logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Perkembangan Anak

Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini


Ilustrasi psikologi perkembangan anak usia dini

Pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir, sesungguhnya tak dapat dipisahkan. Pertumbuhan psikis anak berhubungan erat dengan perkembangan fisik dan motoriknya. Karena itulah psikologi perkembangan anak usia dini juga memperhatikan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Mendidik anak dapat dikatakan sebagai suatu hal yang tak begitu mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini, dibutuhkan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana tipe pendidikan yang sesuai dengan pola tumbuh kembang anak, terutama anak usia dini.

Yang dinamakan anak usia dini adalah anak-anak yang masih bayi sampai anak yang siap untuk masuk sekolah dasar. Pada usia ini memang dikatakan sebagai masa keemasan seorang anak dimana ia dapat mencerap segala hal dengan mudah dan di masa inilah kemampuan untuk mencerap itu ada dan optimal.

Sedangkan di luar masa ini yaitu ketika anak sudah tumbuh dan berkembang di usia yang lebih dewasa lagi maka akan dirasa lebih sulit untuk mendidik anak sesuai dengan yang diinginkan. Ibarat pepatah “mendidik anak ibarat menulis di atas batu dan mendidik orang tua ibarat menulis di atas air.”

Dalam hal mendidik anak usia dini ini orang tualah terutama ibu yang memiliki peran yang begitu besar. Karena memang keluargalah yang menjadi sekolah pertama dan utama bagi si anak. Di keluarga inilah anak memperoleh pendidikan pertamanya dan akan menjadi apa yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya.

Dikarenakan hal yang telah disebutkan di atas maka orang tua, ibu dan ayah haruslah mengetahui dengan benar seputar psikologi perkembangan anak usia dini. Dengan pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak usia dini ini, orang tua akan mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam mendidik anak usia dini serta hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan tak boleh dilakukan dalam mendidik anak usia dini ini.

Pada usia dini inilah, masa terbaik untuk mendidik anak. Karena apa yang diterima oleh si anak baik itu buruk atau baik, akan tertanam dengan kuat dalam diri si anak dan ia akan mengingatnya atay menggunakannya sampai ia tumbuh dewasa atau bahkan sampai ia tua.

Ambillah contoh kebiasaan untuk makan. Jika orang tua mendidik anak, baik dengan disadari atau tidak oleh orang tua untuk pilih-pilih dalam makan. Ia lebih suka makan itu dari pada makan ini dengan tidak memakan apapun jenis makanan yang ada di hadapannya tanpa harus pilih-pilih. Hal ini akan terbawa sampai kapan pun.

Anak akan tumbuh menjadi anak yang suka pilih-pilih dalam hal makan. Tidak memakan apa pun yang ada di hadapannya dan menganggapnya sebagai sebuah nikmat yang telah diberikan Alloh kepadanya dan yang harus ia syukuri tanpa harus pilih-pilih.

Untuk mendukung dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, orang tua harus memberikan berbagai kebutuhan yang diperlukan anak sesuai psikologi perkembangan anak usia dini. Berikut berbagai kebutuhan anak yang mesti dipenuhi dan diperhatikan para orang tua.

Kebutuhan Fisik

Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan primer bagi seorang anak. Kebutuhan ini meliputi penyediaan makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Dengan terpenuhinya kebutuhan fisik, maka anakpun akan dapat berkembang.

Namun untuk mendapatkan perkembangan yang optimal, pemenuhan kebutuhan fisik tentunya tak sekedar menyangkut aspek kuantitasnya. Justru yang lebih penting adalah kualitas dari makanan atau asupan gizi yang diberikan, kenyamanan tempat tinggal, maupun kualitas pakaian yang diberikan.

Jadi memang untuk dapat mendidik anak dengan optimal kebutuhan fisik ini haruslah terpenuhi terlebih dahulu. Misalnya tentang makanan, orang tua haruslah pandai-pandai untuk memberikan makanan yang cukup nutrisi bagi si anak.

Apalagi sekarang banyak sekali jenis makanan yang mengandung zat-zat yang tidak bersahabat dengan kesehatan tubuh anak atau justru tidak mendukung pada perkembangan dan pertumbuhan anak.

Sebut saja makanan yang mengandung bahan pengawet, pemanis dan pewarna buatan serta bahan penyedap. Kebanyakan makanan sekarang selalu memiliki bahan-bahan ini. Dapat diusahakan bahwa si anak terhindar untuk mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung bahan-bahan tersebut.

Karena jika si anak terlalu banyak makan makanan yang mengandung bahan-bahan tak menyehatkan tersebut, hal ini akan menyebabkan anak terserang beberapa penyakit atau justru mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal makanan ini memang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak. Dengan nutrisi yang lengkap dan cukup maka anak dapat tumbuh dengan optimal. Namun jika nutrisi yang diberikan salah atau kurang tepat maka ini pun juga akan mempengaruhi pertumbuhan anak bahkan anak bisa menderita penyakit atau bahkan mengalami kecacatan.

