Tips Membuat Puisi Ulang Tahun
Ulang tahun adalah momen spesial bagi siapa pun. Dengan bertambahnya usia, setiap orang biasanya berdoa agar kehidupannya selama setahun ke depan lebih baik. Nah, untuk Anda yang berpasangan, tentu tak baik melewatkan momen ulang tahun pasangan begitu saja. Ada kalanya hal sederhana bisa membuat pasangan lebih jatuh cinta pada Anda. Misalnya, membuat puisi ulang tahun.
Meskipun agak klise dan mungkin dianggap hanya dilakukan oleh orang-orang tidak berduit, sebenarnya puisi memiliki fungsi lain. Metafora-metafora yang disampaikan sebuah puisi jauh lebih mengena daripada pemberian benda apa pun kepada pasangan. Lalu, bagaimana tips membuat puisi ulang tahun?
Beri Harapan
Setiap orang pasti berdoa dalam ulang tahunnya agar ia menjadi orang yang lebih baik. Oleh karena itu, berilah kalimat-kalimat harapan dalam puisi yang Anda buat untuk kekasih. Harapan itu tidak hanya berupa harapan demi kebaikannya, tetapi juga harapan tentang hubungan yang Anda jalin.
Jika Anda laki-laki, Anda harus menyadari bahwa perempuan lebih terikat pada hubungan daripada Anda. Dengan kata-kata yang disesuaikan, Anda bisa saja menulis rencana-rencana hidup dengan pasangan. Misalnya, “bukan hanya sekadar mimpi, pastinya aku mampu membahagiakanmu”.
Kenali Kesukaan Pasangan
Kadang, kita bisa merangkai kata-kata manis. Akan tetapi, kata-kata seperti itu tidak berlaku jika kita tidak mengenali kesukaan pasangan. Misalnya, kita membuat puisi betapa sang kekasih dalam puisi tersebut menyukai mawar. Akan tetapi, ternyata kekasih kita alergi mawar.
Tentu saja kekasih kita tidak hanya tak nyaman membaca puisi, tetapi juga bisa mengira kita punya pasangan lain. Trik mengenali kesukaan pasangan ini jelas sangat ampuh. Semisal, pasangan kita sangat suka berpose ria. Kita bisa membuat puisi semacam: “di kotak terakhir penyimpanan hatiku, tersimpan ribuan fotomu”. Hasilnya, kekasih kita pasti tersipu.
Mencipta Kata-Kata Unik
Puisi kadang terasa hambar jika kita membuatnya dengan bahasa standard. Kita bisa mengakali hal ini. Kita bisa saja membubuhkan kata-kata baru yang mungkin tidak ada dalam bahasa Indonesia. Misalnya, untuk membuat rangkaian kata hujan-hujan mawar, kita bisa menulis “hehujanan mawar”.
Untuk menulis “batu-batu Kristal”, kita menulisnya “bebatu Kristal” alih-alih “bebatuan Kristal”. Alhasil, pasangan akan lebih tertarik untuk meneruskan membaca puisi. Dia akan penasaran, kira-kira ada kata apa lagi yang belum dimengertinya.
Menyusun Kalimat yang Unik
Tak cukup kata-kata unik, yang lebih penting adalah menyusun kalimat yang unik pula. Misalnya, “Kala kau baca puisi ulang tahun ini, barangkali aku sedang pingsan bahagia”. Walaupun mungkin terkesan menggombal, pasangan Anda pasti berkata, “ih, pingsan bahagia apa sih?”. Hasilnya, si dia akan membaca puisi Anda sampai habis dan tersenyum geli sendiri.






