logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Puasa Sunnah

Puasa Sunnah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Puasa bertujuan untuk menjernihkan jiwa dan memusatkan perhatian hanya kepada Allah SWT.  Anjuran puasa sunnah lebih ditekankan pada “hari-hari yang memiliki keutamaan.” Hari-hari seperti itu ada yang terdapat di setiap tahun, di setiap bulan, dan setiap pekan.

Puasa Sunnah Tahunan

  • Puasa enam hari di bulan syawal
  • Puasa hari asyura (9 dan 10 muharam)
  • Puasa hari Arafah (9 Dzulhijah) 
  • Sepuluh hari pertama bulan Muharram.

Selain itu, al-asyhur al-hurum atau “bulan-bulan yang disucikan” yaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini merupakan saat-saat yang dianjurkan untuk puasa karena semua itu adalah waktu-waktu yang memiliki keutamaan, demikian pula pada bulan sya’ban.

Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sehingga seolah-olah sama dengan bulan Ramadhan. Diriwayatkan pula bahwa “Puasa yang paling utama, setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram”. Hal tersebut disebabkan karena berada di awal tahun.

Maka mengerjakan puasa di bulan ini diharapkan agar dapat memperoleh keberkahan tahun itu selanjutnya. Sabda nabi saw: “Puasa satu hari di bulan-bulan yang disucikan lebih utama daripada puasa tiga puluh hari di bulan-bulan lainnya. Dan puasa satu hari di bulan Ramadhan lebih utama daripada puasa tiga puluh hari di bulan-bulan yang disucikan”.

Diriwayatkan pula dari beliau: “Apabila telah lewat separuh dari bulan Sya’ban, janganlah berpuasa sampai datangnya Ramadhan.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).

Karena itu, dianjurkan agar menghentikan puasa beberapa hari sebelum Ramadhan. Tetapi bila ingin terus berpuasa sampai datang Ramadhan hal ini dibolehkan . Rasulullah pernah melakukan satu kali tetapi lebih banyak memutus antara Sya’ban dan Rhamadhan.

Bila berniat puasa dua atau tiga hari sebelum Ramadhan dengan tujuan menyambut kedatangannya maka hal ini tidak dibenarkan. Beberapa kalangan sahabat juga tidak menyukai puasa di bulan rajab seluruhnya, agar tidak menandingi bulan Ramadhan.

Puasa Sunnah Bulanan

Puasa yang berulang tiap bulan yaitu setiap saat saat bulan purnama yaitu pada tanggal 13,14 dan 15 tiap bulannya.

Puasa Sunnah Mingguan

Puasa yang berulang setiap minggu adalah puasa senin dan kamis, pada hari tersebut dianjurkan berpuasa dan memperbanyak berbuat kebajikan. Menurut riwayat ada yang mengisahkan bahwa Rasulullah selalu berpuasa di hari tersebut karena pada hari itu catatan amal manusia akan dituliskan dan dilaporkan oleh malaikat kepada Allah SWT.

Puasa Sunnah Setengah Masa

Puasa setengah masa yaitu sehari puasa dan sehari tidak demikian seterusnya. Yang demikian ini lebih berat dan lebih menekan hawa nafsu. Banyak riwayat yang menerangkan tentang keutamaan puasa seperti itu. Antara lain sabda nabi:

”Telah ditawarkan kepadaku kunci-kunci semua khazanah kekayaan dunia dan perbendaharaan bumi. Namun aku menolaknya dan berkata: “Lebih baik aku lapar sehari dan kenyang sehari. Aku akan bersyukur kepada-Mu bila aku kenyang dan memohon beriba-iba kepadamu bila aku lapar” (HR Tirmidzi dan Abu Umamah).

“Sebaik-baik puasa ialah puasa seperti yang dilakukan oleh saudaraku Daud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari dan muslim)

Jika telah mengetahui waktu-waktu yang  memiliki keutaman khusus, maka untuk meraih kesempurnaan agar dapat mencapai peningkatkan keimanan sebaiknya berusaha untuk memahami makna puasa yang sebenarnya. Dan tujuannya yaitu membersihkan jiwa serta memfokuskan segalanya hanya untuk Allah Swt.

Macam-macam Puasa Sunnah

Ibadah yang dituntut dalam Islam terdiri atas dua macam. Pertama adalah ibadah wajib, yaitu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Ini merupakan batasan ibadah minimal yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Allah memberikan pahala pada setiap yang melakukannya dan dosa bagi yang meninggalkannya. Jadi, setiap muslim hendaknya melakukan ibadah ini. Contoh ibadah ini adalah salat lima waktu, puasa Ramadan, dan zakat. Lalu, di manakah letak puasa sunnah?

Puasa sunnah termasuk ibadah jenis kedua, yaitu ibadah sunnah. Ini adalah ibadah tathawu’ (sukarela), yaitu ibadah yang dianjurkan bagi setiap mukallaf, tapi tidak diberatkan atau tidak bersifat memaksa. Meskipun bukan berupa kewajiban, ibadah ini memiliki banyak kebaikan yang hendaknya diraih oleh setiap muslim. Contoh ibadah jenis ini adalah salat sunnah, puasa sunnah, dan bersedekah.

