logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Puisi    Artikel Umum Puisi    Puisi Laut

Puisi Laut Karya Penyair Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Puisi bisa berkenaan dengan apapun. Puisi laut misalnya, puisi laut pasti merupakan sajak-sajak puisi yang terinspirasi karena keindahan laut. Kehadiran laut-laut indah yang juga dimiliki Indonesia menginspirasi para penyair untuk menciptakan puisi laut atau puisi tentang laut.

Puisi Laut dan Metafora Kehidupan Manusia

Benar saja, laut seringkali menginspirasi penyair untuk menciptakan puisi laut, namun bukan berarti penyair itu hanya bercerita tetang keindahan alam lautan, tetapi juga laut tersebut menjadi sebuah kenangan yang menyimpan peristiwa di hati penyair.

Laut selalu memiliki ceritanya sendiri.  Kenangan tentang sebuah peristiwa seringkali tergambar ketika membaca atau menciptakan sebuah puisi tengan laut atau puisi laut. Pemandangan indah yang disuguhkan oleh lautan, semakin menambah keindahan dari puisi laut yang diciptakan.

Laut dengan luasnya yang hampir takbisa tertakar oleh mata telanjang menyuguhkan sebuah keindahan yang tidak dimiliki oleh tempat wisata lainnya. Pemandangan matahari terbit dan terbenam serta deburan ombak yang menari adalah sedikit gambaran tentang keindahan yang biasanya menginspirasi para penyair untuk menyiptakan sebuah puisi tentang laut atau puisi laut.

Metafora laut seringkali dikaitkan dengan bahtera kehidupan. Akhir dari segala yang bermuara. Laut nyatanya memiliki keindahan yang selalu disangkutkan dengan kehidupan. Puisi laut seringkali berkenaan dengan kehidupan manusia. Jika sedang berada di laut, apapun rasanya bisa dianalogikan dalam kehidupan manusia.

Tentang ombak yang dimetaforakan sebagai sebuah semangat. Ombak mampu memecah air yang tenang. Seperti semangat yang mampu membuat segalanya jadi mungkin. Gambaran metafora seperti itu takjarang selalu menghiasi puisi tentang laut atau puisi laut.

Belum lagi pemandangan tentang cahaya matahari yang terbit kemudian tenggelam. Di dalam puisi laut, cahaya matahari seringkali dianalogikan sebagai usia seseorang. Ketika terbit, semua orang menyambutnya dengan penuh suka cita, perasaan senang dan harapan yang baik.

Perasaan itu kemudian berubah. Digambarkan dengan rasa dan suasana yang tiba-tiba syahdu ketika melihat matahari tenggelam. Di dalam puisi laut itu, perasaan syahdu tersebut seolah menggambarkan kesedihan. Betapa gelap akan datang, dan segala keindahan laut untuk sementara tidak dapat dinikmati.

Ombak dan cahaya matahari adalah sebagian metafora dalam kehidupan manusia. Hal lain yang bisa disuguhkan oleh laut dan menjadi inspirasi dalam menciptakan puisi tentang laut atau puisi laut adalah ikan dan semua penghuni lautan.

Ikan dan batu karang dianalogikan sebagai kelebihan yang dimiliki oleh kepribadian seseorang. Bahwa di dalam air laut yang bisa mematikan tersebut terdapat banyak sekali kekayaan alam yang bisa dinikmati. Bahwa di balik sikap seseorang yang cenderung berbeda pasti tersimpan sebuah keunikan dan kekayaan yang tidak dimiliki oleh hal lain.

Laut akan tetap menjadi sebuah tempat pilihan untuk melepaskan semua penat. Berkunjung ke laut kemudian berteriak sekuat tenaga menjadi semacam “pengobatan alternatif” untuk menghilangkan rasa lelah dan bosan. Begitupun dengan para penyair. Mereka mendatangi laut, mengambil sesuatu darinya, dan menuangkannya dalam bentuk puisi laut.

Puisi Laut Karya Penyair Indonesia

Di bawah ini adalah beberapa contoh puisi laut karya-karya penyair Indonesia.

Puisi Laut – Pantai Aqaba Karya Herdi SRS

Di hadapan perang teluk
Aku hanya sebatang lilin yang kau kutuk
Dinding terantuk. Pertikaian meremuk
Luluh lapuk. Tertusuk tujuh mata angin
Gerimis meruncingkan
Mata pisaumu yang dingin
Larut Senja, bila angin pantai Aqaba
Bertiup mengerat sekujur dada
Kulihat orang-orang berlarian di cakrawala
Ledakan bom, rudal Scud, dan granat
Bergantungan di awan seperti kesurupan
Melelehkan wajahmu yang kedinginan
Resah berhamburan ke mana-mana
Mengaliri pemandangan hidup yang baka
Tapi gambar-gambar Saddam Hussein
Yang mengurung Baghdad
Meluluhkan perang membara
Dari selatan, timur, dan tenggara
Serangan udara setiap malam
Mempercepat musim gugur yang baru tiba
Dan aku hanya sebatang lilin
Di tangan arwah Hussein dari Karbala
Aku hanya leleh lilin
Pada malam-Mu yang padam
Diterkam angin
Angin dingin pantai Aqaba.

