Ragam Puisi Kerinduan dan Cara Membuatnya

Jika kita sedang jatuh cinta pada kekasih, entah itu seseorang, alam, atau Tuhan, kita membutuhkan media untuk mengungkapkannya. Apalagi jika kita berada dalam jarak yang jauh dari kekasih. Dari jatuh cinta yang mendalam, muncullah kerinduan.
Puisi Kerinduan pada Tuhan
Kita mengetahui, banyak puisi kerinduan yang bisa dijadikan contoh pengungkapan isi hati. Misalnya, puisi kerinduan Jalaluddin Ar-Rumi kepada Tuhan dalam Masnawi, yang bahkan mencapai 6 jilid buku. Contohnya pula, sajak kerinduan Ibnu Arabi kepada Allah dalam Tarjuman Al-Asywaq. Kerinduan Ibnu Arabi begitu hebat sehingga Ibnu Arabi melihat cerminan Tuhan dalam sosok Nizam, putri gurunya.
Puisi Kerinduan pada hal lain
Puisi kerinduan pada hal lain, meski tentunya tidak sebagus puisi kerinduan pada Tuhan, bukan berarti kehilangan unsur keindahan. Ketika seseorang merindu, yang terjadi adalah pencarian jati diri hal yang dirindukannya pada bentuk-bentuk yang ada di dekat sang perindu. Dengan demikian, sang perindu tersebut membuat metafora-metafora. Salah satu contoh puisi kerinduan tersebut adalah sebagai berikut.
ANGIN LALU
Angin senja meniupi hatiku kian kemari
Ada kalanya kuhampiri langit
Tiba-tiba awan menggumpal
Bayang-bayangmu belum boleh memanjang
Matahari belum boleh meledakkan merah
Sampai nanti kudekati cakrawala mati
membawa cinta ini
Duduklah di sebelah hatiku
Di atas rumput yang memegangi tanah
Bila angin menghampiri kembali
Kutunjukkan bintang senja di sana
Awan-awan itu belum boleh memudar
Matahari belum boleh meredakan terang
Sampai kutemani cakrawala mati
membawa cinta ini
Cepatlah berlari ke matahari
Dan bumi pun tak bisa menertawai kami
Awan-awan itu belum boleh memudar
Matahari belum boleh meredakan terang
Sampai kutemani cakrawala mati
Bayang-bayangmu belum boleh memanjang
Matahari belum boleh meledakkan merah
Sampai nanti kudekati cakrawala mati
Kuterjatuh di tanah lapang
tempat kautiupkan angin lalu
Dalam puisi Angin Lalu ini, sosok “aku lirik” berada di tempat yang jauh dari kekasihnya. Ia terjatuh di tanah lapang tempat sang kekasih meniupkan angin lalu. “Aku lirik” mulai membanding-bandingkan diri kekasihnya pada keadaan di sekitarnya, yaitu pemandangan senja: cakrawala merah dan bayang-bayang panjang.
Cara Membuat Puisi Kerinduan
Jika kita perhatikan lebih dalam, cara agar kita mampu membuat puisi kerinduan kita tidak kalah kelas dari puisi kerinduan kepada Tuhan, adalah menggunakan metafora seperti pada puisi “Angin Lalu”. Kita juga harus banyak mengumpulkan kosakata yang cocok dengan keadaan rindu kita.
Yang penting, membuat puisi kerinduan haruslah dalam keadaan rindu. Dengan kejujuran seperti ini, puisi yang dihasilkan tidak akan berkesan mengada-ada, menggombal, atau murahan.






