logo anne ahira
AnneAhira.com    Hiburan    Puisi
Close x

Puisi

Mengenal Apa itu Puisi dan Unsur-unsurnya

Di dalam pelajaran bahasa dan sastra, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan karya sastra bernama puisi. Apakah definisi dari puisi itu sendiri? Puisi memiliki makna yang subyektif. Masing-masing penyair yang menggeluti sastra jenis puisi memiliki persepsi berbeda dalam mendefinisikan makna puisi yang mereka buat. Namun demikian, secara umum dapat dijelaskan bahwa puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra dengan nilai ketinggian bahasa yang cukup baik dan memiliki sifat multi tafsir. Sebuah bangunan puisi terdiri dari bait-bait yang jumlah barisnya bebas.

Sebuah karya puisi memiliki beberapa unsur-unsur utama yang membangun tubuh sebuah puisi. Diantara unsur-unsur tersebut adalah;

1. Tipografi

Merupakan bentuk fisik sebuah puisi. Para penyair secara bebas dapat mendesain tipografi puisi yang diinginkannya. Misalnya membuat sebuah bait-bait puisi yang zigzag, biasa, menyerupai huruf dan sebagainya.

2. Citraan

Citraan sebuah puisi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya citraan rabaan, bauan, penglihatan dan sebagainya.

3. Diksi

Diksi merupakan pilihan kata, keindahan bunyi perkata serta efek audio yang diakibatkan oleh pilihan kata dalam sebuah puisi.

4. Metafor

Metafor dapat diartikan sebagai perumpamaan. Misalnya seseorang yang ingin memetaforkan usia manusia yang pada akhirnya akan mati, maka ia memilih daun sebagai metafor puisinya. Daun mula-mula hijau, selanjutnya menguning, coklat lalu akan mati. Seperti itulah usia manusia di muka bumi ini.

5. Rima

Rima merupakan efek bunyi pada akhiran baris-baris sebuah puisi. Rima biasanya akan terasa dibutuhkan apabila puisi tersebut dibacakan di hadapan orang lain.

Bagaimana Cara Menulis Puisi

Bagaimanakah cara menulis puisi? Bagi Anda para pemula, tak ada salahnya mulai menulis dan menulis. Jangan pikirkan karya puisi Anda akan sangat jauh kualitasnya dibanding puisi-puisi Abdul Hadi W.M atau Sutardji Calzoum Bachri. Nah, yang perlu Anda lakukan saat ini adalah menulis dan menulis. Berikut ini beberapa teknik dasar yang bisa dilakukan sebagai langkah awal Anda menulis karya puisi.

1. Menulis puisi dari hal-hal yang paling dekat dengan Anda

Jika Anda bingung mendapatkan tugas untuk membuat puisi, atau Anda ingin mengikuti perlombaan sebuah puisi yang membebaskan tema lombanya, maka tak salah jika Anda mencoba teknik dasar ini. Tulislah puisi dari hal-hal terdekat dengan Anda, baik secara fisik maupun batin. Secara fisik misalnya, saat Anda sedang bercermin, maka buatlah sebuah puisi yang menceritakan Anda sedang bercermin, pesan apa yang ingin Anda sampaikan pada pembaca melalui proses bercermin tersebut.

Atau, jika Anda sedang berdiri di depan jendela memandangi langit dan suasana di luar, maka manfaatkan suasana tersebut untuk menuliskan sebuah puisi yang sangat Anda jiwai, karena Anda secara langsung terlibat pada suasana fisik di sana. Juga persoalan batin, pengalaman-pengalaman empirik yang begitu berkesan bagi jiwa penyair akan sangat mudah dituangkan melalui bentuk karya puisi.

