logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support
Beranda

Mengenang Usman Awang

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Usman Awang, seorang sastrawan dari Malaysia, yang pernah menjadi petani, budak pejabat, polisi, proof reader, dan editor Dewan Sastera.

Ia juga pernah menerima anugerah Sastrawan Negara dalam tahun 1983, SEA Write Award 1982 dan Ijazah Kehormatan Doktor Persuratan Universiti Malaya 1983.

Usman menghasilkan lebih 200 buah puisi dan drama pentas beliau yang paling dikenang adalah Tamu di Bukit Kenny dan Uda dan Dara. Usman lahir di Kampung Tanjung Lembu, Kuala Sedili, Kota Tinggi, Johor, pada 12 Julai 1929. Ibunya meninggal ketika beliau masih kecil. Ayahnya seorang nelayan yang mencari dan menjual rotan.

Pendidikan yang diterima oleh Usman Awang hanyalah setingkat Darjah 6 Sekolah Melayu saja. Kemiskinan membuatnya tidak mendapat kesempatan untuk belajar lebih tinggi, meski ia sangat gemar membaca.

Ketika Jepang menjajah Malaysia tahun 1942, Usman Awang menjadi petani di Segamat. Tidak lama kemudian beliau menjadi buruh paksa Jepang selama 6 bulan di Singapura. Ia berhasil melepaskan diri dan pulang ke Segamat.

Ia pernah menjadi budak pejabat di Pejabat Taliair Segamat. Kemudian beliau memasuki Botai, pasukan polisi Jepang, tetapi setelah beberapa minggu menjalani latihan, pihak Jepang menyerah kalah.

Usman Awang menjadi anggota polisi ketika Inggris kembali memerintah pada tahun 1946. Ia menjalani latihan di Johor Bahru sebelum menjalankan tugasnya di Melaka. Kemudian, ia memilih berhenti dari polisi dan berhijrah ke Singapura di tahun 1951.

Ia tidak menyukai pekerjaan menjadi polisi yang memukul dan menembak orang sesuka hati tanpa perikemanusiaan. Ia kemudian bekerja sebagai proof reader dengan Melayu Raya selama enam bulan, kemudian menjadi pembaca berita.

Tahun 1952, Usman Awang mendapat tawaran bekerja di Utusan Melayu sebagai sidang pengarang akhbar Utusan Kanak-Kanak. Kemudian, ia diangkat menjadi pengarang Utusan Zaman dan majalah Mastika.

Ketika Malaysia merdeka, Utusan Melayu pindah ke Kuala Lumpur. Usman turut serta berhijrah dengan jabatan yang sama. Tahun 1961, ia terlibat dalam peristiwa pemogokan Utusan Melayu, yang mengakibatkan pemecatan.

Tahun 1962, Usman Awang bekerja di Penerbitan Federal. Kemudian, ia bekerja sebagai sidang pengarang di Dewan Bahasa dan Pustaka, dengan jabatan terakhir sebagai ketua bagian Pembinaan dan Pengembangan Sastera hingga Juli 1985.

Selepas dari Dewan Bahasa Dan Pustaka, Usman Awang aktif dalam organisasi masyarakat. Diantaranya ialah Persatuan Persahabatan Malaysia-Cina. Tahun 1991 hingga 2001, ia dilantik sebagai Ahli Jemaah Kolej Selatan, sebagai koordinator penghubung antar kaum dalam proses pembentukan satu bangsa Malaysia. Beliau dilantik sebagai Penasihat Sastra Maybank mulai 1991 hingga 2001.

Usman Awang mulai dikenal namanya dalam dunia penulisan Melayu Modern dengan menulis sajak yang sentiasa segar, kukuh serta akrab dengan akar budaya Melayu dan perikemanusiaan. Diantara sajaknya yang cukup popular adalah Pak Utih, Ke Makam Bonda, Nasib Buruh, Bunga Popi, Gadis Di Kuburan, dan Salam Benua.

Ketokohan Usman Awang menonjol karena sikapnya yang lemah lembut, dan simpatinya terhadap golongan bawah. Ia pernah diundang melawat Amerika Syarikat, Indonesia, Filipina, China dan Rusia, sebagai salah seorang penyair terkenal dari Malaysia.

Beberapa buah karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Cina, Jepang, Korea, Perancis, Thai, Czechkoslovakia, Danish, Tamil, Itali, Rusia dan lain-lain. Ia dianggap sebagai seorang yang berjiwa besar dalam bidang sastra yang tidak bosan memperkaya budaya bangsa.

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
MENU TOPIK
Puisi
  • Chairil Anwar
  • Puisi Patah Hati
  • Mengenal Syair
  • Mengenal Dan Memahami Pentun
  • Puisi Ramadhan
  • Agar Mahir Berpuisi
  • Puisi Cinta
  • Puisi Kemerdekaan
  • Puisi Ibu
Artikel Terkait
  • Mengenal Peribahasa
  • Puisi Islami : Dari Arab Hingga Indonesia
  • Puisi Ulang Tahun
  • Puisi Romantis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA