Indahnya Puisi Dakwah
Puisi dakwah adalah puisi yang berisikan nilai-nilai dakwah yang dibungkus indah dengan syair-syair cinta yang dapat mengingatkan kita pada Allah. Berikut ini beberapa puisi dakwah untuk Anda.
Di Balik Senyummu
Senyum,
Di balik duka, kau pasang wajah ceria
Senyum,
Ketika gembira
Kau coba wajah biasa saja
Tawadhu
Senyum,
Walau di atas, kadang di bawah
Kau selalu mencoba berdiri di tengah
" Keterangan 1:
Puisi dakwah ini ditulis untuk saling berbagi, senyum. Sebab Islam pun memiliki seni. Islam itu indah, memiliki puisi dakwah, puisi berseni sekaligus untuk saling menasihati dan mengingatkan. Eling!
Puisi dakwah kupersembahkan kepada orang-orang yang masih istiqamah atau ingin istiqamah di jalan Tuhannya, yang selalu kokoh berusaha keras, tidak untuk berguguran di jalan dakwah. Mereka mampu tersenyum tulus karena merendahkan hati kepada Tuhannya, tawadhu. Mereka tersenyum walau jalan dakwah ini tidaklah mudah. Mereka tahu itu.
Bacalah
Segala sesuatu
Berawal dari ilmu
Maka, bacalah…
Seumpama madu
Merekah manis sebab niat tuannya
Maka, bacalah…
Bacalah dengan menyebut nama-Nya
Dialah yang mencerdaskan
Dialah yang mampu membuatmu lupa
Membuatmu ingat
Maka, bacalah…
" Keterangan 2
Surat pertama yang difirmankan Allah sebagai wahyu bagi Rasulullah adalah surat Al-Alaq: 1-19. Ketika Rasulullah yang belum pandai membaca, Dia memerintahkan beliau membaca, ayat demi ayat. Gua Hira dan Malaikat Jibril jadi saksi. Kala itu Rasulullah gemetaran dan merinding. Keringatnya bercucuran, sebesar biji jagung. Lalu, Rasulullah hanya mampu berkata, "Aku tdak bisa membaca!" Berulang-ulang.
Sekali lagi Allah berkata, sangat mudah bagi-Nya menjadikan manusia dari tidak bisa menjadi bisa, seperti membolak-balikkan telapak tangan yang sehat gilang-gemilang. Bacalah… bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Esa.
Segala sesuatu di dunia ini diawali dengan membaca. Tak perlu keliling dunia. Hanya membaca buku, sesungguhnya kita telah melihat seisi dunia dari balik jendela. Jendela sendiri menjadi saksi. Bacalah, dengan membaca raut muka, membaca situasi, membaca pengalaman, akan membuat dirimu akan segera tahu makna membaca.
Bacalah puisi dakwah sehingga dirimu mampu kokoh semangatkan diri. Puisi dakwah, teruntuk jiwa-jiwa yang haus kasih-Nya.
Rabithahku
Allah, pagiku ini
Dan sora nanti
Hingga langit menjingga
Lalu kelam bergemintang
Allah,
Kemuliaan hanya dari-Mu
Mudah,
Mudah sekali bagi-Mu mencabutnya
Sebab,
Kerajaan semesta ini hanya milik-Mu
Mudah,
Mudah sekali Engkau menitipkan
Lalu mencabutnya
Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu
Rezeki Kau beri tanpa hisab
Mudah,
Mudah sekali bagi-Mu
Allah,
Izinkan kami
Untuk selalu mencintai-Mu
Taat pada-Mu
Menyerukan asma-Mu
Setia berjuang di jalan-Mu
Allah,
Kuatkanlah
Abadikanlah cinta dan kasih sayang kami
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
Penuhilah hati-hati kami
Dalam cinta pada-Mu,
Dalam sujud pada-Mu,
Kelapangan dada
Engkaulah sebaik-baik penolong
Salam dari kami
Untuk Baginda Rasulullah
Beserta keluarganya
Dan para pengikutnya
Hingga akhir zaman
Aamiin!
" Keterangan 3
Doa rabithah sebagai tulisan indah yang Rasulullah membacanya pagi dan petang. Puisi dakwah tentang Rabithahku ini tentu saja telah dipoles sana-sini. Rabithahku, inginku ikatkan hatiku kepada semua wajah-wajah ciptaan Allah agar kami dalam ikatan hati yang cinta kepada Allah. Saling mencintai dan menyayangi datu sama lain. Alangkah luar biasanya makna ikatan hati dalam hati-hati yang terhimpun untuk mencintai-Mu. Aamiin.