2. Menulis puisi dengan metode akrostik

Menulis puisi dengan teknik ini sangat mudah dan menyenangkan. Anda tinggal membuat deretan kata yang diawali dengan huruf-huruf kapital, lalu dengan huruf-huruf kapital tersebut  Anda akan memulai merangkai kalimat-kalimat puisi. Jangan terlalu memikirkan hasil kalimat yang ada, tapi cobalah untuk terus menuliskannya. Berikut ini contohnya;

P= ada malam hendak kutanya

U=jung ruang terdalamku

I=nikah rasa teka-teki

S=eperti rindu kian menepi

I=ndah namun tiada arti

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Membaca Puisi

Dalam membaca sebuah puisi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Nah, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca sebuah puisi.

  • Ketepatan ekspresi mimik. Ekspresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan membaca puisi. Mimik disebut juga dengan gerak muka.
  • Kinesik, yaitu gerak anggota tubuh.
  • Kejelasan artikulasi atau ketepatan dalam melafalkan kata-kata.
  • Timbre, yaitu warna suara bawaan yang dimilikinya.
  • Irama puisi, yaitu panjang pendek, keras lembut, dan tinggi rendahnya suara.
  • Intonasi atau lagu suara

Dalam membawakan sebuah puisi, dikenal 3 jenis intonasi, yaitu:

  • Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata-kata yang dianggap penting.
  • Tekanan nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya, suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, dan sebagainya. Suara rendah menggambarkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa, dan rasa lainnya.
  • Tekanan tempo, yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Struktur Batin Puisi

  • Tema atau makna. Media sebuah puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. Oleh karena itu, puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, atau makna keseluruhan.
  • Rasa (feeling), yaitu sikap seorang penyair terhadap pokok permasalahan yang ada di dalam puisi. Pengungkapan tema dan rasa memiliki hubungan erat dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. Contohnya, latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair dalam memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  • Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada pun memiliki hubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dan lain sebagainya.
  • Amanat/tujuan/maksud, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembacanya.

Jenis Puisi dalam Sastra Indonesia

Dalam kesusastraan Indonesia, dikenal 2 jenis puisi, yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut ini penjelasannya.

1. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat aturan-aturan, yaitu:

  • Jumlah kata dalam 1 baris.
  • Jumlah baris dalam 1 bait.
  • Rima.
  • Banyak suku kata tiap baris.
  • Irama.

Ciri-ciri Puisi Lama

  • Merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulu sehingga sering dikatakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap baik, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis Puisi Lama

  • Mantra.
  • Pantun.
  • Karmina.
  • Seloka.
  • Gurindam.
  • Syair.
  • Talibun.

Contoh Puisi Lama

Berikut ini contoh puisi lama yang berjenis gurindam.

Kurang pikir kurang siasat

Tentu dirimu akan tersesat

Barang siapa tinggalkan sembahyang

Bagai rumah tiada bertiang

Jika suami tiada berhati lurus

Istri pun kelak menjadi kurus

2. Puisi Baru

Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas daripada puisi lama dalam segi jumlah kata, susku kata, ataupun rima. Berikut ini ciri puisi baru.

  • Bentuknya rapi dan simetris.
  • Memiliki persajakan akhir yang teratur.
  • Banyak menggunakan pola sajak pantun dan syair meskupun ada pola yang lain.
  • Sebagian besar puisi empat seuntai.

Nah, itulah penjelasan mengenai puisi. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait

Chairil Anwar
Siapa yang tidak mengenal Chairil Anwar. Sastrawan ini dikenal dengan puisinya yang berjudul \"Aku\". Sampai saat ini, nama Chairil Anwar tetap menjadi perbincangan para sastrawan. Berikut ini kisah mengenai Chairil Anwar.

Sapardi Joko Damono
Sapardi Joko Damono merupakan salah satu sastrawan yang sangat terkenal. Kekhasan beliau sangat mewarnai karya sastra di Indonesia. Berikut ini penjelasan mengenai segala hal yang behubungan dengan Sapardi Joko Damono.

Rendra
Rendra atau W. S Rendara merupakan salah satu sastrawan yang memiliki kekhasan dalam menuangkan karya sastranya. Penyair yang dijuluki Si Burung Merak ini sangat terkenal dengan karyanya yang elok. Berikut ini penjelasan mengenai sastrawan Rendra.

