logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Puisi    Artikel Umum Puisi    Puisi Lautan

Nyanyian Ombak: Puisi Lautan Karya Kahlil Gibran

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Nyanyian Ombak

Kahlil Gibran

Pantai yang kuat adalah kekasihku

Dan aku adalah kekasihnya

Kami akhirnya dipersatukan oleh cinta

Lalu bulan menarikku darinya

Aku bergegas kepadanya dan enggan berangkat

Dengan mengucap selamat tinggal

Dari cakrawala biru aku tiba-tiba muncul

Membuang buihku yang keperakan ke atas pasirnya yang keemasan

Dan kamu pun berpadu pada kecermerlangan

Kupuaskan dahaganya dan kuselami hatinya

Ia lunakkan suaraku dan ia jinakkan kemarahanku

Menjelang fajar aku ucapkan cinta ke telinganya

Dan ia merangkulku dengan penuh kerinduan

Menjelang malam kunyanyikan untuknya nyanyian pengharapan

Lalu kebelai kuncup-kuncup lembut di wajahnya

Tapi ia tenang, sabar, dan penuh pertimbangan

Dadanya yang lebar menyejukan kegelisahanku

Ketika pasang kami saling mencumbu

Ketika surut aku jatuh ke kakinya dalam doa

Sering kali aku menari di sekeliling ikan duyung

Ketika mereka bangkit dari kedalaman

Dan berdiam di atas puncakku untuk memandangi bintang-bintang

Seringkali kudengar para pencinta mengeluh atas kekerdilan mereka

Dan kubantu mereka menghela napas panjang

Seringkali kugoda bebatuan besar dan kuusap mereka dengan senyumku

Tetapi tidak pernah kuperoleh tawa ria dari mereka

Seringkali aku angkat jiwa-jiwa yang tenggelam

Dan kubawa mereka dengan lembut ke pantaiku terkasih

Ia menerimanya tanpa suara, tetapi aku tetap memberikannya

Sebab ia selalu menyambutku

Di dalam keheningan malam

Ketika semua makhluk mencari hantu tidur

Aku bangkit, terkadang menyanyi, terkadang mengeluh

Aku selalu terjaga.

Tak pernah tidur melemahkan aku

Tetapi aku ini seorang pencinta dan kebenaran cinta itu kuat

Aku mungkin letih, tetapi tak akan pernah mati.

Puisi lautan yang berjudul nyayian ombak karya penyair besar dunia, Kahlil Gibran ini menggambarkan betapa penyair sangat mencintai lautan, sehingga ia berempati pada perasaan ombak.

Ia menganggap bahwa pantai adalah kekasihnya, setiap saat mereka bercinta dalam sahdunya alam.

Kupuaskan dahaganya dan kuselami hatinya adalah sebuah frasa yang menggambarkan betapa ombak sangat mencintai pantai. Ombak akan memberikan yang terbaik untuk kekasihnya.

Kahlil Gibran mengambil dispersonifikasi manusia untuk menggambarkan alam.

Ia lunakkan suaraku dan ia jinakkan kemarahanku

Menjelang fajar aku ucapkan cinta ke telinganya

Dan ia merangkulku dengan penuh kerinduan          

Tiga frasa di atas adalah gambaran tingkah laku manusia dalam membina sebuah hubungan. Mungkin dalam kasus hubungan suami istri.

Ia lunakan suaraku dan jinakkan kemarahanku adalah cara istri yang baik dalam menyikapi suaminya yang sedang kalut. Lalu seorang suami akan membisikan kata cinta pada sang istri dan sang istri akan merangkul sang suami dengan kerinduan.

Hal hal seperti ini yang menjadikan Kahlil Gibran menjadi penyair dunia, dia sanggup membalikan dunia sekunder ke dalam dunia primer.

Jika para penyair lain sering membuat personifikasi alam sebagai gambaran kelakuan manusia, lain halnya dengan Kahlil Gibran yang membuat dispersonikasi manusia untuk menggambarkan tingkah laku alam. Dia sanggup memutarbalikan dunia imajiner ke dunia realitas.

Tidak semua penyair sanggup mencapai metafora yang luar biasa seperti Kahlil Gibran. Dia adalah seorang maestro puisi dunia.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sekilas Tentang Puisi Selamat Tidur
  • Puisi Untuk Sahabat: Ungkapan Untuk Sahabat Tercinta
  • Puisi Kangen – Curahan Hati Rasa Rindu
  • Puisi adalah Karya Sastra dan Seni
  • Puisi Bahasa Jawa - Geguritan yang Indah dan Sarat Makna
  • Sajak Cinta: Juni di Akhirmu, Sebuah Puisi Pembelajaran
  • Geguritan Puisi Jawa Mati Suri
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA