Puisi Terindah Hanya Untukmu
Cinta tidak hadir dari kekosongan, tetapi ia memang diciptakan sejak Adam dan Hawa diturunkan. Adam adalah tanah dan Hawa adalah rusuknya yang patah. Adam dan Hawa adalah simbol tentang cinta di zaman khalifah.
Mereka adalah makhluk yang hanya diciptakan berdua pada mulanya. Kemudian, mereka bersatu dan lahirlah anak-anak Adam dan Hawa yang secara tersebar hidup di era baru.
Kita semua adalah satu. Kita berasal dari rusuk Adam yang mencipta pendampingnya atas kuasa Sang Maha. Kemudian, yang satu itu menjadi dua dan lahirlah kita dalam jumlah yang tak hingga.
Mungkin kita ini cucu Adam, buyut Adam, cicit Adam, atau yang lainnya. Yang nyata, manusia hidup ditakdirkan untuk saling mencinta karena pada dasarnya semua manusia bersaudara. Berasal dari darah yang sama.
Karena semua yang hidup memiliki rasa, cinta turut jadi salah satunya. Rasa yang datang tanpa disengaja meskipun itu sudah takdir-Nya.
Setiap manusia di muka bumi ingin hidup dan kehidupannya tidak sebatas itu-itu saja. Mereka ingin berkembang menjadi sesuatu yang tidak hanya satu. Mereka memilih caranya sendiri untuk meneruskan langkah, memperpanjang keturunannya melalui lembaga.
Lantas aku, kamu, dan kita yang saat ini memiliki rasa cinta, jangan pernah berucap ragu untuk menyatakan cinta. Cinta itu anugerah, maka nyatakanlah! Banyak cara untuk mengungkapkan perasaan cinta. Cinta yang tidak biasa tidak layak dinyatakan dengan hal yang biasa. Cinta butuh sesuatu yang bukan hanya pernyataan ‘aku suka’.
Untuk kamu yang sedang jatuh cinta, buatlah puisi terindah untuk orang yang kita cinta. Ia akan senang ketika kita beda menyatakannya. Jangan pikirkan tentang penolakan karena yang terpenting adalah bagaimana rasa itu diungkapkan.
Indah bukan hanya bertolak pada rima, indah tidak melulu asosiatif dalam kata. Deskpriptif saja yang jelas nyata. Yang penting adalah ketulusan kita mengungkapnya karena yang asosiatif justru dapat menimbulkan salah pemahaman.
Segala hal yang datang dari hati dan ketulusannya akan kena di hati pula. Jadi, jangan pernah takut untuk menciptakan karya dalam cinta!
Puisi indah itu banyak, tapi yang kau tulis sengaja untuknya apakah ada?
Pengutaraan cinta tidak selalu pria pada wanita. Di zaman dengan kesetaraan gender ini dapat berlaku sebalikya. Wanita pun berhak menyatakan cinta. Jangan malu mengungkapkan yang ditasbihkan orang –dahulu- sebagai ketidaklaziman.
Buatlah karya berisi rentetan kata yang kau tuju padanya. Gombal sedikit bukanlah cela. Nyatakanlah, “Puisi terindahku hanya untukmu.” Dengan begitu, pria ataupun wanita yang kita cinta biasanya tidak punya cukup alasan untuk menolak seorang yang telah mendeskripsikannya begitu sempurna.
Puisi ini bisa dijadikan contoh pernyataan deskripsi yang tampak biasa, namun tertata.
Takpernah Sama
Engkau hanyalah lelaki.
Kalau hanya tangan, aku juga punya.
Kalau hanya kaki, aku juga punya.
Tapi kenapa lelakiku?
Tangan ataupun kaki yang aku punya
satu gerak pun tak bisa sama sepertimu.
Tahukah lelakiku?
Hanya engkau buah mimpiku.
Bahkan, aku pun merasa iri.
Jika malam ini kau hias matamu dengan memandang satu bintang
yang bentuknya pun tidak pernah engkau ketahui.