Kahlil Gibran
Kahlil Gibran adalah seorang sastawan atau pujangga besar yang lahir di Libanon. Namun ketika menginjak usia dewasa dia pergi ke Amerika dan beberapa daerah lain di benua Eropa. Riwayat hidupnya sangat menarik diikuti karena punya pengaruh yang cukup besar pada karya sastra yang dibuatnya. Mari kita bahas untuk lebih lanjut di artikel ini.

Jalaludin Rumi
Jalaludin Rumi merupakan salah satu sastrawan asal jazirah Arab. Puisi-puisi dari Jalaludin Rumi bertema mengenai jiwa yang rapuh. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai Jalaludin Rumi, berikut ini penjelasan mengenai Jalaludin Rumi.

Taufik Ismail
Siapa yang tidak kenal dengan Taufik Ismail? Taufik Ismail, dokter hewan yang mengurusi hewan pakai obat kimia, namun mengobati manusia dengan puisi dan karya sastra. Ingin tahu profil dan karya-karya Taufik Ismail? Temukan semua jawabannya di artikel ini.

Emha Ainun Najib
Emha Ainun Najib merupakan salah satu budayawan Indonesia. Selain budayawan, beliau pun kerap disebut sebagai sastrawan. Untuk lebih jelasnyaa lagi, berikut ini penjelasan mengenai Emha Ainun Najib.

Puisi Cinta
Puisi Cinta merupakan salah satu jenis puisi yang cukup digemari. Ada banyak tema cinta yang disajikan dalam puisi cinta. Berikut ini kumpulan puisi cinta.

Puisi Perlawanan
Puisi perlawanan berisikan tentang perlawanan terhadap segala hal. Puisi perlawanan biasanya mengutarakan isi hati tentang perlawanan terhadap segala hal. Berikut ini penjelasan mengenai puisi perlawanan.

Haiku
Haiku merupakan salah satu puisi yang berasal dari Jepang. Puisi ini memiliki ciri khas 17 kata dalam pemenggalan 5-7-5 kata. Kalimat yang menyusun puisi tersebut mengandung makna yang dalam. Berikut ini penjelasan mengenai Haiku.

Puisi Romantis
Puisi romantis memang tak pernah lekang ditelan oleh zaman. Bisa jadi, puisi jenis inilah yang paling banyak diciptakan oleh manusia. Hampir setiap orang yang sedang jatuh cinta tiba-tiba berubah menjadi penyair. Orang yang semula tidak bisa menulis satu baris puisi pun tiba-tiba menjadi sangat mahir menulis puisi cinta.

Puisi Perjuangan
Puisi perjuangan hadir di tengah revolusi. Isinya mengobarkan semangat perlawanan. Menginginkan orang berdiri tegak dan tidak tunduk pada situasi, lantas lemah mengikuti arus yang ada. Artikel ini membahas seputar puisi perjuangan yang berjudul \\\\\\\"Diponegoro\\\\\\\". Ingin tahu lebih jauh tentang puisi ini? Simak pembahasannya di sini.

Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Pantun berbeda dengan puisi. Ada berbagai jenis pantun, di antaranya pantun adat, pantun agama, dan jenis pantun lainnya. Baca artikel ini untuk mengetahui lebih jauh seputar pantun.

Puisi Alam dan Lingkungan
Puisi Alam dan Lingkungan menceritakan tentang alam dan lingkungan. Puisi Alam dan lingkungan bisa membahas tentang keindahan alam, kerusakan alam,atau segala hal yang berhubungan dengan alam dan lingkungan. Di sini, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai puisi alam dan lingkungan.

Puisi Religius
Puisi Religius berisi tentang hal-hal yang bersifat kerohanian. Puisi ini bisa membuat orang lebih dekat dengan Tuhan. Di sini, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai puisi religius.


Beranda | Privacy | Sitemap

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9 Bandung Jawa Barat - INDONESIA