Cari Artikel:  
Beranda
  Tips, Manual & 'How-to' Artikel (GRATIS) dari Anne Ahira untuk Indonesia...  
MENU TOPIK
Puisi
  • Mengenal Syair
  • Puisi Cinta
  • Puisi Perjuangan
  • Mencermati Puisi Alam Rendra
  • Puisi Ramadhan
  • Puisi Kemerdekaan
  • Puisi Patah Hati
  • Mengenal Dan Memahami Pentun
  • Agar Mahir Berpuisi

Mengenal Peribahasa

Oleh: AnneAhira.com Content Team
  ( 2 )

Email       Print       Facebook     Twitter
Artikel Terkait
  • Puisi Anak
  • Sajak
  • Puisi Guru
  • Puisi Rindu

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah peribahasa. Kata ini merupakan ungkapan tradisional yang terdiri dari kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasehat, prinsip hidup ataupun aturan tingkah laku. Berbagai ungkapan lain yang mendefinisikan kata ini adalah :

  • Carvantes mendefinisikannya sebagai kalimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang.
  • Bertrand Russell mendefinisikannya sebagai kebijaksanaan orang banyak, tapi kecerdasan seseorang.

Peribahasa banyak digunakan dalam kehidupan keseharian orang pada masa dulu. Hal ini disebabkan cara-cara yang seperti ini dianggap sebagai jalan yang paling mudah bagi mereka untuk memberi nasihat, teguran atau sindiran.

Demikian sebaliknya, mudah pula ditangkap oleh pihak yang dinasehati. Bila diselidiki isi dan jiwa yang terkandung didalamnya, maka banyak bahan yang dapat diambil dari sejarah, sosial dan makna kehidupan mereka pada masa itu. Sebagai contoh : sekali air bah, sekali tepian berubah.

Pada umumnya, kelompok kata atau kalimat dalam peribahasa memiliki struktur susunan yang tetap, dan merupakan kiasan terhadap maksud tertentu. Kalimat yang digunakan biasanya mengesankan, dengan arti yang luas dan isi yang bijak.

Dalam peribahasa, tersirat unsur sistem budaya masyarakat yang berkaitan dengan nilai-nilai, pandangan hidup, norma, petunjuk dan aturan yang menjadi acuan bagi anggota masyarakat.

Seringkali peribahasa dipakai dalam pembicaraan sehari-hari, upacara adat, acara keramaian dan lain sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan bahwa sastra lisan ini merupakan salah satu sarana enkulturasi dalam proses penanaman nilai-nilai adat dari generasi ke generasi dalam kebudayaan Melayu.

Sebagai sastra lisan, maka perkembangannya sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di masyarakat pendukungnya. Setiap perubahan di masyarakat, biasanya juga diiringi dengan lenyapnya peribahasa yang tidak lagi sesuai dengan keadaan yang telah berubah.

Ada dua jenis peribahasa, yaitu yang memiliki arti lugas dan yang memiliki arti simbolis. Yang berarti lugas ada dua: bidal dan pepatah, sedangkan yang berarti simbolis adalah perumpamaan.

Peribahasa jenis bidal memiliki irama dan rima, sehingga sering juga digolongkan ke dalam bentuk puisi, contohnya adalah:

bagai kerakap di atas batu,
hidup segan mati tak mau.

Peribahasa jenis pepatah mengandung isi yang ringkas, bijak, benar dan seolah-olah dimaksudkan untuk mematahkan ucapan orang lain. Sebagai contoh adalah :     

biar lambat asal selamat
sedikit demi sedikit, lama lama jadi bukit

Berkaitan dengan perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, dan biasanya didahului kata "seperti, bagai atau bak". Sebagai contoh:

bagai pungguk merindukan bulan
datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin

Dalam perkembangannya, karena kegemaran masyarakat melayu akan peribahasa, maka masuklah beberapa dari bahasa asing. Sebagai contoh ;

Pagar makan tanaman, yang berasal dari India
Seperti katak dalam tempurung, gubahan dari bahasa Sansekerta


Berikan rating untuk artikel di atas :
 

Nama:
Email:
Komentar:
 
Catatan :
Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator


Anne Ahira - Asian Brain on Facebook

Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA
Telepon: (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax: (022) 5947-999