Amman-Jakarta 1990-2001

Puisi Laut – Di Jazirah Laut Merah Karya Herdi SRS

Seperti Musa membelah Laut Merah
Sosok hujan menengadah
Pada matamu yang kelam
Gurun hitam mengaum
Truk-truk militer
Malam yang geger
Pelepah darah jarak
Tapal batas jejak
Pada mimpimu,
Benteng tua, sisa perang 1967
Dan rangka tubuh yang terbunuh
Melintas bayang dada yang berpeluh
Seperti dingin es
Menetes
Seperti buih ombak yang sekarat
Di lindas kapal-kapal lewat
Kau lihat pertumpahan darah
Di Palestina amat dekat
Arwahmu berjalan dalam debu
Tak tercium bekas mesiu
Tapi anak-anak mengeluh
Ledakan granat menyentuh jantung ibu
Seperti rintih serdadu di hatimu
Di bekas kamp, bangkai tank yang diam
Gerimis menghitam
Tiba-tiba langit legam
Dan musim hanya kelam
Anak-anak sembunyi dan arwah-arwah berlari:
Musa dan tongkatnya berdiri di Gurun Sinai
Matanya merah padam, menyiapkan api

1990-2001

Puisi Laut – Lanskap Sebuah Pantai Karya Made Sarjana

kado tahun baru buat dewi antari
butir-butir pasir masih basah oleh pasang sore
jejakmu tegas menggurat bayang
beribu mil riak air dan gelombang
bibir pun mengering
ke mana bulan tinggalkan kerling
hanya pungguk tertengger di ranting kerut dan kering
menanti purnama bulan pun mati
pantai ini cuma camar
melingkar-lingkar di langit
tusuk-menusuk kerlip riak buih
bibir pantai dan gelombang makin jauh
angin berembus
dan langit makin pekat
ke mana perahu berlabuh, malam ini
begitu larut dan penat
aku sendiri berebut mimpi

Januari, 1999

Puisi Laut – Membaca Selat Malaka Karya Marhalim Zaini

Inilah bentangan hidup: gelombang laut yang
senantiasa mengapungkan maut, deru perahu
dan genangan rindu yang menunggu
apa yang kita bisa, dari yang terbaca
langit hanya mendongengkan harapan
bahwa daratan, tempat pasir-pasir
yang menguruk sepasang kaki kita
ketika dulu kehangatannya menggetarkan
senyum ombak di kedalaman doa kita
telah dihanyutkan ke sepi puisi:
Sebuah pulau cinta tak bertepi
“Percayalah jarak tak sejauh mimpi.”
Dan hujan, melagukan malam, memetik angin
Yang menari di antara dekat jam di bawah
Hempasan kapal yang membelah kesunyian
Seperti buih-buih menepi, kita semakin
Jauh diseret waktu, semakin tahu makna deru
“Percayalah, tak ada yang lebih merdu
selain degup jantungmu!”
tapi apa yang kita baca dari yang tak terduga
serupa orang buta, kita menerka-nerka warna
pada sebuah lukisan tua yang dihapus cuaca
meski hati bermata, tapi tak mampu memberi nama
Alangkah, di atas bentangan laut, gelombang,
senantiasa mengenangkan rindu, pada daratan
maut yang menunggu
“Percayalah, sepanjang mimpi itulah, duniamu!”

Selat Malaka 2001

Puisi Laut – Selat Lombok, Perjalanan Kedua Karya Raudal Tanjung Banua

Selat tua setia menyebrangkan
riang kapal-kapal
sebrangkanlah luka pulau masa lampau
dalam diriku
aku kian jauh
mencari pulau sunyi yang tak melulu pilu
tapi setiap kusentuh bibir pantai
kubersua dan kuseka
tubuh yang remuk redam, nama-nama yang tenggelam
dihajar jangkar dan peluru
sementara di arusmu yang gemetar
tak ada suara kudengar. Hanya kabut
masih saja menyembunyikan karat meriam
menjadi tirai kelam keluasan laut
bagai tiram, mutiara kata-kataku
terkatup di mulut dan lidah-lidah kelu
Selat Lombok, Juli 2001

Dikutip dari antologi Puisi Hijau Kelon dan Puisi 2002, Kompas

Puisi laut yang diciptakan oleh penyair-penyair itu rasanya cukup untuk menggambarkan keindahan yang dimiliki oleh laut. Sebuah pemandangan yang menawarkan keindahan, hembusan anginnya yang menawarkan kesejukan, dan sebuah cahaya matahari yang menghangatkan.

Setelah membaca beberapa puisi laut tadi, kini saatnya bagi Anda untuk mencoba mengungkapkan perasaan Anda kepada laut -yang notabene adalah salah satu bukti kebesaran Tuhan- melalui sebuah puisi laut yang menggugah. Selamat mencoba.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Makna Salah Satu Puisi Sahabat Sejati Karya Kahlil Gibran
  • Melatih Kosakata Anak dengan Pantun Kanak-Kanak
  • Sepotong Sajak Untuk Sahabat
  • Blog Puisi, Cara Beda Publikasi Puisi
  • Mari Berpantun Jenaka
  • Pesan Kemanusiaan Melalui Puisi Lingkungan
  • Kumpulan Puisi Sedih
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA