ilmu Sosial
  • Komunikasi - Interaksi Sosial yang Dibutuhkan Manusia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA