Membuat Puisi Tahun Baru
Menjelang tahun baru adalah hal biasa bagi seseorang untuk mengungkapkan segala hal melalui puisi. Puisi tahun baru biasa dituliskan untuk mengenang sesuatu dalam masa yang telah lewat, atau harapan seseorang di masa depan.
Makna Puisi
Puisi adalah suatu kalimat yang ditulis dengan mengikuti kaidah dan aturan tertentu. Seperti banyak kata dalam kalimat, jumlah kalimat dalam paragraf, banyak paragraf dalam puisi, rima atau irama dalam baris dan sampiran. Rima atau irama dalam baris dan sampiran biasanya berpola a-a/a-b/a-a/a-b ataupun a-a/a-a/a-a/a-a.
Namun puisi jaman sekarang ditulis jarang mengikuti kaidah dan aturan yang baku. Puisi ditulis sesuai dengan ide dan eksploitasi penulis terhadap imajinasinya. Ini disebut dengan puisi bebas. Contohnya, ada suatu puisi yang judulnya begitu panjang namun berisi hanya satu kalimat dalam empat kata saja, "Sungguh Aku Tak Mau." Atau puisi yang tanpa judul kemudian berisi tanda-tanda baca yang diketik sejajar.
Puisi Tahun Baru
Puisi tahun baru biasanya berisi kenangan penulis, baik cinta, harapan dan cita-cita, pengalaman suka dan duka, dan berbagai kondisi sesuai keadaan saat itu. Puisi tahun baru dapat pula berisi harapan penulis di tahun yang akan datang. Semua tergantung pada sudut pandang sang penulis dalam menuliskan puisinya.
Puisi tahun baru dapat bertema beberapa hal, bukan hanya cinta. Anda dapat membidik masalah sosial, politik, lingkungan, status gender dan lainnya. Semua dapat diangkat menjadi tema puisi bagi puisi tahun baru Anda.
Mengapresiasi Puisi
Mengapresiasi adalah kegiatan menilai suatu karya puisi. Memaknai arti dan maksud dari isi puisi. Apresiasi dapat dilakukan siapapun. Tidak ada ketrampilan khusus untuk melakukan apresiasi. Semua dipelajari secara otodidak. Anda hanya harus sering membaca berbagai puisi dari aliran yang berbeda, puisi dari penulis yang berbeda, dan puisi dari masa yang berbeda, untuk kemudian melakukan apresiasi.
Contoh-contoh Puisi Tahun Baru
Puisi Duka
Pernah suatu ketika ada duka yang pernah mencercah dalam hidup penuh makna.
Di kala cobaan demi cobaan bertautan menghimpit hati merah yang menggores luka.
Pada sahabat pernah tergores duka.
Dengan keluarga pernah terajut nestapa.
Dalam usaha terantuk kendala.
Duh, semua kian tergambar dalam mata yang sulit terpejam, justru kian terbuka.
Dalam duka yang pernah ada, tertulis dalam puisi tahun baru.
Betapa segenap maaf dipinta.
Tuk goresan duka yang tak pernah disengaja.
Juga dalam lubuk hati.
Telah lama pula memberi maklum dan maaf yang sama.
Puisi Suka
Ada suka yang tercipta.
Bermunculan dari segenap pembuluh vena.
Tuhan memberi bahagia ini tiada terkira.
Dari detik pertama di tahun ini, berharap berlanjut pada denting terakhir masa.
Jangan pernah rasa ini terhempas sia-sia.
Dalam suka yang pernah ada.
Terbayang sederet wajah penuh cinta yang bersemayam dalam pembuluh darah.
Dalam puisi tahun baru ini, kubuka semua rasa yang pernah ada.
Bahwa cinta tak pernah salah memilih jalan atau masa.
Hanya Tuhan yang lebih tahu yang mana arahnya – ternyata.
Sesak hati oleh desakan rasa bahagia, riang ria terus meraja.
Duhai Tuhanku Sang Pencipta.
Jangan kau sebah bahagia yang kurasa.
Tetaplah semayamkan ini dalam dada.
Dan kupanjatkan do’a tuk mereka semua yang kucinta.
Semoga seiring sejalan abadi sepanjang masa.
Puisi Cinta
Sekian cinta berjejalan dalam sukma.
Cinta anak, cinta keluarga, cinta suami, cinta istri, cinta sahabat, cinta taulan, cinta orangtua, dan cinta Sang Pencipta.
Cinta di atas segala cinta.
Tak kuasa tangan ini terus merajut kata cinta yang tertulis dalam puisi tahun baru.
Dalam cinta yang terangkum.
Tersimpan erat dan sarat di seluruh penjuru hati.
Kadang sungguh tak menyangka.
Ada cinta yang berlabuh kembali setelah cinta lama yang tak termaknai.
Cinta terangkum penuh bersahaja, tersimpan sesal dalam kulum senyum.
Mengapa cinta sejati ini baru bersua. Setelah sekian masa mengarungi bahtera cinta.
Dalam cinta yang hakiki.
Kutemui wajah Illahi Robbi.
Duhai jiwa segeralah berlari dalam rengkuhan hidayah yang tak datang dua kali.
Biarkan diri polos tertelanjangi oleh rasa nista sebagai hamba yang lemah tak berdaya.
Dalam sujud dan tangan yang tengadah.
Mengharap selalu keridhoan-Nya.
Dalam tangis yang terurai panjang menoreh wajah, kuingin memeluk Cinta yang Kau cipta.






