logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Puisi    Kata Kata Puisi Cinta

Ungkapkan Perasaanmu seperti Puisi Cahaya Bulan


Ilustrasi puisi cahaya bulan

Banyak cara orang mengungkapkan perasaannya. Puisi adalah salah satunya. Melalui puisi cahaya bulan ini, penulis ingin menyampaikan jika kita memiliki perasaan kepada seseorang, ungkapkanlah sebelum penyesalan itu datang.

Jangan berpikir gengsi dan mengerdilkan diri kita. Laki-laki maupun perempuan, sama saja. Perasaan sayang dan cinta bisa kita ungkapkan dengan bebas kepada siapa pun. Baik itu teman, sahabat, atau yang ingin kita jadikan pasangan.

Jika tidak diungkapkan, perasaan dan waktu akan hilang. Waktu akan terus berlalu, sementara perasaan bukan tidak mungkin bisa menyakiti hati. Bahkan, bisa saja berubah. Bibir boleh malu mengatakan cinta, tapi hati tak pernah bisa berbohong.

Jangan pernah sekali pun erusaha membohongi perasaan. angan terlalu banyak berpikir ketika ingin mengungkapkan rasa cinta. Penerimaan dan penolakan adalah satu hal yang wajar dalam sebuah pernyataan cinta. Jadi, Anda jangan terlalu membayangkan hal lain karena yang terjadi belum tentu seburuk yang dipikirkan. Bahkan, bisa jadi sebaliknya.

Meski pada kenyataannya Anda akan ditolak, toh ada kepuasan tersendiri yang dirasakan karena Anda telah mengungkapkan perasaan. Bagaimana Anda  bisa tahu bagaimana perasaan calon pasangan yang kita cintai jika Anda sendiri tak pernah mengungkapkan seperti apa perasaan Anda.

Nah, berikut ini penulis hadirkan beberapa puisi cahaya bulan yang bisa digunakan untuk menyatakan perasaan pada orang yang Anda sayangi.

Cahaya Bulan

Melihat dengan cahayanya…
Ada sesuatu..yang sangat dekat, tapi...
Aku tak bisa meraihnya
Apalagi memilikinya

Aku tak mengerti apakah pesonanya yang memikat
Atau mungkin akalku yang tak lagi ada di tempat

Saling menyadari...tapi saling mengacuhkan
Kadang suka menyalahkan diri
Tak adil….
Tapi kesadaran menghampiri

Tataplah cahaya bulanmu
Masihkah kau dapati cahaya keteduhannya?

Penyesalan akan selalu datang
Pada sesuatu... yang kita sadari, tapi..
Sering diacuhkan

Dan aku…kamu..sadar betul akan hal itu
Dan mungkin bila nanti
Penyesalan itu datang, jangan kau tinggal

Bahagiamu adalah bahagiaku
Senyum itu yang menyejukkan hatiku
Semangat itu yang menyemangatiku
Sapa itu yang selalu kurindu
Wajah itu yang kukhayalkan

Wajah bak sinar bulan
Memberikan keteduhan saat memandangnya

Menjerat hati...
taklah semudah menjerat kata
jatuh hati, tidaklah semudah terjatuh
ku harap ini bukan sesuatu yang kubenci
tetapi sesuatu yang memang sedang kucari
tak berlalu.. lalu pergi…
meninggalkan beribu janji
yang tak pernah menepi

ini adalah khayalan yang akan nyata
menunggu tuk diungkap
rahasia hati bukan lagi sesuatu yang tersembunyi
yang hanya menyediakan ruang sepi

malam ini, bulan kembali bersinar
cahaya bulan mempertegas garis wajahmu

kini kita begitu dekat..tapi, aku.. kamu..
merasa jauh…
jangankan membaca hatimu
garis wajahmu saja
aku tak sanggup membacanya

tubuh kita sangat dekat, tapi...
di mana jiwamu... jiwaku... bukan melayang..
melainkan menepi...

ku tak akan mencari
kudapat sesuatu tak akan ku lepas
sampai kau, aku, sadar…
sesuatu itu adalah kita

aku akan menapak jiwa yang tenang
dan tak akan kulepas jiwamu
karena jiwaku tak kau lepas
sampai waktu memberitaahu semua
sesuatu tentang cahaya bulan …
yang sudah lama kita miliki

di simpan di hati
bukan mengungkap salah
tentang sesuatu yang sering jadi masalah

sesuatu yang membuat kita menjauh
mengingkari hati, perasaan, kamu, aku...
mencari... menunggu...
ada di depan mata
lari... mencari... menunggu...

ada hati yang luka
bukan terjatuh...
tergores  dan dibiarkan begitu saja
dan semua itu
bukan penyesalan
yang pergi... lalu mati
semua rasa... kebahagiaan... yang aku..kamu..
cari...datang...dapat...acuh...pelan-pelan pergi...
tapi tumbuh subur di hati
yang tak pernah luka di atas luka.