1. Puasa Sunnah Syawal (Enam Hari di Bulan Syawal)

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian ia iringi dengan (puasa) enam (hari) di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun.” (H.R. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Madjah).

Nabi Muhammad saw. menganjurkan umatnya untuk berpuasa Ramadan dan berpuasa sunnah Syawal sebanyak enam hari di bulan syawal. Dalam hadis di atas, Rasulullah saw. menyebutkan keutamaan puasa Syawal, yaitu disamakan dengan pahala puasa sepanjang tahun.
Kapan waktu untuk berpuasa sunnah Syawal? Apakah harus dilakukan langsung setelah salat Idul Fitri?

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa puasa Syawal tidak harus bersambung dengan Ramadan. Jadi, selama puasa itu masih dilakukan sepanjang bulan Syawal, ia masih dikategorikan sebagai puasa syawal. Salah satu hikmah dari anjuran puasa Syawal ini adalah agar setiap muslim tetap taat kepada Allah dan agar semangat Ramadan itu tetap tumbuh meskipun kita sudah berada di luar Ramadan.

2. Puasa Sunnah Arafah

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan haram yang diutamakan dalam Islam, di dalamnya terdapat perintah Ibadah Haji yang disyariatkan kepada setiap muslim yang memiliki kemampuan. Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah merupakan hari yang utama sepanjang tahun.

Melaksanakan puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan sebagai media untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. (kecuali hari kesepuluh –hari Ied—yang diharamkan untuk berpuasa). Namun, yang paling utama dalam sepuluh hari tersebut adalah hari kesembilan yang  kita kenal dengan hari Arafah. Puasa yang dilaksanakan pada waktu itu disebut puasa Arafah.

Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah saw. menyebutkan keutamaan puasa Arafah, yaitu Allah akan menghapus (dosa) setahun bagi hamba-Nya yang melaksanakan puasa Arafah dengan penuh keikhlasan dan ketundukan. “Puasa hari Arafah, saya berharap kepada Allah, dapat menghapus (dosa) setahun sesudahnya dan setahun sebelumnya.” (H.R. Tirmidzi).

3. Puasa Sunnah ‘Asyura dan Tasu’a

Puasa ini dilakukan pada hari Asyura’ dan Tasu’a. Hari Asyura’ adalah hari yang kesepuluh di bulan Muharam, sedangkan hari Tasu’a adalah hari kesembilan. Puasa Asyura’ merupakan puasa yang sudah lama dikenal di kalangan kaum Quraisy.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dikatakan bahwa puasa Asyura' ini pada awalnya merupakan puasa yang diamalkan oleh umat Nabi Musa as Sebagai bentuk rasa syukur karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari musuh-musuh mereka.

Nabi Muhammad saw. kemudian menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan puasa ini. Namun, Nabi Muhammad saw. juga sangat perhatian dengan kekhasan atau kekhususan pribadi muslim dalam segala hal. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. juga menganjurkan umat muslim untuk berpuasa pada hari kesembilan (hari tasu’a).

4. Puasa Sunnah Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban merupakan bulan terakhir menjelang Ramadan. Pada bulan ini, Nabi Muhammad saw. menganjurkan umatnya agar memperbanyak puasa sunnah. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah saw. mengungkapkan keistimewaan puasa di bulan Sya’ban ini.

“Ia adalah bulan yang dilupakan oleh banyak orang, terletak antara Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Tuhan semesta alam. Saya ingin, ketika amal saya diangkat, saya dalam keadaan puasa.” (H.R. Nasa’i)

5. Puasa Sunnah Senin & Kamis

Sementara itu, hari-hari dalam satu minggu yang dianjurkan bagi setiap muslim untuk berpuasa adalah hari Senin dan Kamis. Mengenai keistimewaan puasa Senin dan Kamis ini, dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, sebagai berikut.

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka diampunilah setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, selain seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Untuk mereka dikatakan, 'Lihatlah dua orang ini hingga mereka berbaikan.'” (H.R. Muslim)

6. Puasa Sunnah Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan sehari kemudian berbuka sehari. Puasa ini merupakan puasa yang pernah diamalkan oleh Nabi Daud as. Puasa ini merupakan puasa yang utama dan paling dicintai oleh Allah Swt dan sangat dianjurkan kepada setiap hamba Allah yang mampu dan memiliki semangat beramal kebajikan yang tinggi.

Puasa ini juga yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad saw. kepada Abdullah bin Umar yang terkenal bertekad sangat kuat dalam kebajikan. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tidak ada puasa di atas puasa Daud as., separuh masa.” (H.R. Bukhari)

Jadi, puasa Daud adalah puasa yang paling utama di antara puasa sunnah yang lain. Hanya orang-orang yang memiliki kekuatan tekad, keimanan, dan semangat ibadah yang tinggi yang mampu untuk istikamah menjalankannya.

