logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Puisi    Puisi Cinta Chairil Anwar    Puisi Pendidikan

Puisi Pendidikan - Pendidikan Untuk Siapa?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pernahkan kalian membuat puisi pendidikan di sekolah? Pernahkah kalian membaca puisi pendidikan di hadapan banyak orang? Puisi pendidikan biasanya dibuat atau dibacakan ketika memperingati Hari Pendidikan Nasional. Berikut ini adalah sebuah puisi pendidikan yang ditulis oleh seorang guru di saat Hari Pendidikan Nasional

Puisi Pendidikan

Pendidikan Untuk Siapa?

(Doni Swadarma)

Pendidikan, apa khabarmu hari ini?
Di tengah silih bergantinya istilah hebatmu CBSA, KBK, KTSP entah apa lagi nanti
Namun masih terasa ganjalan di benakku
Untuk siapakah engkau dinikmati?
Upik pengamen cilik, Ni’an tukang asongan, Topan preman prapatan
Mereka bukan anak sekolahanMereka punya sebuah mimpi,
mimpi yang sederhana : bisa makan setelah kecapean
Sementara itu ….di sekolahnya orang-orang penting
Yang tarifnya bikin kepala pusing
Michele, David dan Tobing asyik browsing sambil outting
Fasilitasnya lengkap ada yang backing
Selesai sekolah mereka kuliah
Di kampus tercinta dambaan semua
Bukannya cerdas akal dan jiwa
Bullying dan kekerasan malah mewabah!
Setelah lulus, mereka bekerja
Menjadi Menteri, direktur, birokrat, politisi atau pengusaha
Tapi mengapa bukannya membangun negeri tercinta
Sudah berpenghasilan tinggi, masih korupsi juga!
Aku bingung aku resah
Dimanakah letaknya salah
Sudah sekolah sudah kuliah
Keluar-keluar kok malah jadi lintah
Kami yang ada di sini
Cuma bisa jadi pemimpi
Bermimpi sepuas hati
Setelah bangun menangis lagi
Bukan itu yang kuharapkan
Pendidikan murah yang kuinginkan
Pendidikan yang bisa merubah
Semua kezholiman menjadi keadilan! 

Puisi Pendidikan Doni Swadama - Siapakah Doni Swadama?

Puisi pendidikan ini ditulis oleh Doni Swadarma. Dia bukanlah penyair hebat yang sudah melanglang buana. Bukan pula orang penting atau penjabat negara. Dia hanyalah seorang guru SD yang telah 10 tahun mengabdi di Jakarta. Di ibu kota inilah ia banyak melihat ketidakadilan dan ketimpangan lainnya yang terhampar di depan mata.

Keberpihakannya pada rakyat kebanyakan seringkali ia ekspresikan dalam bentuk puisi pendidikan. Salah satunya puisi pendidikan berjudul Pendidikan Untuk Siapa? ini.

Puisi Pendidikan - Kemarahan yang Bergejolak

Siapa pun yang membaca puisi pendidikan di atas pasti akan menangkap kesan adanya "kemarahan yang bergejolak" di batin penulis. Puisi pendidikan ini seolah merekam banyak hal tentang Indonesia. Latar belakangnya yang guru, merekam dengan cermat kegamangan yang terjadi di kementerian pendidikan.

Silih bergantinya kebijakan, seiring dengan pergantian kursi menteri mengakibatkan tidak tuntasnya program. Hal itu tertulis pada kalimat pembuka pada puisi pendidikan tersebut:

Pendidikan, apa khabarmu hari ini ?
Di tengah silih bergantinya istilah hebatmu CBSA, KBK, KTSP entah apa lagi nanti

Kehidupan sosial anak jalanan, juga tak luput dari pengamatannya . hal tersebut tercermin pada bait  :

Upik pengamen cilik, Ni’an tukang asongan, Topan preman prapatan
Mereka bukan anak sekolahanMereka punya sebuah mimpi,
mimpi yang sederhana : bisa makan setelah kecapean

Upik, Ni'an dan Topan adalah anak-anak bangsa yang tidak terurus dengan layak oleh negara, padahal seharusnya negara menjamin mereka sesuai dengan konstitusi kita. Lalu kemanakah APBN yang gede-gedean itu digelontorkan? Hanya Tuhan yang paham.

Kondisi sosial ekonomi yang penuh ketimpangan di dunia pendidikan dengan lugas dibeberkan dalam bait puisi pendidikan yang berbunyi:

Sementara itu …di sekolahnya orang-orang penting
Yang tarifnya bikin kepala pusing
Michele, David dan Tobing asyik browsing sambil outting
Fasilitasnya lengkap ada yang backing

Saat ini bisnis sekolah memang sudah seperti sebuah industri. Sekolah-sekolah super mahal tumbuh bermunculan bak cendawan di musim hujan. Sekedar catatan, sebuah SD di bilangan Bintaro ada yang menembus harga 45 juta untuk sekedar uang masuknya saja!

Belum lagi program penunjang berupa pelatihan dengan berbagai tema dan tujuan  yang beragam, seperti Super Camp, Outbound, Mind map, Spiritual Quotient, Mid Brain, Magic science, Magic finger dan sebagainya. Semua  itu hanya dapat dinikmati oleh segelintir anak yang beruntung saja.

Fenomena Bullying yang marak terjadi di sekolah, bahkan di sekolah yang bertitel “favorit” dan “Internasional” sekali pun juga tak luput dari tulisannya, seperti yang terdapat pada bait puisi pendidikan berikut:

Selesai sekolah mereka kuliah
Di kampus tercinta dambaan semua
Bukannya cerdas akal dan jiwa
Bullying dan kekerasan malah mewabah !

Kegalauan atas nasib Indonesia yang masih belum bisa lepas dari jerat korupsi yang ternyata pelakunya adalah orang-orang pintar berpendidikan tinggi, membuat sang penulis menuliskan kegelisahan dan keprihatinannya dalam bait:

Setelah lulus, mereka bekerja
Menjadi Menteri, direktur, birokrat, politisi atau pengusaha
Tapi mengapa bukannya membangun negeri tercinta
Sudah berpenghasilan tinggi, masih korupsi juga !

Aku bingung aku resah
Dimanakah letaknya salah
Sudah sekolah sudah kuliah
Keluar-keluar kok malah jadi lintah

Di bagian akhir puisi pendidikan ini, penulis seakan ingin mengubah keadaan ini. Pendidikan yang dapat dinikmati oleh semua anak, pendidikan yang berbanding lurus dengan kelakuan dan moral. Pendidikan yang pada akhirnya dapat menegakkan keadilan, seperti yang tercermin pada bait:

Bukan itu yang kuharapkan 

Pendidikan murah yang kuinginkan

Pendidikan yang bisa merubah

Semua kezholiman menjadi keadilan!

Puisi Pendidikan - Kesimpulan

Walaupun secara umum puisi pendidikan ini bertemakan “pendidikan”, namun banyak pesan yang disampaikan. Mungkin dari segi pemilihan kata nampaknya sang penulis tidak ingin “berpuitis-puitis ria”, tak ada kata bernuansa sansekerta, ia lebih memilih tegas dan lugas apa adanya.

Bagi sebagian penikmat puisi mungkin ini sedikit mengurangi keindahan. Namun, secara keseluruhan puisi pendiddikan ini bisa menggugah kesadaran dan perasaan orang yang membacanya. Bukankah itu salah satu tujuan sastra, yaitu membentuk orang berbudaya?

Puisi Pendidikan Lainnya

Puisi-puisi pendidikan berikut adalah puisi karya Karina Anggara. 

Seperti Mereka 

Jarang tidak makanAku sudah biasa
Hidup serba kekuranganMenjalaninya pun aku rela
Namun, semoga saja tidak tinggal harapan
Semoga Kau kabulkan do’aku, ya Tuhan..
Aku hanya ingin bersekolah seperti mereka
Bisa menuntut ilmu hingga ke negeri Cina
Menjadi orang yang berguna
Tanpa diriku harus menerima cela 

Puisi pendidikan di atas berjudul Seperti Mereka. Puisi pendidikan tersebut bercerita tentang seseorang yang hidup kekurangan tetapi tetap ingin bersekolah seperti orang lain. Puisi pendidikan ini juga mengandung makna bahwa dengan pendidikan, seseorang akan menjadi manusia yang berguna.                

Sosok Istimewa 

Tidak hanya pada satu sekolah
Kau bersedia membagi ilmu
Kelakuan para murid kau hadapi tanpa lelah

Begitu besar kesabaran hatimu

Oh, Bapak dan Ibu guru..
Terima kasih atas bekal ilmu yang berharga
Kami akan songsong jenjang baru
Menyambut masa depan penuh suka cita

Puisi pendidikan tersebut berjudul Sosok Istimewa. Puisi pendidikan ini didedikasikan untuk para guru yang tanpa lelah mendidik anak bangsa. Puisi pendidikan ini juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada guru yang telah berbagi ilmu kepada kita semua.                

Hadiah Untuk Orangtua 

Dari pagi hingga malam kau banting tulang
Selalu dalam keadaan lelah ketika pulang
Semua itu kau lakukan agar aku tetap sekolah
Pengorbananmu yang membuatku tergugah
Bukan uang atau barang mewah
Aku belum cukup umur untuk berikan itu
Tetapi yang pasti aku tak akan buang waktu
Semoga segala prestasiku dapat membuatmu bangga dan menjadi berkah

Puisi pendidikan di atas berjudul Hadiah untuk Orangtua. Puisi pendidikan tersebut memiliki tema kerja keras orangtua dalam menyekolahkan anaknya. Puisi pendidiikan ini didedikasikan untuk para orangtua yang telah bekerja keras untuk kelangsungan pendidikan anak-anaknya.                

Juara Kelas 

Jangan menyerah, kawan
Jadikan ini sebuah tantangan
Walau soal demi soal sulit terasa
Walau tugas demi tugas menguras pikiran dan tenaga
Kita harus tetap belajar dan berdo’a
Kita pasti bisa menjadi juara!

Puisi pendidikan yang berjudul Juara Kelas di atas adalah puisi pendidikan yang menceritakan bagaimana cara menjadi seorang juara kelas. Pesan yang terkandung dalam puisi pendidikan ini adalah jangan mudah menyerah jika ingin menjadi juara kelas. 

Itulah beberapa puisi pendidikan yang dapat menginspirasi kita semua dalam meraih cita-cita. Semoga puisi-puisi pendidikan tadi dapat memotivasi kita semua sehingga apa yang kita inginkan akan tercapai, salah satunya melalui pendidikan. Semoga puisi-puisi pendidikan yang dibahas pada artikel ini bermanfaat. 
      

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA