Beberapa Ragam Puisi Perpisahan

Perpisahan kadang menyakitkan. Hubungan yang barangkali sudah bertahan sekian lama, kadang harus berakhir dengan masalah sepele. Akan tetapi, perpisahan sebenarnya mampu menciptakan kemampuan lain dalam diri kita. Misalnya, kemampuan menulis puisi perpisahan.
Kadang, kita butuh menuangkan perasaan sakit kita dalam secarik kertas. Tak perlu banyak-banyak, satu atau dua baris sudah cukup melegakan. Pemaparan tersebut adalah pemaparan jika kita ingin membuat puisi perpisahan jenis rendah: karena cinta antara laki-laki dan perempuan.
Lalu, adakah puisi perpisahan yang kualitasnya jauh lebih tinggi? Definisi perpisahan yang artinya berjarak dengan kekasih, bisa menghasilkan puisi yang sangat luar biasa. Misalnya, puisi-puisi Jalaluddin Ar-Rumi dalam Masnawi.
Perpisahan dari Tuhan
Ar-Rumi menganalogikan perpisahannya dengan Tuhan dalam puisi panjang yang kita kenal dengan sebutan Masnawi, yang termaktub dalam 6 jilid. Dalam Masnawi, yang disebut-sebut sebagai Qurannya orang Persia tersebut, Ar-Rumi menulis:
Dengarkanlah lagu sedih buluh perindu
Ratapi pengasingan dari kampung halaman:
Sejak aku terpisah dari buaian rumput ilalang,
Air mata sedihku sudah mencipta linangan air mata lelaki dan perempuan
Masih dalam konteks perpisahan dengan Tuhan, kita bisa melihat lirik lagu ciptaan Ahmad Dhani yang sangat sufistik. Misalnya, dalam lagu Kosong. Lagu ini sebenarnya mengungkapkan salah satu prinsip tarikat Naqsybandiyah dalam mengenal Tuhan, yaitu berkonsentrasi mencintai Tuhan di tengah khalayak ramai. Petikan lirik lagu Kosong sebagai berikut:
Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu…
Kau tulis namamu …
Perpisahan dari Anak
Buah hati adalah lambang hubungan suami-istri. Perpisahan dengannya, baik oleh ayah maupun ibu, dirasakan berat. Oleh karena itu, puisi perpisahan yang diciptakan pun tak kalah hebat.
Kita bisa mencontoh HYDE L’Arc~en~Ciel dalam lagu Pieces. Percaya atau tidak, lagu tersebut diciptakan ketika rindu kepada buah hati membuncah.
nakanaide nakanaide taisetsu na hitomi yo
kanashi sa ni tsumatsu itemo shinjitsu wo mite itene
sono mama no anata de ite
itsumademo mimamotte agetai kedo
mou daijyoubu yasashii sono te wo
matteru hito ga irukara
kao wo agete
Jangan menangis, jangan menangis wahai cahaya mataku
Meski kau terjerembap dalam kepiluan, hadapilah kenyataan
biarlah engkau tetap sebagaimana adanya
Meski kuingin mempertahankanmu hingga kapan pun
kini kupahami seseorang telah menanti
'tuk menggenggam tanganmu dengan lembut
tengadahkan wajahmu!
Perpisahan dengan Kekasih Hati
Walaupun kadar kekuatannya tidak sekuat kadar kekuatan perpisahan dari dua hal di atas, perpisahan dengan kekasih hati bisa jadi menjadi tema umum dalam pembuatan puisi. Bahkan, kadang beberapa orang menemukan kelebihan dirinya dalam membuat puisi seperti ini.
Kita bisa melihat contoh lirik lagu Sell My Soul ciptaan HYDE L’Arc~en~Ciel. Dalam lirik lagu ini, HYDE mengisahkan laki-laki yang jauh dari kekasihnya sehingga pertemuan mereka hanya terjadi lewat mimpi.
I always see you in my dream
boku wa sakasa ni ochite
hakanai nemuri kara sametemo
ano hi no you ni
Ah kimi ga soba ni ite kuretara
Kuselalu melihatmu dalam mimpi
Jatuh, terbalik dihempas naik turun
Kala tersadar, kuterjaga dari fananya mimpi
Bagai hari-hari lampau itu
Ah, seandainya kau ada sisiku…