Puasa Sunnah di Bulan-bulan Haram (Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab)

Bulan-bulan haram dalam Islam ada empat sebagaimana ditegaskan oleh Allah Swt. dalam alquran, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus dan janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Q.S. At-Taubah: 36)

Bulan yang empat itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut diharamkan atau dilarangnya peperangan sebagaimana diharamkannya peperangan di tanah haram (Makkah).

Anjuran untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan-bulan haram dijelaskan oleh Rasulullah dalam sebuah hadisnya, “Seutama-utamanya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharam. Dan seutama-utamanya salat setelah salat fardu adalah salat lail.” (H.R. Muslim).

Puasa Sunnah Tiga Hari Setiap Bulan

Salah satu puasa yang sangat dianjurkan bagi umat muslim adalah puasa sebanyak tiga hari setiap bulannya. Allah menjanjikan balasan berlipat ganda hingga sepuluh kali untuk setiap kebaikan. Jadi, puasa tiga hari dalam satu bulan nilainya sama dengan puasa sebulan penuh. Pertanyaannya kemudian adalah kapan masa tiga hari itu dalam satu bulan? Ada dua pendapat terkait tiga hari yang dimaksud. Berikut adalah dalilnya.

Pertama, hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: “Rasulullah saw dahulu berpuasa di awal tiap bulan sebanyak tiga hari.” (H.R. Abu Dawud). Kedua, hadis yang diriwayatkan dari Abu Dzar: “Barang siapa di antara kalian berpuasa tiga hari dalam satu bulan, maka puasalah di tiga hari putih.” (H.R. Ahmad, Nasa’I, dan Ibnu Hibban). Tiga hari putih yang dimaksud dalam hadis ini adalah hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas pada penanggalan Hijriah.

Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fiqh Puasa berpendapat bahwa perbedaan hadis dalam meletakkan hari-hari puasa tiga hari setiap bulan menunjukkan adanya keringanan bagi kaum muslimin. Jadi. setiap muslim diberi kebebasan untuk menjalankan puasa di awal, akhir atau pertengahan bulan, bergantung kepada kesempatan yang mereka miliki.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Puasa Muharam, Peringkat Keutamaan Kedua Setelah Puasa Ramadhan - ANNE
Puasa muharam merupakan salah satu puasa sunnah yang dijalankan oleh umat muslim. Meskipun tergolong sebagai puasa sunnah, puasa muharam memiliki peringkat keutamaan kedua setelah puasa ramadhan.

Puasa Arafah - Puasa Sunnah Paling Utama
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang paling utama. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Saat itu, kaum Muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di Padang Arafah. Puasa sunnah merupakan amalan saleh yang akan mendatangkan pahala. Memang, amalan saleh yang bernilai pahala kebaikan banyak ragamnya. Selain amal-amalan yang hukumnya wajib seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan, banyak amalan ibadah yang hukumnya sunnah.

Tanya Jawab Islam tentang Puasa
Tanya jawab Islam kali ini akan membahas mengenai ibadah puasa. Puasa yang terbagi dalam ibadah puasa wajib dan sunah, di dalam agama Islam dipandang tidak hanya sekadar ritual ibadah semata. Puasa juga memiliki banyak kebaikan, terlebih dari segi kesehatan, selain mendapat pahala tentunya. Oleh karenanya, sepatutnya kita melaksanakannya dengan mengawalinya melalui aktivitas yang baik semenjak sahur hingga berbuka.

Topik Terkait
Puasa Sunnah
25 Nabi Dan Rasul
Abu Bakar Shidiq
Al-Irsyad
Al-Quran
Ali Bin Abi Thalib
Bacaan Shalat
Busana Muslim
Doa Qunuth
Ekonomi Syariah
Fatimah Azzahra
Fikih
Hadits
Hukum Waris
Ibadah Haji
Ibadah Puasa
Ibadah Shalat
Ibadah Umroh
Idul Adha
Idul Fitri
Ijtihad
Ilmu Mantiq
Ilmuwan-Ilmuwan Islam
Imam Al-Ghazali
Infak
Isra Miraj
Jihad
Khalid Bin Walid
Khusnul Khatimah
Kifarat
Kumpulan Doa
Lailatul Qadar
Madzhab-Madzhab Dalam Islam
Mahabah
Muhamadiyyah
Mukjizat
Munakahat
Nadhathul Ulama
Negara Islam
Peradaban Islam
Perang Salib
Perawi Hadits
Persis
Poligami
Politik Islam
Puasa Ramadhan
Qiyamul Lail
Riba
Rukun Iman
Rukun Islam
Sejarah Islam
Shadaqoh
Shalat Fardhu
Shalat Jama
Shalat Jenazah
Shalat Jumat
Shalat Khauf
Shalat Masbuq
Shalat Qashar
Shalat Sunnah
Shalat Sunnat Rawatib
Shalawat Nabi
Siti Aisyah
Sufi
Sujud Syukur
Sujud Tilawah
Sultan Saladin
Sumber Hukum Islam
Sunni
Syiah
Tafsir
Takbiratul Ihram
Taubat
Tauhid
Ukhuwah Islamiyah
Ummar Bin Khatab
Utsman Bin Affan
Wakaf
Walisongo
Wudhu
Zakat
Zikir

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA