Puisi Tsunami Untuk Kemanusiaan
Bencana alam seolah menjadi tambahan musim baru di Indonesia setelah musim kemarau dan penghujan. Berbagai bentuk bencana melanda Indonesia, dan parahnya lagi, karena keseringan melanda, bencana-bencana seperti banjir dan kabut asap malah sering disebut-sebut sebagai musim banjir dan musim asap.
Berbagai perasaan mengharu biru setiap Anda yang menyaksikan bencana silih berganti di tanah air belakangan ini. Ungkapan aneka perasaan tersebut sangat lah pas bila disalurkan ke wadah ekpresi perasaan jiwa seperti puisi. Maka akan muncullah aneka macam puisi-puisi bencana alam seperti: puisi tsunami, puisi gempa, puisi banjir, puisi kabut asap dan sebagainya.
Tsunami merupakan salah satu bencana alam dahsyat yang kerap menelan banyak korban jiwa. Bencana tsunami Aceh dan tsunami Mentawai menyisakan banyak duka dan kepedihan bagi mereka yang menjadi korban. Puisi tsunami merupakan karya sastra puisi yang mengandung pesan dan muatan mengenai bencana alam tsunami. Puisi banyak digunakan untuk mengungkapkan berbagai kecamuk emosi jiwa yang dirasakan oleh para korban bencana maupun mereka yang menyaksikan bencana melanda saudara-saudaranya.
Manfaat Puisi untuk Tsunami
Puisi tsunami memiliki banyak manfaat terkait tragedi bencana alam tsunami. Manfaat ini dirasakan tak hanya bagi mereka para korban bencana namun juga pada Anda yang menyaksikan bencana tersebut. Berikut ini beberapa manfaat dan kegunaan sebuah puisi bagi bencana alam seperti tsunami:
1. Untuk Penggalangan Dana Bantuan Korban Bencana
Para penyair kerap memanfaatkan puisi sebagai media untuk menggalang bantuan dana kemanusiaan yang diserahkan pada para korban bencana alam seperti tsunami. Biasanya para penulis dan penyair akan bersama-sama menulis puisi bertema bencana tsunami dalam satu buku antologi bersama sebuah puisi yang mereka jual dan dananya disumbangkan untuk para korban bencana alam.
Puisi menarik banyak minat para pencinta sastra untuk melakukan sumbangan amal. Para pembeli buku antologi tidak hanya merasa senang bisa membantu saudara-saudaranya yang sedang ditimpa bencana, akan tetapi juga bisa merasakan keindahan dan rekreasi jiwa melalui sebuah karya sastra puisi.
2. Memberikan Motivasi Pada Para Korban Bencana
Sebuah puisi bisa mengandung pesan spiritual yang dapat membangkitkan semangat, motivasi dan mengusir kesedihan jiwa orang-orang yang sedang ditimpa bencana. Isi puisi yang dimaksud di sini tentu saja puisi-puisi yang mengingatkan manusia akan kelemahan dirinya dan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta.
Puisi merupakan bahasa bebas yang akan membuat manusia bisa menumpahkan segala keluh kesahnya kepada Tuhan. Puisi merupakan bahasa jiwa, ia akan membebaskan manusia dari rentetan gejolak emosi yang terpendam dalam perasaan. Aneka macam perasaan yang berkecamuk seperti: sesal, takut, sedih, harap, cemas, malu dan sebagainya sangat tepat dan bijaksana jika ditumpahkan dalam bahasa-bahasa puisi.
3. Sebagai Pesan Pengingat Pada Mereka Yang Belum Ditimpa Bencana
Manusia tempat salah dan lupa. Oleh sebab itu perlu untuk selalu diingatkan dari kesalahan. Terjadinya bencana alam seperti tsunami tak lain salah satu penyebabnya adalah kesalahan dari manusia itu sendiri yang sudah diamanahkan oleh Tuhan sebagai pemakmur bumi. Kesalahan yang dilakukan secara kolektif akan berujung pada munculnya bencana silih berganti yang ditimpakan pada manusia. Salah satu bencana yang Anda alami tersebut adalah bencana alam tsunami. Melalui puisi tsunami, pesan menasehati akan mudah diterima tanpa terkesan menggurui orang yang membacanya.
Contoh puisi tsunami:
Ombak bukan canda
Saat ia menggulungku tak kenal sapa
Aku adalah kerikil yang kau terbangkan bersama luka
Bersama pasir dan tanah
Tuhan,
Adalah kami bencana
Utuskan ampun Mu dalam kubangan doa
Biar kami jemput lukisan taubat
Terpasang di bibir senja usia