Kebutuhan Emosi

Pemenuhan kebutuhan emosi anak yang optimal akan mendukung tumbuh kembang anak menyangkut kepercayaan diri dan hubungan sosial dengan orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Kebutuhan emosi ini diberikan oleh orang tua melalui perhatian, kasih sayang dan kepedulian.

Orang tua haruslah mendidik anaknya dengan penuh kasing sayang karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap si anak. Dengan didikan yang penuh kasih sayang, seorang anak juga akan tumbuh menjadi anak yang penyayang terhadap orang lain.

Lain halnya jika anak dididik dengan penuh kekerasan dan rasa benci. Anak pun akan tumbuh menjadi sosok anak yang tak bisa menghargai orang lain dan selalu berbuat buruk kepada yang lainnya. Disinilah mutlak dibutuhkan peran dari orang tua dalam mendidik anak.

Namun memang tuidak dapat dipungkiri bahwa kesulitan dalam mendidik anak sering kali membuat orang tua hilang kendali. Maksud hati bukanlah untuk mengajarkan kekerasan tapi melihat anak yang masih belum bisa menuruti apa yang tanamkan kepadanya, orang tua menjadi marah dan berbuat kasar.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua haruslah mampu untuk mengontrol emosi. Menanamkan dalam dirinya bahwa apa yang dilihat anak akan selalu dicontoh dan ditiru. Apa yang dirasakan anak, itu akan membekas dalam ke hatinya.

Dengan lingkungan yang kondusif dan membuat anak merasa nyaman dan terlindungi akan sangat membantu tumbuh kembang anak menjadi sosok pribadi yang matang, tidak mudah emosial dan bertanggung jawab.

Orang tua juga harus pintar-pintar memilihkan lingkungan yang baik untuk pendidikan anak. Karena lingkungan inilah yang menjadi sekolah kedua bagi anak. Lingkungan juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian seorang anak.

Jika lingkungan mengajarkan kebaikan maka anak pun juga akan menirunya namun jika lingkungan mencontohkan keburukan, anak pun juga akan menerimanya sebagai hal yang lumrah dan wajar.

Kebutuhan Intelektual

Perkembangan intelektual anak merupakan salah satu aspek penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Gerakan anak yang lincah dan dinamis memperlihatkan perkembangan intelektualitas yang sangat potensial. Sebaliknya, anak yang terlalu diam justru perlu dirangsang untuk mengembangkan aspek intelktualitasnya tersebut.

Namun sayangnya, banyak orang tua yang justru seakan terbebani dengan anak yang terlalu lincah dan menganggapnya sebagai kenakalan sehingga sering diredam dan dimarahi. Bila ini dilakukan justru dapat menghambat perkembangan intelektualitas anak.

Kebutuhan Sosial

Proses peniruan terhadap orang-orang terdekat merupakan cermin kebutuhan sosial anak. Karena itulah seorang anak perlu dikenalkan dengan dunia sekitarnya. Hal ini penting agar anak lebih memahami eksistensinya di tengah kehidupan sosialnya.

Terutama agar anak tidak merasa rendah diri dan takut saat harus bermain bersama temannya, mulai masuk play group maupun saat masa sekolah. Kebutuhan sosial yang terpenuhi dengan baik akan mendorong anak mengembangkan aspek lainnya dalam dirinya.

Anak juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Dengan bersosialisasi dengan lingkungan luar, anak akan menerapkan apa yang telah ia peroleh dalam keluarganya. Selanjutnya anak juga akan melakukan penggombinasian terhadap apa yang ada di lingkungan dengan apa yang sudah ia terima di keluarganya.

Kebutuhan Moral

Psikologi perkembangan anak usia dini menyangkut masalah nilai dan moralitas sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi maupun intelektualitas. Namun seperti diungkapkan dalam Teori Tabularasa, seorang anak ibarat lembaran putih yang sangat ditentukan oleh lingkungannya.

Karena itulah, pembekalan terhadap faktor nilai dan moralitas sangat penting ditanamkan kepada anak sejak dini agar anak memiliki bekal dalam menilai pengaruh dari sebuah sistem tata nilai yang lebih besar.

Anak adalah aset utama bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Untuk itu semua pihak berperan untuk dapat mencetak anak menjadi anak yang berkualitas. Psikologi perkembangan anak usia dini akan membantu meraih tujuan ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Masa Pertumbuhan Anak Usia Tahun ke 6 Sampai 12 Tahun
  • Mengenal Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
  • Anak dan Prestasi
  • Pengertian Prestasi Belajar Siswa, Faktor yang Mempengaruhi
  • Kecil-Kecil Punya Karya - Wadah Pengembangan Bakat Menulis Anak
  • Mengenal Teori Perkembangan Anak dari Erik Erikson.
  • Pendapat Pakar tentang Perkembangan Anak Usia 6 12 Tahun
  • Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli
  • Kecil Kecil Punya Karya, Pesona Anak Berprestasi
  • Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
  • Mengulik Fenomena Aktivasi Otak Tengah
  • Yang Kreatif untuk Perkembangan Anak Usia 2 Tahun
  • Melatih Kemampuan Bahasa Pada Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA