Cerita Puisi Kasih Sayang
Ilustrasi puisi kasih sayang
Puisi kasih sayang selalu dipersembahkan teruntuk orang-orang terkasih sejagad raya dunia. Cerita puisi tentang kasih sayang ini tentu saja bisa diutarakan untuk melambangkan rasa cinta dan persahabatan, sebagai media untuk mengungkapkan rasa cinta, rasa cinta yang utama hanya karena Sang Mahacinta. Puisi itu sendiri tidak harus panjang. Yang paling utama adalah ungkapan yang diutarakan dalam kata penuh aliran perasaan si pembuat puisi. Hal ini akan menambah rasa sayang di antara mereka.
Untuk Siapa?
Memang tidak semua orang mampu membuat puisi. Teknik yang digunakan dalam pembuatan sebuah puisi juga sebenarnya tidak harus sangat rumit. Ungkap saja rasa yang dikandung di dalam dada. Misalnya, cukup dengan mengatakan, ‘Rindu embun pagi pada saat tak mampu melihat mentari sama dengan rasaku ingin bertemu denganmu’. Hubungkan fenomena yang ada di alam dengan perasaan yang dirasakan pada saat membuat puisi itu.
Orang yang tidak mampu membuat sebuah puisi pun terkadang akan mampu membuat sebuah kalimat penuh makna ketika hatinya tertekan atau perasaannya tak terbendung lagi. ‘Limbung jiwa kala hatimu menjauh.’ Kalimat itu sebagai salah satu ungkapan rasa sedih berpisah dengan orang yang disayangi. Perpisahan memang menyakitkan. Namun, ada kalanya perpisahan harus dilakukan demi menguji seberapa dalam rasa cinta yang dirasakan.
Puisi yang diuntukkan untuk seseorang itu bergantung pada usia dan hubungan dengan orang tersebut. Inilah puisi kasih sayang, untuk ibu, ayah, adik/kakak, saudaraku, sahabat-sahabat, guru, untuk suami, untuk istri, nenek, kakek, dan semua pejuang kebenaran yang serta-merta dengan segala kesungguhan mulia di seluruh dunia.
Puisi Kasih Sayang untuk Ibu
Ibu, How an Amazing She is
Aku tak terbaca
Jika menulis puisi untuk ibu
Sebab cintanya terlalu indah
Aku tak tertulis
Jika menulis puisi tentang ibu
Sebab kasihnya terlalu megah
Bila sejuta kata telah kurangkai dengan indah
Untuk beliau, aku tetap tak tergambar
Sebab terlalu banyak kisah-kisah cinta bersama beliau
Mungkin hanya beberapa helai saja yang bisa aku katakan
Aku mencintainya melebihi dunia dan seisinya
Dalam naungan cinta-Nya
How an amazing she is
Puisi Kasih Sayang untuk Ayah
Jejak Semesta
Ayah semangat sekali bekerja
Sebab bulan di langit janjinya
Bintang di arasy mimpinya
Cahaya pun menyanjungnya
Sambil menapaki tangga pelangi
Ayah, aku cinta
Kasih sayangnya
Memelihara kami dari api neraka
Karena beliau adalah pemimpin semesta
Puisi Kasih Sayang untuk Adik/kakak
Bersamamu Adik
Saat jauh,
Kuingat pertengkaran kita, mesra
Saat dekat,
Kurindu senyuman dewasamu
Gayamu cerdas
Menawan hati
Kadang-kadang kau memuji diri
Aku pun hanya tersenyum menyanyi
Adikku,
Aku hanya ingin mampu
Mencontohkan yang terbaik bagimu
Hingga kita nanti masing-masing
Memiliki keluarga sendiri-sendiri
Namun, aku harap kau
Selalu ada di sampingku
Menggapai impian
Yang pernah kita tulis dan kita tempel
Di dinding kamar dulu
Puisi Kasih Sayang untuk Sahabat
Kenangan Bersama Sahabat
Bunga-bunga kertas
Pada lampu-lampu malam
Tirai merahku tertutup rapat
Sendiri di sini dalam jalan sepi
Ketika aku kembali,
Bunga-bunga kertas
Pada lampu-lampu malam
Kalian mengejutkanku
Akan indahnya bunga-bunga kertas
Lampu-lampu malam
Dengan nyanyian selamat ulang tahun
Puisi Kasih Sayang untuk Guru
Bayangan Hati Seorang Guru
Aku tahu,
Sebelum mengajar kau deg-degan
Ada rasa takut pada hatimu
Ada rasa galau bila kau tak bisa
"Aku harus bisa membisakan murid-muridku,
Sebab ini dan mereka adalah amanah"
Puisi Kasih Sayang untuk Suami
Sedikit tentang Suamiku
Beliau selaksa beringin
Kokoh lagi hijau
Melindungi keluarganya
Beliau seperti ilalang
Sederhana, namun indah
Beliau bak permadani
Lembut
Namun, mampu membawa kami
Keliling pergi
Menuju jalan-Nya
Puisi Kasih Sayang untuk Istri
Sedikit tentang Istriku
Dirinya lembut
Penurut tanpa berkerut
Amanah dalam rumah tangga
Menjadikan rumah selaksa istana
Dirinya imut
Membuatku tak sanggup rasanya
Jauh dari dirinya
Puisi Kasih Sayang untuk Nenek
Nenekku
Nenek memanjakanku
Namun, manjaku beliau buat
Menjadikan aku mengenal arti cinta
Nenek menunjukkan cerminan ibuku
Lembut, tegas dan pemaaf
Puisi Kasih Sayang untuk Kakek
Dialah Kakek
Wajahnya keriput
Kakinya berjalan terayun
Namun, ia kulihat tabah
Wibawa masih ada
Dalam pancaran cahaya wajahnya
Beliau mengajarkanku tentang makna bersyukur
Puisi Kasih Sayang untuk Para Pejuang
Bada Sang Pejuang
Pejuang itu setia
Setia pada apa yang telah menjadi prinsipnya
Pejuang itu amanah
Ada banyak tugas yang diemban pada punggungnya
Pejuang itu cerdas
Berpikir bersih lalu bertindak
Pejuang itu teguh
Kokoh pada jiwa dalam dirinya
Pejuang itu, lembut, sabar, dan surga
Proses
“Menelusuri proses kreatif penulisan puisi sama asyiknya dengan menulis puisi itu sendiri,” ujar Soni Farid Maulana, penyair yang hingga kini menjadi salah satu redaktur di Harian Pikiran Rakyat. Proses itu sendiri membutuhkan waktu dan penelaahan terhadap apa yang sedang berlangsung. Penggunaan kata-kata tertentu juga membuat banyak puisi bernada begitu indah. Tidak banyak orang mampu membuat puisi yang menggugah. Banyak yang hanya merangkai kata-kata yang mudah dimengerti.
Tetapi bagi sebagian orang puisi itu benar-benar sesuatu yang sangat berarti. Puisi tidak hanya menjadi satu unggap rasa tetapi telah menjadi satu pekerjaan yang diharapkan akan memberikan penghasilan tambahan. Puisi yang berkaitan dengan kasih sayang malah akan membuat sang penyair menjadi idola. Ia bisa menjadikan puisinya sebagai salah satu sarana membuat satu hubungan menjadi lebih baik. Kata-kata indah itu akan melembutkan hati.
Saat hati lembut itulah, terkadang air mata pun akan mengalir. Saat seorang ibu yang begitu merindukan anaknya akan mengatakan bahwa belahan jiwanya itu seakan menghilang begitu lama. Padahal mungkin mereka baru berpisah beberapa hari saja. ‘Indah matamu tak ada duanya, anakku. Kau adalah milikku yang kurelakan menjadi milik alam. Kau mempunyai jiwa sendiri.’
Berpuisi adalah Sebuah Ekspresi
Para penyair boleh jadi memiliki pandangan yang berbeda dan unik. Masing-masing tidak bisa disamakan dan mereka--sudah pasti--tidak mau disamakan, kendati misalnya tingkatannya dianggap sama. Akan tetapi, ada kesamaan dalam proses kreativitas mereka, yaitu bahwa puisi adalah ekspresi dari sebagian pengalaman mereka.
Puisi tentang kasih sayang pun begitu. Sebagai manusia, jelas pengalaman akan rasa cinta begitu melekat pada setiap jiwa. Bukan suatu hal yang aneh kalau kata-kata puitis pada akhirnya menjadi penumpahan rasa cinta seseorang. Inilah yang memunculkan istilah ‘puisi kasih sayang’.
Memetakan Puisi
sejak kau pergi dari sisiku, cintaku,
jiwaku seperti setangkai mawar
dipangkas orang dari pangkalnya
Tiga larik puisi di atas adalah contoh puisi tentang kasih sayang yang dengan jelas dan tegas menginformasikan sebuah pengalaman seseorang. Sang penyair menjelaskan perasaannya yang sedang murung kareng ditinggal sang kekasih. Puisi cinta tidak melulu senang dan bahagia. Akan tetapi bisa sebaliknya.
Sang penyair menunjukkan rasa kasih sayangnya pada sang kekasih, betapa sakit hatinya saat pujaan hati itu pergi meninggalkannya. Rasa sakit itu pun ditunjukkan dengan metafora bagai setangkai mawar yang dipangkas orang dari pangkalnya. Bayangkan sakitnya jika tiba-tiba saja bagian dari tubuh Anda dipangkas secara paksa. Sakit sekali!
Rasa sakit, murung, dan layu memang tidak tersurat dalam puisi kasih sayang di atas. Akan tetapi ketiga rasa itu dapat didalami secara tersirat. Inilah yang disebut dengan bahasa figuratif, yaitu bahasa penyair yang tidak harus hadir dalam puisinya. Bahasa ini pun juga dapat berfungsi sebagai penekan suasana, yaitu bagian dari kenyataan akan pengalaman sang penyair yang dirasa abstrak.
Puisi adalah Pengalaman Sang Penyair
Pada buku “Postmodernisme Tantangan bagi Filsafat”, Dr. I. Bambang Soegiharto menjelaskan bahwa bahasa bukan hanya sekadar teks, struktur, dan makna saja. Akan tetapi, bahasa juga adalah pengalaman yang dihayati. Di sinilah dapat terlihat bahwa karya puisi, khususnya puisi kasih sayang, adalah ungkapan sebenarnya seorang penyair akan pengalaman pribadinya. Hanya saja, memang perasaannya itu tertutupi oleh kejeniusannya dalam mengolah kata-kata.
Menulis puisi tidak bisa dikhayal-khayalkan. Meski di dalamnya ada imajinasi, puisi yang dikhayal-khayalkan cenderung tidak akan mengena atau kering tanpa makna. Hanya kata-kata yang indah saja. Oleh karena itulah, seorang penyair dituntut untuk benar-benar meresapi pengalamannya agar dapat tertuang dalam bentuk puisi yang dalam, termasuk dalam menulis puisi mengenai kasih sayang.