Hati ini akan luka
Jika tak segera ku buka
Cahaya bulan memberiku kekuatan
Untuk segara mengatakan

Maka di malam ini
Disaksikan cahaya bulan
Aku katakan tentang isi hati
Bukan merusak persahabatan
Tapi aku kuatkan persahatan dengan cinta sejati

Persahabatan kita bak cahaya bulan
Yang selalu meneduhkan, menenangkan hati
Aku yakin ada cinta diantara kita
Cahaya bulan purnama akan menghiasi kebersamaan kita
Menemani kita merajut mimpi-mimpi indah
Dan Aku…kamu…menjadi satu

***

Bulan Menyapaku

Malam telah datang kembali
Menyapa...menenangkanku kembali...
Malam mulai sepi
Namun jiwaku tetap bernyanyi
Menyambut datangnya cahaya bulan
Masihkah besok ada malam?
Seindah malam ini
Sinar bulan tampak berseri
Ditemani bintang yang menari-nari
Sungguh, malam yang indah berseri
Jika aku belum pergi
Besok aku akan menyapamu lagi
Wahai dunia…selamat malam…
Sambutlah cahaya bulan malam ini

***

Keajaiban

Pernah aku berharap keajaiban akan datang
Dalam harap aku ditemani doa
Dan apa yang terjadi?
Kutemukan kembali keajaiban itu
Harapan jadi kenyataan
Katakan dia diutus untuk saling berbagi denganku
Dengan apa yang pernah kami rasakan
Sahabat…
Persamaan yang ada membuat kita tahu
Akan indahnya cerita dulu
Dan membuat cerita baru yang seru….

***

Kata-kata Puisi Cinta

Jatuh Cinta

Inikah yang disebut jatuh cinta?
Ahh…sulit mendefinisikannya
Tahukah kamu,
Yang kurasa ini bukan hanya sekadar rasa cinta
Tapi rasa cinta yang jika ada kata yang dapat mengungkapkaannya
Lebih dari kata cinta
Maka kata itulah yang akan aku ucapkan

Tahukah kamu?
Dari sekian banyak kaum Adam yang aku kenal
Hanya kamu yang mampu melumpuhkan hatiku
Bukan hanya sekedar melumpuhkan
Tapi, kau telah membuatnya kehilangan rasa
Yaa...rasa untuk dapat menyukai yang lain
Hambar…kau telah membuatnya menjadi hambar

Doa, kamu tahu apa itu doa?
Doa yang merupakan kekuatan terbesar di dunia ini pun
Ternyata belum cukup untuk memberiku kekuatan
Walaupun suatu saat aku berdoa
Tuhan bisa mewujudkan kamu untukku
Doa terbaikku untukmu

Kamu tahu? Pikiranku, kini kamu yang menguasai
Aku coba menepis semuanya dengan kemampuan yang kumiliki
Tapi... kamu begitu kuat untuk bertahan
Kamu ternyata telah memposisikan dirimu di tempat yang istimewa
Dimana orang yang telah masuk kedalamnya
Akan sulit untuk dapat keluar lagi

Jadi, bagaimana aku dapat mengusirmu?
Kamu… entah apa yang kamu pikirkan tentangku
Yang penting kau selalu kupikirkan
Aku ini manusia biasa
Yang tak mungkin hidup sendiri
Apalagi tanpa kepastian

Salahkan jika aku jatuh cinta, lalu mengungkapkannya?
Tapi aku percaya, doa akan mendekatkanku denganmu
Kalaupun tidak seperti yang aku harapkan
Ku yakin mungkin itu yang terbaik untukku
Karena cinta tidak pernah memaksa

Kamu tahu, apa yang membuatku menyukaimu?
Bukan mataku yang menyukaimu
Karena mata hanya pandai melihat fisikmu saja
Bukan juga hidungku yang menyukaimu
Karena hidung hanya pandai mencium bau parfummu saja
Apa telingaku yang menyukaimu?
Bukan, karena telinga hanya pandai  mendengar kata-katamanismu saja
Mungkin tanganku yang menyukaimu?
Bukan juga, tangan hanya pandai mengukur apa yang telah kau beri untukku

Bukan, bukan karena mata, hidung, telinga, dan tangan
Aku menyukaimu, karena hatiku menyukai hatimu
Mata, hidung, telinga, dan tangan tak dapat menyentuh hatimu
Karenanya aku tak da[at mengingkari
Karena satu-satunya yang selalu jujur adalah hati
Kamu tak percaya?
Tanya hatimu.

***

Jika Anda merasa kurang percaya diri untuk langsung mengungkapkan perasaan, berikan saja salah satu puisi cahaya bulan berikut. Setelah itu, lanjutkan dengan obrolan yang langsung menjurus kepada apa yang hendak Anda ungkapkan. Selamat Mencoba!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Arti Cinta Sejati - Belajar dari Matahari dan Bulan - ANNEAHIRA.COM
  • Arti Persahabatan Dirasakan Oleh Hati
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA